Susi Pudjiastuti, Edhy Prabowo, Hingga Kemungkinan Reshuffle

Kantor Pusat Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP

Susi Pudjiastuti, Edhy Prabowo, Hingga Kemungkinan Reshuffle

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Apa, Siapa, Kapan?

Thexandria.com – Edhy Prabowo telah mundur dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) setelah dirinya dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster. Saat ini, kursi Menteri KKP diisi oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut yang masih berstatus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri KKP Ad Interim.

Berdasarkan rangkuman thexandria.com, sebelumnya Luhut sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2016. Kemudian, ia juga pernah ditugaskan sebagai Plt Menteri Perhubungan medio Maret 2020.

Penunjukan Luhut sebagai Plt Menhub saat itu dikarenakan Budi Karya Sumadi yang mengisi pos Menhub dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19). Kemudian yang terkini adalah Luhut ditunjuk sebagai ad interim Menteri KKP sejak Rabu (25/11). Penunjukan Luhut sebagai Menteri KKP sementara itu sontak memancing perbincangan hangat di sosial media.

Lantas kemudian banyak juga yang bertanya tentang siapakah sosok calon pengisi kursi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) pasca Menteri sebelumnya berurusan dengan KPK. Apakah bapak presiden sudah memilih sebuah nama tersebut?

Istana kepresidenan pun merespon pertanyaan mengenai siapa calon pengganti Menteri KKP, Melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab “Tunggu saatnya. Jawabannya tunggu saatnya,” ujar Moeldoko.

“Hak-nya masyarakat untuk berspekulasi,” tambahnya.

Sayang sekali mungkin kita harus menunggu sedikit lebih lama lagi, tetapi Moeldoko lantas buka suara perihal berbagai nama yang beredar untuk mengisi posisi menteri KKP. Namun, Moeldoko masih menutup rapat misteri calon pengganti Edhy Prabowo.

Siapa Jadi Menteri KKP?

Edhy Prabowo telah resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah terkena operasi tangkap tangan KPK atas dugaan suap perizinan ekspor benih lobster. Buntut dari kasus tersebut, Edhy kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota menteri Kabinet Indonesia Maju.

Pasca kasus Edhy Prabowo mencuat, banyak yang telah berspekulasi. Sejumlah nama secara silih berganti mulai diisukan akan menempati posisi menteri KKP. Salah satunya, adalah eks Menteri KKP di periode pemerintahan pertama Jokowi, ibu Susi Pudjiastuti.

Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti

Nama Susi Pudjiastuti tiba-tiba menjadi semakin ramai diperbincangkan pasca penangkapan Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta. Seketika tagar #bringbackBuSusi kemudian viral di social media. Namun ibu Susi Pudjiastuti bukanlah satu-satunya nama yang ramai diisukan akan menggantikan Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP.

Kami melakukan penelusuran di internet dan menemukan bahwa ada sejumlah nama yang cukup ramai diisukan bisa menjadi menteri KKP.

Dan diantara semua itu yang juga banyak dibicarakan adalah Sandiaga Uno, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menjadi nama terkuat dari partai untuk menggantikan posisi Edhy Prabowo. Ia adalah seseorang yang sangat potensial.

Baca Juga Tentang Menteri KKP Edhy Prabowo yang Jadi Tersangka

Tentu saja jabatan sekelas menteri harus diberikan kepada orang-orang yang sangat kredibel, agar dapat melaksanakan tugasnya dalam membantu presiden demi untuk kesejahteraan masyarakat dengan baik.

Namun kita semua tak akan pernah tahu ujungnya hanya dengan spekulasi saja. Atau apakah mungkin jika presiden mengangkat kembali ibu Susi Pudjiastuti sebagai Menteri KKP mengingat kredibilitas dan rekam jejak Bu Susi yang tak perlu diragukan lagi?

Isu Resuffle?

Banyak diperbincangkan juga bahwa momentum penangkapan mantan Menteri KKP Edy Prabowo merupakan saat yang tepat untuk melakukan reshuffle besar kabinet setelah menilai menteri dengan kinerja yang tidak memuaskan.

Dan beberapa waktu lalu, Presiden telah menegaskan tidak akan menutup kemungkinan untuk merombak (reshuffle) kabinet Indonesia Maju, dan perombakan itu bisa dilakukan kapan saja. Kemudian Kepala Staf Kepresidenan Saat ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan reshuffle kabinet, Moeldoko seakan memberi sinyal akan hal itu. “Jawabannya tunggu saatnya. Tunggu saatnya,” ucap dia.

Bisa jadi benar bahwa kasus ini adalah momen yang tepat untuk mereshuffle kabinet, tidak sekedar mengisi kursi kosong saja, namun juga bisa jadi salah.

Kami merangkum, pada periode I pemerintahan 2014-2019, Jokowi setidaknya empat kali merombak Kabinet Kerja yakni 12 Agustus 2015, 27 Juli 2016, awal Januari 2018, dan 15 Agustus 2018.

Tetapi lagi-lagi kita bermuara di pertanyaan siapa dan kapan? Namun satu kepastiannya adalah bahwa kita hanya bisa menunggu bagaimanapun hasilnya.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.