Sepertinya Luka, Menghampirinya

Sepertinya Luka, Menghampirinya

Sepertinya Luka, Menghampirinya

Oleh Rizaldi Dolly

Pelepasan

Terlalu lama kita menghendap

Di balik bayang yang luput ketika malam

Seumpama gelas yang pernah pecah

Kita membalut retakan dengan penuh kebisuan

Orang-orang sibuk mempersiapkan hari sucinya, seumur hidup sekali

Kita sibuk menyusuri sungai yang kering kerontang

Diselubuk hati yang pernah dan masih terpatri

Kau menjelangnya, di angka lahir menuju tua

Kini apa yang kau cari dariku?

Apa yang kucari darimu?

Pelepasan

Diwaktu-waktu

Kita tak pernah lupa, bukan?

Diwaktu-waktu kita hanya mampu merenungi relung-relung kosong

Sedang perasaan itu mengembara ke pelosok masa lalu yang sulit lepas, terus membekas

Kita tak pernah lupa, bukan?

Saat dimana kau melihatku hancur dengan begitu terang

Matamu mengatup karna retina mu tak kuasa mencerna benderang

Kita juga tak lupa

Bagaimana hari itu tak ubahnya sebuah peperangan

Mulut kita adalah ancaman-ancaman

Serapah begitu menyisakan lebam-lebam

Yang sampai detik ini, demamnya tak hilang-hilang

Dengan Indah

Dan semua berhenti begitu saja

Lalu…

Diperpapasan yang tak pernah kita sengaja

Tanganmu memegang erat yang lain

Aku terasingkan karna Tuhan menghendaki gelas kaca yang lain

Satu per satu hari kupalingkan pada yang kemarin

Saat semuanya memang takkan pernah lagi sama

Kita sudah sepakat enggan

Berjalan berlawanan, memunggungi hilang, pelan-pelan

Disepanjang jalan, hanya kepala yang bersandar pasrah pada kaca

Disihir dengan pepohonan yang terlewati begitu cepat, 20 kilometer per jam

Kita hancur dengan indah

Baca Juga: 3 Keping Dalam Karma

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.