Skripsi; Cerita Putus Asa dan Mood Booster

Skripsi; Cerita Putus Asa dan Mood Booster

Skripsi; Cerita Putus Asa dan Mood Booster

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Hai sobat pejuang

Sudah mau akhir tahun aja nih. Kira-kira apa saja hal yang sudah kita lakukan selama tahun 2019 ya?

Apakah resolusi tahun 2019 sudah tercapai seluruhnya atau bahkan ia akan menjadi wacana resolusi untuk 2020? Yah mungkin sudah seharusnya kita mengevaluasi diri dan usahakan agar lebih maksimal di tahun depan.

Tetap Semangat.

Apakah ada di antara kalian yang memiliki resolusi agar bisa selesai skripsi di tahun depan dan segera mengenakan toga?

“Banyak” saya yakin pasti banyak dari sobat pejuang yang menginginkan hal itu.

Namun perlu diingat ya sobat, resolusi adalah sebuah target yang harus dilakukan dan diperjuangkan. Karena jika tidak ia hanya akan menjadi sekedar wacana saja. Tentu kita gak mau kan jadi orang yang hanya wacana tanpa aksi yang mengiringinya.

Kalau berbicara tentang skripsi. Tentu kita tahu bahwa skripsi adalah suatu persyaratan yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa tingkat akhir untuk memperoleh gelar sarjana mereka.

Masa mengerjakan skripsi adalah masa-masa yang berat bagi setiap mahasiswa, dengan jadwal bimbingan, kumpulin data, revisian, nulis lagi, hingga sidang skripsi, sungguh merupakan proses yang panjang dan memakan waktu.

Dan bagi mahasiswa sendiri ada yang dapat melaksanakannya dengan lancar, ada yang pernah tersendat karena satu dan lain hal namun berhasil menyelesaikannya. Dan ada pula mahasiswa yang bahkan tak kunjung mulai mengerjakan skripsinya.

Sedikit cerita nih ya. Saya sendiri dulunya bukanlah mahasiswa rajin yang selesai mengerjakan skripsinya dalam dua atau tiga bulan saja.

Karena bagi saya pribadi, seringkali yang menjadi momok dalam mengerjakan skripsi adalah mengumpulkan mood untuk menulis. Belum lagi perihal dosen pembimbing yang ada kalanya ribet dan BM. Iykwim.

“Panjang banget pokoknya kalo lagi denger curhatan temen seperjuangan tentang dosen pembimbing mereka.”

Belum lagi quarter life crisis yang tiba-tiba datang menghampiri dan menenggelamkan kita dalam kejenuhan. Itu akan sangat menghambatmu dalam pengerjaan skripsi loh sobat pejuang.

Sedikit Cerita Skripsi

Dulu seorang kawan saya pernah mengalaminya ketika mengerjakan skripsi sebut saja Mr. P.

Awalnya adalah entah mengapa mood untuk menulis tak kunjung tiba meskipun sudah berusaha, hingga muncul perasaan jenuh.

Dan waktu itu ia benar benar melepaskan proses pengerjaan skripsi sama sekali selama berbulan-bulan.

Ada suatu ketika disaat ia bertemu dengan seorang yang masih teman juga, Sebut Saja Mr. J

Ternyata Mr.J meminta bantuan Mr.P untuk mengerjakan skripsinya, tanpa berpikir panjang ia langsung mengiyakan.

Singkat cerita jadilah mereka rutin bertemu beberapa kali dalam seminggu untuk mengerjakan skripsinya. Mr. P mengikuti seluruh proses pembuatan skripsinya dan bisa mengarahkan dengan baik. Hingga akhirnya Skripsi Mr. J selesai.

Jika saja Mr.P menjadi dosen penguji sidang skripsi Mr.J, saya yakin ia bisa membuatnya mati kutu dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Bukannya sombong, tapi memang sebanyak itu Mr.P tau tentang seluk beluk skripsi Mr.J.

Jika kalian bertanya apa inti dari cerita yang baru saja saya jelaskan. Berarti kalian harus kembali membaca dari awal tulisan ini.

Okey saya akan perjelas lagi. Ketika Mr.P membantu Mr.J pada cerita di atas. Ia masih dalam kondisi tidak lanjut mengerjakan skripsinya.

Coba bayangkan, kita sama-sama memiliki deadline yang sama, namun kamu lebih mendahulukan orang lain daripada dirimu sendiri.

Yah itulah Mr.P pada waktu itu, saya pernah bertanya mengapa ia mau melakukan demikian?

Lalu jawaban ia mengiyakan untuk membantu Mr.J adalah adalah ingin berusaha kembali mengumpulkan semangat untuk keluar dari titik jenuh.

Sebuah titik dimana perasaan kelam menyelimuti setiap harimu.

“Namun ternyata akhirnya saya menemukan titik terang. Tujuan saya mulai terlihat. Sembari membantu mengerjakan skripsi orang lain, semangat saya mulai berangsur kembali muncul. Dan jadilah saya kembali mengerjakan skripsi saya yang pernah hilang bagai ditelan bumi. Memang sedikit demi sedikit. Tapi lama-lama selesai juga kok. Saya berhasil menyerap semangat kawan saya itu.”

Jadi dari cerita Mr. P ini kita dapat mengambil suatu pelajaran bahwa dengan memberi maka kita juga akan mendapatkan sesuatu, entah apapun itu.

Baca Juga: Empati Masyarakat Terhadap Ambulans Lewat; Satu Hal yang Masih Meyakinkan Saya Hidup di Indonesia

Mungkin itu adalah satu dari sekian banyak cerita dibalik proses pengerjaan skripsi para mahasiswa. Dan saya percaya bahwa kendala yang banyak dialami mahasiswa adalah perihal semangat dan kadang cepat putus asa ketika menulis skripsinya.

Maka dari itu saya juga akan memberikan beberapa tips yang bisa memberikan mood booster agar skripsi sobat pejuang dapat segera terselesaikan.

Tempat Nyaman Skripsi Aman

Kerjakanlah skripsimu di tempat yang membuatmu merasa nyaman dan kondusif.

Bisa di kamar, ruang tamu, atau perpustakaan. Intinya tempat itu bisa membuatmu fokus dan tidak terdistrak oleh banyak hal.

Namun jika kamu bosan dengan suasana yang itu-itu saja, coba deh dengan memilih cafe yang cozy dan mendukung charger listrik serta memiliki menu makanan dan minuman yang enak sehingga dapat menaikkan mood kamu ya sobat pejuang.

Berkumpul Dengan Para Pejuang Skripsi

Berkumpul bersama dengan orang-orang yang semangat tentu akan sangat berguna lho. Mereka akan membuatmu termotivasi dan tak jarang mereka akan merangkul apabila kamu sudah mulai malas mengerjakan skripsi.

Berjanji

Berjanjilah pada orang-orang yang telah menaruh kepercayaannya padamu, bisa sahabat, orang tua, atau pasanganmu. Atau bahkan setidaknya berjanjilah pada dirimu sendiri. Berjanjilah bahwa kamu bisa menyelesaikan skripsi dan segera lulus.

Jangan jadikan janjimu sebagai beban, melainkan sebagai suatu tanggung jawab yang memang sudah seharusnya kamu lakukan.

Karena skripsi adalah suatu step dalam hidup yang harus dilalui oleh para mahasiswa, dan pada prosesnya akan ada banyak cara dan cerita. Akhir kata semoga kita tetap semangat untuk terus berjuang bersama.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.