Yang Fana itu Waktu, yang Abadi itu One Piece

Yang Fana itu Waktu, yang Abadi itu One Piece

Yang Fana itu Waktu, yang Abadi itu One Piece

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

One Piece adalah serial manga dan anime yang dari gue kecil sampai sekarang umur gue 23 tahun, masih berjaya dan yang lebih penting lagi, BELUM TAMAT.

Walaupun kemaren-kemaren Oda sensei, pengarang dari serial manga ini mengatakan bahwa akan segera menamatkan cerita One Piece, itupun dengan kalkulasi kira-kira lima tahun lagi~

Agak sedih juga sebenarnya mengetahui bahwa One Piece telah sampai pada inti cerita dan akan segera purna. Disatu sisi, rasa penasaran yang telah memupuk dari bertahun-tahun lamanya akan sirna jua. Uh, dilematis!

Sekedar Bajak Laut Konyol

Dulu gue kira, One Piece yang menceritakan petualangan dari Monkey D Luffy yang ingin mengarungi lautan bersama teman-temannya, menjadi orang yang bebas sebagai raja bajak laut, hanyalah sebatas aksi konyol dari sang Kapten, yang diakhir cerita mendapatkan harta karun peninggalan raja bajak laut. Dulu gue benar-benar mengira bahwa One Piece, adalah sekedar harta karun berupa emas dan perhiasan semata.

Namun ternyata, One Piece lebih daripada itu.

Luffy si karakter utama, berangkat sebagai karakter yang cukup lemah, namun mampu tumbuh menjadi seorang kapten bajak laut yang kuat setelah menghadapi musuh-musuh yang cukup setara.

Luffy juga mengajarkan bahwa hidup ini, bisa jadi tidak akan ada artinya jika tanpa seorang teman. Untuk mewujudkan mimpi, Luffy sadar bahwa ia tak bisa sendirian, disamping bahwa sendirian itu nggak bakal asik.

Selain itu di dalam ceritanya juga mengajarkan bagaimana pedihnya kehilangan siapa atau apapun yang telah atau terlanjur memiliki ikatan emosional. Di episode ketika harus berpisah dengan Going Merry dan ketika Ace mati, gue sampai clingukan sendiri, siapa gerangan yang menaruh bawang merah sampai mata gue perih dan akhirnya nangis~

Lalu ada plotwist yang buat gue benar-benar ngehe, dulu tuh, ya… gue kira One Piece akan klise. Klise karna di awal-awal cerita selalu hadir dengan opening dimana raja bajak laut, Gol D Roger menyampaikan kalimat magis yang pasti akan selalu diingat oleh fans One Piece, dan yang paling epic, senyum khas nya menghadapi kematian. Oh lord roger~

Gue malah terhanyut sama karismanya Roger~

Baik, kembali ke soal klise tadi, gue kira, Luffy adalah anak dari Roger, Luffy adalah anak yang mewarisi tekad roger untuk menjadi raja bajak laut, tapi ternyata, tidak sesederhana itu.

Luffy ternyata adalah anak seorang Pemimpin pasukan Revolusi, sedangkan Roger, anak kandungnya adalah Ace, kakak angkat Luffy, yang sama-sama ketika kecil diasuh oleh ayahnya Monkey D Dragon yang juga ‘musuhnya’ Gol D Roger, seorang Wakil Laksamana Markas Besar Angkatan Laut, Monkey D Garp. Menurut gue, ini sesuatu plottwist yang layak disandingkan dengan kata ‘maha’ didepannya, jadinya, ‘maha plot twist’.

Abad Kekosongan dan Politik

Usut punya kancut usut, seiring cerita One Piece berjalan, sedikit demi sedikit misteri mulai terpecahkan. Dan ternyata, misteri tentang apa itu sebenanrnya One Piece diduga kuat, mengarah kepada abad kekosongan, atau berpotensi memiliki sangkut paut dengan siapa penguasa di era abad kekosongan tersebut.

Abad kekosongan adalah era atau kejadian yang terpaut 800 tahun yang lalu dari timeline cerita One Piece sekarang. Yang dimana, sejarah atau cerita lengkapnya, ditutupi mati-matian oleh Pemerintah Dunia, yang bahkan pernah membunuh dan membumi hanguskan sekelompok sarjana yang berniat meneliti abad kekosongan.

Diceritakan pula, bahwa di abad kekosongan, pernah terjadi konspirasi besar, dan menghasilkan sebuah kudeta hingga terbentuklah sistem pemerintahan dunia yang membawahi organisasi militer (angkatan laut) sekarang.

Seperti halnya dikehidupan nyata, misal, banyaknya bangunan-bangunan sejarah yang memberi ‘petunjuk’, di One Piece, abad kekosongan tak lantas hadir sebagai kabut tanpa batas. Ada yang namanya Rio Poneglyph, batuan yang menuliskan catatan sejarah atau petunjuk untuk mengetahui tentang abad kekosongan.

Sementara itu, di level pemerintah dunia, terdapat para pimpinan eksekutif tertinggi yang menjaga glorifikasi kaum naga langit (bangsawan) yang juga memerintah angkatan laut.

Semesta ini harmoni karna adanya order dan chaos, keteraturan dan ketidakteraturan, pemerintah dunia, mengklaim sebagai keteraturan dan mengatakan bahwa klan D, klannya Luffy, sebagai biang dari segala kekacauan, yang linier dengan karakter alamiah klan D, sebagai orang yang tidak suka diatur dan ingin bebas. Dan bukankah itu, mencerminkan hakikat manusia? Yang berkehendak sendiri tanpa ada satupun yang berhak menjustifikasi?

Baca Juga: Anak Kecil yang Menembus Teralis Jendela Kamar; Jogja, Kaliurang Kilometer 13

Untuk yang tertarik dengan isu-isu militer, One Piece juga menampilkan hierarki yang apik dengan angkatan lautnya, bahkan, juga terdapat badan-badan intelijen pemerintah dunia seperti Ciper Pol, dan yang paling rahasia adalah CP0, sudah seperti MI6 Inggris?

Bagi yang mengikuti cerita One Piece, mungkin artikel ini tidak menjelaskan apa-apa, sebagai pengantar pun bahkan tidak cukup. Terlebih yang tidak mengikuti, klik iklan saja, bantu-bantu uang rokok penulis hehe.

Sejujurnya, gue memang tidak mampu menjelaskan One Piece secara utuh, karna, gue menulis ini murni karna kekaguman gue. Dan mungkin aneh rasanya, gue belum menulis apapun tentang One Piece di website gue sendiri.

Gue kagum karna kekompleksitasan cerita, sifat karakter yang kuat, misteri-misterinya, dan konsistensi Oda sebagai author.

Sehat wal afiat Oda sensei, biar kelar ini cerita!

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.