Sedikit Tentang Perminyakan dan Kenapa Itu Penting

Sedikit Tentang Perminyakan dan Kenapa Itu Penting

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Kehidupan manusia modern sangat dipengaruhi oleh minyak bumi yang notabene akan menjadi bahan bakar setelah melalui proses pengolahan.

Minyak bumi merupakan suatu cairan berwarna hitam dan kental yang berasal dari dalam perut bumi. Betapa pentingnya peran minyak bumi dalam kehidupan modern dapat dibuktikan bahwa ketiadaannya yang dapat menghentikan kita untuk bekerja, dan beraktivitas, serta berkehidupan sehari-hari.

Gak percaya?

Coba deh tanya sama si mbah gogle apa saja produk olahan minyak bumi, selain bahan bakar ya tentunya.

Banyak. Banyak banget malahan.

Kita sudah sama-sama tau bahwa bahan bakar kita yang berasal dari produk minyak bumi adalah bensin. Namun perlu disadari pula bahwa bahan bakar yang kita butuhkan tidak hanya untuk kendaraan tetapi termasuk yang diperuntukan bagi industri dan juga rumah tangga.

Dan juga pemanfaatan minyak bumi ini berhubungan erat dengan perkembangan kehidupan manusia. Dikarenakan banyaknya produk bahan yang dihasilkan industri dengan menggunakan minyak bumi.

Contoh beberapa produk yang dihasilkan dari minyak bumi digolongkan dalam kategori, plastik, serat sintetis, karet yang sintetis, pestisita, detergen, pelarut, pupuk, lilin, aspal, obat dan beberapa vitamin juga memanfaatkan minyak bumi.

Jika dikalkulasikan hampir semua produk yang digunakan untuk kehidupan manusia dibuat berdasarkan bahan baku dari minyak bumi.

Maka tak heran jika pemanfaatan dari minyak bumi ini juga yang membantu kehidupan manusia dalam melakukan banyak aktivitas sehingga manfaat minyak bumi dan sudah tak terhitung lagi.

Dilansir dari wartaekonomi.co.id kebutuhan minyak mentah nasional saat ini mencapai 1,8 juta bph (barel per hari), sedangkan berdasarkan data Trading Economic per Agustus 2019 produksi minyak bumi Indonesia berada pada angka 659 ribu bph. Jika dibandingkan dengan sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu jelas angka tersebut makin sedikit. Pada tahun 2000, produksi minyak bumi Indonesia masih berada di kisaran 1,5 juta bph, kemudian pada tahun 2010 menjadi 1 juta bph.

Maka sudah sewajarnya kita bertanya apabila penurunan produksi terus terjadi dan kebutuhan semakin meningkat maka apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi itu semua?

Baca Juga: Let’s Be Honest Here, #100haripemerintahanjokowi Impresif Soal Pembangunan, “Ngeselin” di Bidang Hukum dan HAM!

Untuk di Indonesia sendiri telah menerapkan B30, yang artinya bahan bakar campuran dari olahan minyak bumi dan non fosil atau sawit dengan perbandingan 70/30. Memang B30 hanya bisa diterapkan untuk solar. Diluar dari kontroversi sawit namun ini merupakan suatu langkah yang telah dilakukan pemerintah sebagai upaya memenuhi kebutuhan bahan bakar energi dan ketergantungan terhadap energi fosil.

Disamping itu proses eksplorasi yang perlu dan sedang diupayakan sebagai usaha untuk menambah cadangan migas. Pengeboran sumur baru, Eor, dan ditunjang dengan perluasan kilang produksi. Serta perlunya dukungan penuh terhadap energi terbarukan.

Maka dari itu diperlukan adanya pengetahuan lebih tentang minyak bumi yang harus diberikan kepada masyarakat, mengingat bahwa minyak bumi adalah bagian dari sumber energi yang bisa dibilang tidak dapat diperbaharui. Saya katakan demikian karena sebenarnya bisa diperbaharui tetapi akan memakan waktu jutaan tahun berdasar pada teori pembentukan minyak bumi secara organik.

Kita semua perlu sadar akan pentingnya pengendalian pemanfaatan dari minyak bumi sehingga kebutuhan tidak terlalu meningkat. Mengingat penggunaannya yang cukup tinggi pun pemanfaatannya yang sangat luas maka tak heran perlu adanya pembatasan dan inovasi baru sehingga krisis energi dapat diatasi dan kemandirian energi dapat terealisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.