#TemanSmolly: Berhadapan dengan Insecurity

TemanSmolly Berhadapan Dengan Insecurity

#TemanSmolly: Berhadapan dengan Insecurity

Penulis Suci Jayanti Tadjri | Editor Rizaldi Dolly

Pernah nggak sih ngerasa tidak aman, tidak nyaman, takut, dan merasa rendah sama diri sendiri? Bahkan dengan membuka pintu coffee shop saja jantung seperti dipukul berkali-kali.

Gue akan menjawab “iya” kalau gitu. Ditatap berkali-kali dari kepala sampai kaki kadang membuat gue merasa nggak nyaman—membuat gue bertanya-tanya sama diri sendiri; “Gue salah pakai baju apa gimana?” “Rambut gue berantakan, ya?” atau “Outfit gue nggak se-‘keren’ kalian?”

Oh, tapi untuk pertanyaan yang terakhir—gue nggak memusingkan itu, sih. Jadi kenapa? Apa ini hanya settingan otak gue aja?

#TemanSmolly untuk pertama kalinya hadir di YouTube Thexandriadotcom, mengajak Diipiee untuk jalan-jalan sore di taman dekat sungai Mahakam, Samarinda. Sore itu mendung, sekitar jam setengah lima sore—I took my friend out, berbagi sedikit haha hihi dan huhu yang kami alami dan berujung pada bahasan tentang insecurity.

Gue kenal Diipiee itu sekitar hampir 5 tahun yang lalu, teman sekelas di salah satu Universitas di Samarinda. Nggak sedekat itu, sih, bukan salah satu member di peer group dia juga—tapi yang namanya gue senang banget lompat ke satu ‘kumpulan’ ke kumpulan lainnya jadi bisa kenal deh sosok yang satu ini.

Awalnya amezed banget pertama kali liat dia seconfident itu talking in English fluently—yang mana beberapa kelas mengharuskan untuk bicara dalam bahasa Inggris sementara gue ngomong ‘a’ aja maju mundur ibaratnya.

Ditambah pribadi Diipiee yang menyenangkan juga gue akan bilang dia lucu. Namun ternyata berbanding terbalik dengan apa yang gue lihat dari dia—iya, dia nggak senyaman itu sama dirinya sendiri.

“Apa yang bikin kamu insecure?” gue mencoba ‘menggali’, menawarkan apakah dia bersedia untuk bercerita atau nggak. “I’ll never be good enough.” she said. Gue hanya tertegun mendengar sosok-yang-selalu-hangat ini bilang begitu—membuat gue bertanya-tanya sama diri sendiri; “Apa karena gue nggak sedekat itu sama dia sehingga nggak tau kalau dia serapuh ini?” tapi sangat berterima kasih karena Diipiee bisa nyaman cerita ke gue.

Baca Juga: Sisi-Sisi Pengguna Aplikasi Kencan; Menyenangkan Yang Kadang Disalahartikan

Yang bisa gue lakukan saat itu selain tertegun adalah “It’s ok, I feel that sometimes too. We feel that.” Dan gue juga menunjukkan video TedTalk: The power of vulnerability yang mampu ‘menampar’ gue pada waktu itu. Silakan beralih ke YouTube jika ingin mengetahuinya lebih lanjut.

Selain menonton TedTalk, yang bisa gue bagi—gue kutip dari zenhabits mengenai dealing with insecurities adalah sebagai berikut:

  • Memafkan diri sendiri dan masa lalu; kenali jika perasaan tidak aman dan nyaman tersebut dikendalikan oleh orang lain—mulailah memafkan mereka yang biasanya juga digelut oleh insecurity mereka sendiri.
  • Terima dirimu sendiri; beri diri untuk istirahat sejenak dan nilailah diri sendiri, lebih perhatian sama tubuh dari kepala sampai kaki—bagian mana saja yang menurut kamu kurang kemudian rangkul; dengan merangkul, semua keindahan akan terpancar dari dalam diri.
  • Latihan setuju sama diri sendiri; maksudnya adalah setuju sama diri sendiri bukan persetujuan dari orang lain untuk melakukan apapun—please yourself first.
  • Hindari membanding-bandingkan; membandingkan penampilan orang lain, apa yang mereka lakukan, apa yang sudah mereka capai, kemana mereka bepergian bukanlah hal yang berguna—semua punya kesenangan masing-masing, punya jalan masing-masing—jika belum sampai, mungkin suatu saat akan sampai pada waktunya. Tenang, ya..
  • Kembangkan kepercayaan; mulailah untuk mengembangkan kepercayaan terhadap diri sendiri dulu—percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Latihan perkembangan ini perlahan akan memupuk rasa percaya dan meminimalisir prediksi sehingga let’s see if the prediction comes true or not.
  • Nangis aja, nggak apa-apa, kok. (ini dari gue sendiri); sini-sini kalau mau nangis silakan, it’s ok.. nangis nggak bikin lo lemah, kok. Wajar..

Nggak bisa dipungkiri bahwa gue juga kadang insecure sama diri sendiri—ada di bagian mana gue merasa tidak aman, bahkan boleh dibilang sering. Jadi, dengan hadirnya #TemanSmolly, berharapnya teman-teman bisa ngerasa less lonely, bisa pegangan tangan sama Diipiee dan Smolly di sini, bisa cerita-cerita juga kalau mau. Ok?

Sumber Foto: Eksklusif

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.