Sisi-Sisi Pengguna Aplikasi Kencan; Menyenangkan Yang Kadang Disalahartikan

Sisi-Sisi Pengguna Aplikasi Kencan; Menyenangkan Yang Kadang Disalahartikan

Sisi-Sisi Pengguna Aplikasi Kencan; Menyenangkan Yang Kadang Disalahartikan

Tidak bisa dipungkiri bahwa memiliki pasangan adalah suatu kebanggaan tersendiri apalagi bisa “dipamerkan” ke kumpulan komplek, gank di kampus atau bahkan di lingkup kantor sekalipun. Berbagai cara yang dilakukan orang demi mendapatkan pasangan, salah satunya dengan mengunduh aplikasi kencan atau sering disebut dating apps.

Beberapa hari yang lalu, Thexandria berkesempatan mengajak Resky Ainun Juni (23) dan Wirandy (22) sebagai pengguna aktif dating apps untuk berbincang-bincang di studio mini Thexandria pada tanggal 24 Desember 2019.

Keisengan adalah landasan utama mereka ketika ditanya mengenai “Kenapa memtuskan untuk main dating apps?” Namun sedikit berbeda dengan Resky,ia mengatakan memang iseng pada awalnya—tapi di sisi lain, banyak benefit yang didapatkan, seperti; memperbanyak circle baru, makan gratis, nonton gratis dengan kenal cowok dari dating apps, katanya, dengan gayanya yang blak-blakan.

Wirandy juga menambahkan hal yang sama, namun bedanya—dia sendiri yang menawarkan untuk mengajak makan duluan. Selain itu, Wirandy juga menambahkan hadirnya ia di dating apps demi mencari konten untuk saluran YoTube pribadinya. Berlanjut ke pertanyaan “Kriteria apa saja yang membuat kalian swipe right?”

Dua-duanya kompak menjawab penampilan, penampilan yang bagus akan mendapatkan perhatian lebih untuk diswipe right, meskipun bagus dan baik itu relatif—mereka memerincikan bahwa sepatu adalah hal utama yang dilihat dari penampilan seseorang. Setelah penampilan—bio summary menjadi hal yang penting khususnya untuk Resky dalam mencari pasangan di aplikasi berkencan.

Dari keisengan tersebut, tak jarang mereka bisa melangkah ke jenjang pacaran—tergantung pribadi seperti apa yang dibutuhkan oleh masing-masing dating apps user. Dari yang berakhir indah hingga berakhir kandas.

Tak jarang pula yang membekas hingga dalam melupakan pun susah. Pengalaman buruk yang dialami Wirandy adalah diporotin oleh orang yang ditemui dari dating apps. Sedangkan Resky menambahkan, cowok-cowok yang ia kenal sering kali memandangnya dengan maksud “lain” ketika melihat penampilan Resky, tak jarang dengan nada yang melecehkan pula hingga mengajaknya “main” di hotel.

“This is my style, and I know the risk..

Aku nyaman dengan penampilanku, bukan memancing, tapi seringkali dianggap seperti.. ya.. you knowlah,” ungkapnya dengan nada yang serius kepada kami. “Nah, itu kan tadi hal buruknya, kalau hal-hal baik yang kalian dapatkan, apa aja tuh?”. Wirandy menjawab, sekadar kontak fisik tangan saja dia sudah senang.

“Penampilan aku yang biasa-biasa aja sampai ada yang mau genggam tanganku dan meluk di motor..” ia tersenyum. Sedangkan Resky menjawab, hal baiknya adalah bisa menjalin hubungan yang deep dari sebelumnya kalau dirasa tepat.

Dengan mengenal orang-orang baru dari aplikasi kencan tersebut—membuat Resky pribadi merasa lebih percaya diri. “Ngerasanya suka aja gitu, masuk sini ketemu ini ketemu itu—banyak teman, lebih confident aja kalau punya teman di mana-mana. Dan, dapat pelajaran dari pribadi yang berbeda-beda in a good way and a shit way, sih..”

Wirandy menambahkan di akhir percakapan kami, “nggak semua cowok kok ujung-ujungnya ngajak ketemu hanya untuk ngentot.” tegasnya, sambil melihat Resky dan menutup perbincangan.

Baca Juga: Dialog Tertulis, Berbagi Perspektif dengan Pelakon Seks Bebas: Seberapa Penting Sexual Consent Baginya?

Bisa dikatakan juga, sosial media layaknya pisau bermata dua—apalagi untuk dating apps, aplikasi yang digadang-gadang ampuh untuk mendapatkan pacar tak jarang disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Seperti pencemaran nama baik, kekerasan seksual verbally and physically, black mail, hingga pemerkosaan. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan—ada beberapa tips yang bisa Thexandria bagi untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi kencan:

  • Hindari berkirim foto atau video pribadi
  • Jangan membeberkan informasi diri terlalu banyak
  • Jangan lakukan transaksi berupa uang
  • Pilihlah tempat yang ramai jika bertemu
  • Beri tahu keluarga jika ingin menemui orang baru

Thexandria berharap, dengan terjadinya perbincangan bersama Wirandy dan Resky kemarin—bisa membuat pengetahuan kita lebih luas lagi perihal sisi-sisi dari pengguna aplikasi kencan.

Jika ingin mencoba aplikasi kencan juga tidak ada salahnya selama bisa menggunakannya dengan baik dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Thumbnail by: Al Fikrie

Share Artikel:

2 thoughts on “Sisi-Sisi Pengguna Aplikasi Kencan; Menyenangkan Yang Kadang Disalahartikan

Leave a Reply

Your email address will not be published.