X Love X

Love Poem

X Love X

Oleh Rizaldi Dolly

Katakanlah, apa yang lebih dekat dari hembus nafas kita?

Apa yang tersulit selain kancing-kancing terbuka?

Kita menjinjit pelan, menghendap-hendap, agar tak ada orang lain tau, bahwa semalam, kita mampu mencumbui rasi-rasi bintang. Sstttt! Simpan rahasia ini baik-baik, jangan biarkan sekali-kali bibirmu yang merah, itu, sesumbar pada sekawanan rubah di belakang pekarangan rumah. Apa perlu kita melumat dunia dulu? Kemudian kita entaskan segala kesombongan yang lalu-lalu?

Kemarilah, kekasih, biar kutunjukan padamu satu kitab yang terlampau lama terkubur di bawah reruntuhan ingatanku…

Kau terkejut, bukan? Inilah mengapa kau menolak ribuan bunga dari para ksatria-ksatria yang jago perang itu… Sedang hatimu, merelakan tertambat padaku yang hanya menggembala barisan-barisan semut. Karena namamu, tertulis genit bersama namaku, X Love X, setidaknya, begitulah Tuhan menulis kita di langit.

Maka, kukatakan setelahnya pada Azriel, untuk tidak mengintip apabila tubuhmu melepas balut-balut benang. Kita memang sudah terlanjur telanjang, karena mampu menelanjangi egosentris masing-masing. Ini konsekuensi logis! Lalu, mengapa kau sampai harus repot-repot malu? Hey, Azriel, tutuplah matamu! Kau harusnya takut pada sayap-sayap di pundakmu!

Tenanglah, kasih, ketakdiran semesta sudah ku jeda barang sekian menit, maka manfaatkanlah sisa-sisa waktu ini, untuk melebur membersamai taklimat cinta. Ah, jangan memujiku, aku tak ada apa-apanya dibanding Kahlil Gibran. Aku hanya terlampau sering menonton theater Shakespeare… Tapi jangan geer, kita sama sekali bukan Romeo dan Juliet. Kita hanyalah dua nama yang ditulis bersanding bersama, X Love X, setidaknya, begitulah Tuhan menulis kita di langit.

Baca Juga Menjelma Kesepian Selena

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.