Santai Sejenak; Kuaci yang Seharusnya Menjadi Hidangan Wajib Saat Lebaran

Hidangan Lebaran

Santai Sejenak; Kuaci yang Seharusnya Menjadi Hidangan Wajib Saat Lebaran

Penulis Dyas BP | Editor Rizaldi Dolly

Kuaci akan menjadi makanan yang merakyat

Thexandria.comBaju baru Alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya, tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama~

Idul Fitri tinggal menghitung hari saja setelah melewati Ramadhan yang begitu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan beberapa masyarakat harus mengurungkan niatnya untuk mudik atau pulang kampung sesuai dengan himbauan pemerintah. Tentu, kerinduan yang mendalam pada momen lebaran yang identik dengan kumpul-kumpul keluarga besar akan sangat terasa.

Teruntuk mereka yang kekeuh untuk tidak mudik pasti telah memikirkan matang dampak yang akan disebabkan apabila ia nekat mudik. Kerelaan yang sangat pantas diganjar dengan predikat “bijaksana” bagi mereka karena lebih mementingkan keselamatan dan kesehatan keluarga di kampung halaman.

Bagi yang anggota keluarganya tidak ada yang merantau tentu menjadi sebuah anugerah tersendiri. Dimana pada momen Idul Fitri ini dapat berkumpul dengan lengkap dan saling merefleksikan diri dengan saling bermaaf-maafan. Dengan harapan dapat membersihkan diri dari beberapa konflik internal yang terkadang kesannya sepele—tak sengaja menumpahkan kolak yang berakhir adu mulut sama kakak, dimarahin emak karena puasa tidur mulu, atau bahkan diamuk bapak karena ketahuan merokok saat puasa.

Selain itu kurang rasanya apabila tak membahas soal hidangan yang dihadirkan saat lebaran. Karena di tahun-tahun sebelumnya saat berkunjung ke rumah keluarga, kerabat atau tetangga, barang pasti yang menjadi objek pertanyaan adalah santapan yang dihidangkan. Meskipun beberapa hidangan tersebut juga bisa dibuat pada hari-hari biasa, namun ke-sakralan Idul Fitri membuat opor ayam, ketupat, hingga nastar tak mampu dipisahkan.

Cukup bersyukur melihat nastar dan ketupat mendapatkan branding khusus seperti itu. Dengan mendengar kata nastar dan ketupat saja hati rasanya sangat tenang dengan membayangkan Idul Fitri dengan kegiatan kumpul keluarga besar-nya. Meskipun tak jarang sebuah lelucon populer terkait lebaran ini benar-benar terjadi—sudah berapa kali kalian menemukan kaleng biskuit yang dalamnya rengginang atau rempeyek?

Tetapi seiring bertambahnya usia, banyak kudapan yang memang dikurangi intensitas konsumsinya saat lebaran dengan alasan kesehatan. Sering terdengar celetukan semacam:

“Sorry, aku makan nastarnya 3 biji aja ya, takut diabetes.”

“Enak banget empingnya, tapi dikit aja deh ntar asam urat kambuh.”

“Mohon maaf pakdhe, tadi udah makan ketupat 2 piring di tetangga, takut obesitas.”

Lalu, daripada menjadikan nastar sebagai barometer utama hidangan kue wajib saat lebaran mengapa tak mencari alternatif lain yang kiranya lebih sehat—meskipun pada dasarnya apapun makanannya minumnya teh botol soshum jika dikonsumsi berlebihan akan tidak baik bagi kesehatan dan dompet.

Salah satu alternatif yang bisa dihidangkan adalah kuaci. Iya, kuaci, bukan kuasa. Kalau kuasa mah susah habisnya, apalagi bagi mereka yang ber-kuasa.

Oke, kembali lagi mengapa kuaci patut dijadikan referensi baru dalam daftar hidangan wajib yang ditampilkan di dalam toples saat lebaran. The first important thing you should know yaitu kuaci merupakan salah satu camilan ringan jenis biji-bijian yang asal-usulnya dari biji semangka, biji waluh dan biji bunga matahari. Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya mengkonsumsi kuaci yang berasal dari biji bunga matahari. Pada prosesnya biji-bijian tersebut dikeringkan, diasinkan hingga penyangraian yang meningkatkan daya awetnya.

Lalu, manfaat kuaci bagi kesehatan begitu besar apabila dibanding nastar yang syarat akan gula dan lemak. Dari beberapa penelitian dalam ilmu gizi ditemukan bahwa kuaci mengandung selenium yang berguna mencegah kanker dan magnesium-kalsium yang kandungannya bermanfaat bagi kesehatan tulang.

Magnesium sendiri juga dinilai mampu menciptakan perasaan senang pada diri seseorang. Senyawa yang terkandung dalam magnesium kerap dipercaya dapat menjadi salah satu obat terapi penyakit mental untuk pasien yang merasa depresi. Pantas saja Hamtaro (sebuah karakter animasi Hamster asal Jepang) terlihat selalu ceria, karena dia sangat menyukai biji bunga matahari alias kuaci.

Bahkan jika menelisik lebih luas lagi, manfaat kuaci bagi kesehatan tidak hanya sebatas apa yang dijabarkan sebelumnya.

Lebaran
Gambar hanya ilustrasi

Dari aspek sosial, kuaci akan menjadi makanan yang merakyat dan mempererat tali persaudaraan dalam balutan silaturahmi. Ketika salah seorang sahabat lama bertandang ke rumah, akan sangat tepat memilih kuaci sebagai pendamping obrolan. Memakan kuaci tentu membutuhkan effort yang cukup besar dengan mengupas dahulu kulitnya. Proses tersebut menghasilkan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan memakan nastar yang “tinggal lep”.

Baca Juga: Kenapa Kita Harus Bersyukur Superhero DC & Marvel Bukan dari Indonesia

Terlepas dari teknik memakan kuaci yang setelah mengupas langsung dimakan atau mengupas dan mengumpulkan dalam jumlah banyak lalu dimakan, obrolan saat makan kuaci akan melebar dengan sendirinya. Jika dibandingkan memakan nastar yang sangat singkat, terbangunnnya percakapan dengan durasi waktu yang lebih panjang saat bercengkrama dengan kuaci tentu akan lebih berkualitas.

Ditambah oleh rasa asin khas kuaci yang bikin nagih dan kadang membuat penikmatnya tak sadar sudah menghabiskan ratusan biji kuaci. Mungkin juga bisa terbuai dalam obrolan yang asyik sembari mengkonsumsi kuaci hingga lupa waktu, selesai ngobrol taunya udah ganti presiden. Nah lho.

Setelah membaca artikel ini kami harap kalian menyiapkan kuaci ya di rumah untuk lebaran tahun ini. Jangan lupa tag Instagram kami di story dan jelasin kalau inspirasinya datang dari artikel ini.

WKWKWKWK GA KOK, BECANDA DOANG!

Btw, kami segenap staff redaksi dan internal affairs Thexandria.com mau ngucapin maaf lahir bathin ya kepada para pembaca. Jika selama ini ada artikel atau perbuatan kami yang menyinggung mohon dimaafkan. Semoga kita bisa bertemu lagi di lebaran tahun depan. Aamiin.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.