Syabab eSports, Bukan Sekedar eSport Biasa

Syabab-eSports-Bukan-Sekedar-eSport-Biasa

Syabab eSports, Bukan Sekedar eSport Biasa

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

Syabab eSports memang menekankan tali persaudaraan antar alumni-alumni pondok pesantren

Thexanxria.com – Ngomongin soal eSport mungkin masih banyak orang yang belum mengerti betul. Sebagian kalangan—orang awam masih menganggap bahwa eSport hanya sekedar killing time sambil main game, alias—enggak jelas.

Perlu diketahui, bahwa eSport merupakan sebuah kompetisi game yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1972.

Sejarah perkembangan eSport bisa dilacak dari era 90-an, teknologi internet kala itu mulai merebak di Amerika Serikat (AS). Alhasil, kompetisi game pun berkembang menjadi kompetisi-kompetisi online, beserta dengan organisasi yang punya visi untuk menjadikan kompetisi game menjadi sebuah industri eSport.

Di tahun 2000-an, perkembangan eSport menjadi semakin pesat. Salah satu negara yang terbilang sangat menerima budaya ini adalah Eropa, AS, dan Korea Selatan.

Kemudian berkembanglah eSport menjadi fenomena global yang masif, dan kemudian menjadi industri yang menjanjikan pula, bahkan di Indonesia.

Kondisi ini membuat banyak tim eSport bermunculan dengan membawa sponsor yang berbeda-beda. Tidak hanya membuat tim eSport saja, tetapi banyak juga brand yang tahu bahwa menjadi sponsor di dalam industri eSport menjadi satu hal yang menguntungkan pada masa kini.

Di Indonesia sendiri sudah terdapat berbagai macam tim eSport, diantaranya:

Evos Esports, terbentuk pada tahun 2016. Sebagai tim esport, popularitas Evos sangatlah besar berkat beberapa mantan pemainnya yang menjadi Youtuber, salah satunya adalah Jess No Limit. 

Adapula RRQ (Rex Regum Qeon), Onic Esports, dan Aerowolf.

Selain nama-nama tim eSport besar tersebut, telah banyak tim eSport bermunculan di seantero Nusantara. Di Kalimantan Timur sendiri, telah hadir sebuah tim eSport yang sangat unik, bernama Syabab eSports.

Founder Syabab eSports dan tim
Founder Syabab eSports dan tim

Dari logo tim yang digunakan saja, kita bisa melihat bahwa ada yang lain dari tim ini. Untuk lebih tau tentang Syabab eSports ini, Thexandria telah melakukan wawancara dengan founder Syabab eSports, Fauzan Ibn Husain.

Fauzan, panggilan akrabnya, adalah seorang aktivis pemuda hijrah, pengajar ngaji dan juga fungsionaris di salah satu organisasi pemuda.

Berikut wawancara dengan Fauzan, founder Syabab eSports:

Apa yang Melatar Belakangi pembentukan Syabab eSports?

Terkadang kami sebagai alumni pondok pesantren agak merasa canggung dalam level hobi yang seperti ini. Ini terkait karena daily activity kami di pondok sangat terbatas dengan gadget. Nah, saya kemudian berinisiatif untuk menjembatani teman-teman yang punya hobi bermain game alumni pondok, untuk kemudian membuatkan wadah yang edukatif, kekinian dan tentunya bermanfaat.

Nama tim eSports yang unik, Syabab. Apa artinya dan kenapa memilih nama tersebut?

Syabab adalah kata dalam bahasa arab yang berarti pemuda. Dan bagi saya kata syabab memiliki daya branding yang baik bagi teman-teman alumni pondok pesantren.

Apa persyaratan untuk bisa menjadi anggota Syabab, selain suka main game?

1. Muslim 2. Mau lebih baik

Goals dari pembentukan Syabab eSports apa?

Goals-nya, melawan judgement yang menganggap remaja atau pemuda yang gemar bermain game online itu adalah hal yang negatif. Padahal mereka hanya mau di wadahi, disupport dan kemudian dapat berprestasi di bidang itu.

Yang kedua, membuat lembaga eSport yang edukatif, untuk perkembangan wawasan dan tindakan di masa depan buat mereka. Misalnya ada salah satu player tidak sanggup kuliah, kita akan uruskan bagaimana dia bisa kuliah, misalkan ada yang sakit dan butuh biaya, kita akan carikan biaya untuk pengobatan.

Syabab eSports bukan sekedar komunitas game, dia adalah ruang keluarga tempat kita bersinergi dalam koridor kehambaan kepada Allah swt.

Syabab eSports memang menekankan tali persaudaraan antar alumni-alumni pondok pesantren, yang ditangkap oleh Fauzan, sang founder, untuk kemudian menciptakan wadah silahturahmi, meneruskan serta menseriusi hobi, dan opini melawan kekakuan-kekakuan yang disematkan pada mereka (alumni pondok pesantren).

Baca Juga Kata “Anjay” yang Tak Salah dan Budaya Tongkrongan yang Harus Dimengerti

Fauzan tidak hanya jeli melihat peluang untuk menyatukan alumni-alumni pemuda pondok pesantren, melalui game, yang memang sekarang lekat dengan aktivitas anak-anak muda. Ia juga cukup visioner dalam melihat peluang yang ada, dan yang paling penting, menekankan kedinamisan alumni-alumni pemuda pondok pesantren. Serta tidak menghilangkan kultur pesantren yang sejatinya memang memperdalam ilmu agama.

Syabab eSports, membuktikan bahwa islam bukan agama yang kuno dan menolak modernitas, namun malah beradaptasi, serta tidak menjauhkan nilai-nilai agama yang bagi mereka, haruslah fundamental.

Share Artikel:

2 thoughts on “Syabab eSports, Bukan Sekedar eSport Biasa

  1. Sebutkan satu saja hal edukatif, kekinian dan dan bermanfaat dari e-sport? Hari ini game justru menjadi candu yang sangat adiktif bahkan lebih dari sekedar narkoba. Bahkan tak ada orang sukses sekaligus beradab yang lahir dari e-sport.

    Aneh dan menggelilkan kok malah Jess No Limit yang jadi standar acuan sukses, padahal isi Youtubenya sama sekali nggak ada muatan edukasinya.

    Justru game-lah sebenarnya yang membuat seseorang menjadi penyakitan, kuliah terbengkalai dan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.

    Yang dikhawatirkan, kumpulan ini hanya untuk melegitimasi game sebagai sesuatu yang benar.

  2. Selain sedikit sekali manfaatnya, ada baiknya jika temen² di “Syabab” utk mengevaluasi Logo yg antum buat/luncurkan deh.. Please!?

    Disitu nampak sekali Ke-Islam-an atau sesuatu yg bernuansa Islam digambarkan dgn wajah “seram”, menakutkan dgn mata berwarna Hijau supaya identik dgn islam yg hijau, atau apa lagi selain itu yg kami gak kan mengira…wa-Alloohu A’lam…
    Semoga bisa diterima, Kewajiban kita hny menyampaikan dan lebih/kurangnya kami mohon ampun kpd Alloh SWT serta memohon maaf jika kesalahan berkata²…🙏😶

Leave a Reply

Your email address will not be published.