Tonight Show Akhirnya Comeback: Kala Cinta Lebih dari Sekadar Rating

Tonight Show Akhirnya Comeback Kala Cinta Lebih dari Sekadar Rating

Tonight Show Akhirnya Comeback: Kala Cinta Lebih dari Sekadar Rating

Penulis Dyas BP | Editor Rizaldi Dolly

Thexandria mania?? (Mantap!!)

Thexandria.com – Setelah sebulan lamanya tanpa ada kepastian, akhirnya acara Tonight Show kembali hadir pada Senin (1/6) untuk menghibur masyarakat. Acara yang dipandu oleh Vincent Rompies, Dedi Mahendra Desta, Hesti Purwadinata dan Enzy Storia ini sempat diisukan ‘bungkus’ dan kemungkinan untuk kembali masih gamang. Meskipun mereka sempat membuat program sendiri bertajuk “VincentDesta Show” di kanal Youtube, namun rasanya tetap saja berbeda.

Pantas saja jika masyarakat khususnya para Tonight Mania (Mantap!!) cukup merasa kehilangan dengan tidak tayangnya acara ini selama sebulan saat Ramadhan kemarin. Saat himbauan untuk di rumah saja cukup menaikkan tingkat stress, acara ini mengudara sebagai tayangan yang menghibur untuk sejenak mengusir kepenatan.

Canda-candaan yang kerap ditampilkan oleh keempat host, khususnya Vincent dan Desta sangat merakyat—beberapa orang menyebutnya dengan ‘jokes tongkrongan’ yang begitu dekat dengan keseharian. Terlebih saat beberapa gimmick yang mereka tampilkan secara spontan (uhuy!!) membuat beberapa dari kita berfikir: “Anjir, ga ketebak banget gimmick-nya.”. Bahkan untuk Vincent, dia dianugerahi oleh pemirsa yang menikmati candaannya sebagai seorang ‘Raja Gimmick’.

Ditambah oleh kakak-beradik beda rahim yang baru bertemu beberapa tahun terakhir ini, yaitu Hesti-Enzy yang semakin meramaikan obrolan-obrolan kocak di dalamnya. Selain paras cantik mereka yang mampu memberikan warna-warni acara, beberapa lawakan mereka cukup bisa mengimbangi Vincent-Desta dalam improvisasi dialog. Beberapa dari kita mungkin merasakan langsung betapa menularnya ketawa-ngakak-kocak ala Enzy yang mengocok perut kita. Bahkan, Enzy sendiri sempat didapuk sebagai seorang ‘Ratu Komedi Indonesia’.

Eh, apa sudah demisioner? WKWKWKWKWKWK [ngakak ala Enzy]  

Meskipun begitu, di luar profesionalisme sebagai pekerja seni, chemistry keempat host ini terjalin layaknya kakak-beradik sungguhan. Dimana terkadang jokes-jokes internal dalam lingkup persahabatan mereka terbawa saat sedang syuting dan ternyata, juga lucu bagi para pemirsa.

Konsep talk show yang cukup elegan dan jarang menampilkan kesan ‘norak’ menjadikan Tonight Show memiliki ciri khas tersendiri. Diselingi beberapa games yang cukup seru dan kadang menjengkelkan yang malah menjadikan alur acara ini tidak monoton.

Beberapa bintang tamu yang diundang pun dapat dikatakan dalam kategori berkelas, berprestasi, dan sebisa mungkin menghindari untuk mengundang sosok yang hanya doyan membuat kontroversi.

Barang tentu kita masih ingat, bagaimana Vincent-Desta-Hesti diberi kesempatan eksklusif untuk meliput dan mewawancarai presiden Joko Widodo di Istana Negara, Bogor.

Selain itu, sajian live-music yang disuguhkan cukup memberikan ruang bagi beberapa musisi indie atau non-mainstream agar dapat dinikmati juga oleh masyarakat melalui layar kaca. Terkadang suasana nostalgia juga diangkat dengan mengundang musisi atau band yang menjadi legenda hidup di negeri ini.

Betapa senangnya melihat Reality Club, The Panturas hingga ‘Raja Dangdut’ Haji Rhoma Irama diberi panggung di Tonight Show—dimana program stasiun TV lain belum tentu mampu bahkan sekadar mau menampilkannya.

Beberapa figur tambahan yang cukup dekat acara ini juga cukup dirindukan kehadirannya. Lihat saja betapa antusiasnya pemirsa saat segmen curhat seputar seksualitas dengan Dokter Boyke hingga hadirnya keluguan Onadio Leonardo yang sudah seperti keluarga sendiri di Tonight Show.

Hingga pada suatu waktu, tepatnya sehari sebelum bulan Ramadhan kemarin, segenap tim, kru, dan host dari Tonight Show mengumumkan ‘pamit’ selama bulan puasa. Belum jelas apakah pamit yang dimaksud adalah hanya sebulan Ramadhan saja atau seterusnya. Hal ini cukup menyayat hati apabila mereka tak benar-benar ‘kembali pulang’ ke rumah kecil yang menyenangkan bernama “Tonight Show”.

Beberapa desas-desus pun muncul; pertanyaan semacam “apakah Tonight Show yang menjadi favorit di mata masyarakat harus gulung tikar karena rating share mereka rendah?” terus menjadi asap yang mengepul di kepala.

Sebagai pemirsa, anggapan perihal rating share di industri pertelevisian Indonesia yang cukup membingungkan benar adanya. Pernah menjadi persoalan saat program The Comment harus ‘gulung tikar’. Lalu mengundang pertanyaan besar mengapa harus bubar sementara masyarakat cukup suka dengan hiburan yang disajikan oleh host Danang-Darto.

Ada yang tidak beres bukan?

Sistem Rating Share membentuk sebuah habit industri pertelevisian yang hanya mengejar kuantitas ketimbang kualitas. Kebiasaan itu yang kemudian menyebabkan acara dengan lawakan kasar, huru-hara drama rumah tangga, sinetron cinta yang begitu vulgar dan beberapa tayangan tak mendidik lainnya begitu tumbuh subur di layar kaca.

Sinetron Azab
Gambar hanya ilustrasi

Apabila menerawang secara kasar, para penonton sinteron azab tentu lebih banyak menonton melalui televisi langsung. Bahkan televisi yang sering menyala lalu ditinggalkan di rumah tanpa ditonton, biasanya banyak ‘menyetel’ sinetron semacam itu.

Judul-judul yang disajikan semacam “Azab Pemain Karambol Tercebur ke Adukan Semen karena Memilih Bermain Kelereng” cenderung amat-sangat clickbait. Bahkan jika ditonton dari awal hingga akhir, alur ceritanya sangat tidak masuk di nalar alias mengada-ngada.

Sementara program dengan kualitas seperti Tonight Show memiliki segmentasi penonton yang beragam. Karena Tonight Show mayoritas ditonton oleh generasi millenials, maka tak heran banyak yang mengakses acara ini selain langsung dari televisi alias streaming-an.

Keempat host Tonight Show pun sering mengajak para Tonight Lovers untuk menonton melalui televisi langsung. Sehingga menimbulkan asumsi bahwa rating mereka sedang berada pada titik yang rendah dan dalam kondisi terancam. Menonton langsung dari televisi dianggap akan memberi nafas panjang kepada eksistensi program mereka.

Hal tersebut malah berbanding terbalik dengan traffic mereka di YouTube yang sudah mencapai 2,35 Juta subscribers dengan jumlah penonton yang stabil. Dari sinilah terlihat sebuah abnormalitas yang tidak seimbang, dan wajar saja jika pemirsa mengambil kesimpulan yang begitu naif: “Tonight Show adalah seorang juara tanpa trophy.”

Baca Juga: Introvert? Seperti Indira Itu? Eh, Iya, Bukan?

Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah bagi lembaga terkait kepenyiaraan agar mampu lebih dinamis, membuat kriteria dan kalkulasi yang se-adil-adil-nya dengan menimbang aspek-aspek yang lebih mengikuti perkembangan era. Dan tentunya orientasinya jangan hanya cuan, cuan dan cuan. Boleh kok realistis dengan mengejar keuntungan, namun haruslah dibarengi dengan sajian hiburan yang berkualitas atau bahkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kembalinya Tonight Show cukup mematahkan anggapan bahwa hanya program dengan rating share tinggi lah yang akan bertahan di industri ini. Ada kekuatan lain yang tidak bisa disentuh oleh sistem rating share, yaitu cinta. Hal tersebut dapat dirasakan dari sosial media yang begitu massif merindukan kehadiran Tonight Show di layar kaca mereka.

Pada akhirnya, segenap tim dan para talent dari Tonight Show begitu ‘nekat’ untuk kembali hadir sebagai rasa cinta mereka kepada para Tonight Lovers ketimbang memikirkan sekadar rating.

“Persetan lah dengan rating share, kaku amadh kayak kanebo kering!”

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.