Saling Memeluk di Dalam Pilu Membiru Experience

Saling Memeluk di Dalam Pilu Membiru Experience

Saling Memeluk di Dalam Pilu Membiru Experience

Penulis Suci Jayanti Tadjri | Editor Rizaldi Dolly

Pilu Membiru Experience—layaknya sebuah ‘mantra’ bagi para pejuang hidup.

Thexandria.comTak ada yang selembut sikapmu

Hanya lautanTak tergantikan, oh

Walau kita tak lagi saling

Menyapa

Penggalan lirik dari lagu Pilu Membiru selalu berhasil membuat hati saya terenyuh setiap mendengarnya. Lagu yang dirilis oleh Kunto Aji, September tahun 2018 lalu dalam albumnya yang berjudul Mantra-mantra memang selayaknya ‘mantra’ untuk beberapa orang yang terhubung dengan lagu tersebut.

Tepat seminggu yang lalu, Kunto Aji mengemas ulang salah satu lagu di album Mantra-mantra yaitu Pilu Membiru dengan merilis album Pilu Membiru Experience. Mas Kun, panggilan akrabnya—mengumpulkan tiga penggemar yang merasa terhubung dengan lagu Pilu Membiru, yaitu Dede Yulia, Natasha Anggraini, dan Rama Faishal.

Baca Juga Reality Club-2112 Music Video; Balada Mendalam Kisah yang Tak Berakhir Indah

Album yang berisikan satu lagu Pilu Membiru, Prolog pertama dari Kunto Aji, Prolog kedua dari Adjie Santosoputro sebagai praktisi pemulihan batin, dan ketiga prolog dari Dede, Natasha, dan Rama yang disuarakan oleh Najwa Shihab, Nadin Amizah, dan Iqbaal Ramadhan, lalu ditutup dengan Kontemplasi.

“Setiap orang pernah yang namanya merasa kehilangan, beberapa orang melewatinya dengan penuh perjuangan..” mulai Kunto Aji di prolog 1.

“Dengan melonggarkan mengharuskan hidup agar sesuai ingin, akan memperluas ruang kita untuk menerima kenyataan..”  lembut, ucap Adjie di prolog 2.

“Lagu ini membuat saya teringat akan sosok ibu yang belum sempat saya lihat dari semenjak saya lahir sampai sekarang, masih banyak yang belum saya lakukan untuk ibu saya..” – Dede Yulia

“Lirik ‘masih banyak yang belum sempat aku sampaikan padamu’ membuat wajah meraka yang sudah pergi muncul satu persatu, menyerang dan merembet kemana-mana..” – Natasha Anggraini

“Ada perasaan hampa yang berlangsung cukup lama, yang menguras eneregi dan terus bersinggungan dengan semua memori saya..” – Rama Faishal

Di hari yang sama, Kunto Aji juga merilis satu video di Youtube berjudul Pilu Membiru Experience. Terlihat video bernuansa hitam putih divisualisasi dengan hadirnya Dede, Natasha, dan Rama yang tengah berbincang dengan Adjie—meluapkan isi hati mereka.

Baca Juga Peradaban dari .Feast, Membuat Saya Menyelami Konsep ‘Anarki’

Mulai dari rasa sepi yang teramat dalam, kenangan pada sosok ibu yang belum pernah ditemui, hingga hati yang terluka saat kehilangan sang kekasih pada tsunami di Banten lalu.

Selesainya berbincang dengan Adji, mata mereka ditutup dengan kain hitam hingga akhirnya dibuka kembali dan sudah hadir Kunto Aji di depan mereka, Pilu Membiru pun terlantun sendu—mereka tersedu.

Akhirnya aku lihat lagi

Akhirnya aku temui

Oh

Tercekat lidahku..

Nuansa hitam putih di video tersebut menambah kesan sendu, disisipi kisah masing-masing pencerita juga foto-foto kenangan dengan orang terkasih—membuat lekukan senyum di  bibir juga tangis secara bersamaan.

“Mah, terima kasih telah melahirkan aku. Aku yang masih berjalan sendiri merespon bentuk bahagia, aku yang kini fasih memikul rasa sedih dan kecewa, aku yang terus menyamankan diri dari cara takdir membagikan ilmu ikhlasnya.” – Dede Yulia

“Terima kasih kalian untuk semua pengalaman memori dan cerita uniknya, aku sayang kalian terlepas apapun yang terjadi. Kini datang dan kembali dari damai dalam hati.” – Natasha Anggraini

“Untuk almarhumah Tia, terima kasih sudah hadir dan memberikan pengalaman yang nggak semua orang bisa ngerasain. Kenal dan jadi teman baik, saling belajar berbagi manfaat, kadang sesekalipun saling bertukar kesalahan—kesalahan yang terus melembut jika dikenang.” – Rama Faishal

Baca Juga: KAPITAL di Balikpapan Berdistorsi; Sebuah Monumen telah Berdiri

Emosi saya semakin diaduk-aduk ketika memasuki bridge yang berisi lirik “Masih banyak yang belum sempat aku sampaikan padamu..” lirih dinyanyikan oleh Mas Kun—isak tangis pun tidak terbendung.

Bukan hanya bagi Dede, Natasha dan Rama, tapi lagu ini, experience ini—menyimpan ketakutan-ketakutan akan suatu saat saya pasti ditinggalkan dan masih banyak hal-hal yang belum disampaikan. Belum pernah saya tidak menangis ketika mendengarkan lagu ini, kalau boleh jujur.

Dengan mengudaranya konsep yang terbilang baru bagi para musisi juga aransemen baru yang menyayat hati; Kunto Aji berhasil menjangkau pendengarnya jauh lebih dalam melalui Pilu Membiru Experience—layaknya sebuah ‘mantra’ bagi para pejuang hidup, untuk saling memeluk dan menguatkan—mengingat bahwa kita tidak sendirian.

Sumber Foto: Kunto Aji

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.