The Panturas Gambarkan Mantu Idaman dalam Single “Balada Semburan Naga”

the panturas balada semburan naga

The Panturas Gambarkan Mantu Idaman dalam Single “Balada Semburan Naga”

Penulis Dyas BP | Editor Rizaldi Dolly

“Ding-ding-ding, bel rumahmu berdering

Kulihat ayahmu di teras tapi tak bergeming..”

Thexandria – Penggalan lirik yang cukup relevan dengan perjuangan kaum adam ketika berusaha menjemput sang ‘permaisuri’ tambatan hati untuk sekadar mengelilingi taman bunga. Lirik tersebut merupakan fragmen dari karya terbaru The Panturas yang diluncurkan dengan tajuk “Balada Semburan Naga”.

Band beraliran surf-rock kontemporer asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang ini merilis karya terbaru mereka dalam bentuk digital baik audio maupun video pada Jumat (13/11). Balada Semburan Naga sendiri menggaet salah satu teman mereka, Adipati vokalis band The Kuda untuk menyanyikan lirik yang memerankan sosok Topan dalam video klip. Dan juga, The Panturas mencoba berkolaborasi dengan Lafa Pratimo sebagai produser untuk memaksimalkan potensi mereka.

Secara komposisi banyak eksplorasi baru yang coba dituangkan dalam single ini, termasuk melakukan akulturasi terhadap beberapa budaya yang ada. Terdengar dari intro yang mengusung irama ala budaya Cina yang identik dimainkan untuk film-film kungfu. Selanjutnya ada budaya Betawi yang hadir menjadi latar kedua koreografi dalam video klipnya. The Panturas yang konsisten dengan gitar ber-efek spring reverb kali ini coba menghadirkan beberapa instrumen lain seperti tehyan (biola Betawi), keyboard dan synthesizer.

Baca Juga Hutan Hujan Menerjang Linimasa yang Berantakan dengan Single “Pancaroba Peradaban”

Single Balada Semburan Naga diproklamirkan sebagai jembatan untuk menuju ke album terbaru The Panturas selanjutnya. Sang drummer, Surya Fikri atau yang akrab dipanggil Kuya menuturkan bahwa album kedua nanti akan memiliki corak yang lebih banyak dalam materi lagunya. “Ada China, Jepang, Arab, Eropa, Amerika dengan segala cerita dan permasalahan yang dimiliki. Kami merangkul mereka lalu coba menafsirkannya ke dalam bentuk musik yang beragam. Fusion dari surf rock, garage, rockabilly, Arabian, waltz sampai irama Melayu,” kata Kuya seperti yang dilansir CNN Indonesia.

Mantu Idaman Para Mertua

“Oh, jadi Anda yang namanya Topan?

Saya dengar Anda seniman, pantas tak karuan..

Tolong beri jarak yang jauh dengan Putri, Ia terlalu cemerlang buat makhluk berantakan”.

Lirik tersebut bagian dari serangkaian dialog yang dilontarkan pemeran bapak kepada sosok Topan dalam video klip. Secara eksplisit digambarkan betapa seorang Topan yang terus berusaha mendekati Putri dengan keterbatasannya—terutama kekhawatiran masa depannya sebagai seorang seniman. Namun, sang bapak dari Putri tidak bergeming karena memang dia ingin yang terbaik untuk sang anak. Karena dalam satu adegan, sang bapak menimbang-nimbang untuk menjodohkan Putri dengan anak Pak Wijaya saja yang sudah jelas dari segi bibit-bebet-bobotnya.

The Panturas Balada Semburan Naga

Dengan semangat yang tidak pernah kendor, Topan berulang kali mendatangi bapak dari Putri. Berbagai perdebatan dilakoni Topan dengan sang bapak untuk menemui titik terang dan mendapatkan ‘lampu hijau’. Kalimat pedas dari sang bapak kerap ‘menyembur’ Topan dan menjadi cerminan judul single ini: Balada Semburan Naga. Konflik klasik perbedaan kelas ditambah stereotip soal seniman yang urakan dan penghasilannya yang tidak jelas, sering menjadi ‘batu ganjalan’ besar untuk mendapatkan restu sebuah hubungan yang lebih serius.

Peristiwa semacam itu bukanlah hal asing yang pernah kita temui. Orang tua menginginkan anaknya mendapatkan pendamping yang mapan baik mental atau finansial demi terjaminnya masa depan. Hebatnya, plot twist pun terjadi. Dan, permasalahan ini terjawab pada scene akhir di video klip Balada Semburan Naga. Bapak dari Putri yang sedari awal menolak kehadiran dan meminta Topan untuk menjauhi anaknya, mendadak luluh karena Topan kini telah berseragam Pegawai Negeri Sipil (PNS). Seolah ingin mencampur konklusi dan satire terhadap sebuah fenomena: mantu idaman adalah yang berseragam—anak SD juga pake seragam, dul. Pipipip calon mantu~

Jadi, kapan mau daftar CPNS, dul?

MV The Panturas-Balada Semburan Naga

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.