Terbang Untuk Pulang

Puisi Terbang Untuk Pulang

Terbang Untuk Pulang

Oleh Adi Perdiana

Padamu si mungil yang merah, inilah dunia dan ambillah nafas pertamamu disamping tangisan itu

Maka telah resmi kini kau hidup di dalamnya

Namun dunia penuh misteri, bernafas sekedar tanda kau masih hidup

Tak ada yang menjamin sampai kapan kau bisa hidup, tapi aku janji kau kan menjalani hidup yang baik

Sebab kedatanganmu adalah kisah bahagia juga pilu penantian aku dan ibumu

Ia memang pergi lebih dulu, katanya maaf karena hanya bisa memberi peluk sekali dalam hidupmu

Lalu ia melahirkanmu. Nak begitulah yang terjadi

Kini kau telah merasakan belianya angin, dijilat api, diberkahi air, dibentur kerasnya tanah berbatu

Telah kau selami laut terdalam, kau daki gunung tertinggi, kau terbang mengitari lapangnya langit

Wajar saja dengan segenap keberanianmu, pula tubuh tinggi kokoh itu

Dunia jadi begitu sempit buatmu

Lalu

Mengapa kau memilih tuk mengokang senjata bersama para serdadu

Lantas

Kau tak pernah pulang padaku sejak keputusan itu

Aku menggila sendiri tanpamu, entah dimana dibaringkan tubuhmu itu

Rasa sakitku yang sama ‘tika kepergian ibumu saat melahirkanmu

Nak tangisku sendirinya membeku, aku terdiam memandang langit

Sebarisan burung putih tampak terbang memutar sembari memanggil namaku

Dalam susunan itu ada ruang kecil nak

Adakah tempat itu disediakan buatku

Nak aku kan terbang nak, aku kan mengejarmu

Aku mengepak kedua sayap meninggalkan tanah itu

Nak aku akan menemukanmu terlebih dahulu

Kita akan menemui ibumu

Baca Juga Demi Tanah

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.