Rover Perserverance 2020: Robot Peneliti NASA Akan Sampai Di Mars Dalam 100 Hari

Rover Perserverance NASA Misi Mars 2020

Rover Perserverance 2020: Robot Peneliti NASA Akan Sampai Di Mars Dalam 100 Hari

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Tujuan utama Perseverance di Mars adalah astrobiologi

Thexandria.com – Luar angkasa memang menyimpan segudang misteri yang selalu asyik untuk dibicarakan. Apalagi bicara tentang planet mars. Penyelidikan dalam beberapa tahun terahkhir terus dilakukan demi mencari tahu adanya kehidupan di planet merah tersebut pada masa lampau. Dan tentunya proyek ambisius untuk memberangkatkan manusia ke mars.

Rover terbaru yang dikirim ke Planet Mars adalah Perseverance yang diluncurkan tanggal 30 Juli 2020 yang lalu, bebentuk mobil yang berjalan di darat dan memiliki enam roda. NASA sudah beberapa kali mendaratkan rover ke Mars, namun Perseverance adalah yang terbesar, terberat dan tercanggih.

Ia akan mengebor beberapa centimeter kebawah permukaan mars, kemudian sampel yang dianggap paling bagus dimasukkan ke kontainer. Lalu, kontainer ini akan ditinggalkan di permukaan Mars untuk diambil kembali oleh misi ke Mars selanjutnya.

Dalam misi Mars 2020 hanya kurang dari 100 hari, dan 268 juta kilometer, atau 8.640.000 detik yang memisahkan robot canggih penjelajah Mars bernama Rover Perseverance milik NASA untuk sampai dan mendarat ke Kawah Jezero di Planet Mars. Area seluas 45 km ini dipercaya kalau dulunya merupakan sebuah danau atau delta sungai.

Dalam laman resmi NASA diperkirakan pendaratan Perseverance di Mars akan terjadi pada 18 Februari 2021 setelah sukses diterbangkan mengunakan roket Atlas V milik United Luanch Alliance dari Cape Canaveral Air Force Station di Florida, Amerika Serikat pada kamis 30 Juli 2020 lalu.

Tujuan utama Rover Perseverance di Mars adalah astrobiologi, robot canggih beroda enam ini bertugas menjelajahi kawah Jezero yang diyakini sebagai situs danau atau delta di Mars miliaran tahun silam, termasuk pencarian tanda-tanda kehidupan mikroba purba. Penjelajah akan mencirikan geologi planet dan iklim masa lalu, membuka jalan bagi eksplorasi manusia di Planet Mars, dan menjadi misi pertama untuk mengumpulkan dan menyimpan pecahan batu dan debu dari planet Mars.

Semua penelitian ini diperlukan untuk pemahaman mengenai luar angkasa yang lebih mendalam terutama planet mars, yang diproyeksikan NASA akan dibangun koloni manusia pada masa mendatang. Maka dari itu persiapan, pengetahuan, perjalanan, kelayakan, dan sebagainya akan dipersiapkan sebaik mungkin, demi tercapainya misi ambisius tersebut.

Diketahui simulasi pendaratan Rover Perseverance di Mars berhasil dilaksanakan dengan baik pada 29 oktober 2020. Sementara pada 16 novembar nanti mereka akan melakukan simulasi penjelajahan permukaan mars serta simulasi pengambilan sampel. Hingga kini NASA terus memantau seluruh sistem dan kondisi perjalanan Perseverance ke Mars agar berjalan dengan baik dan sampai tepat waktu di Planet Mars pada 18 Februari 2021.

Rover Perserverance NASA Project Mars 2020
Rover Perserverance NASA Project Mars 2020

Misi selanjutnya, yang saat ini sedang dipertimbangkan oleh NASA adalah bekerja sama dengan ESA (Badan Antariksa Eropa), memenuhi rencana mengirim pesawat ruang angkasa ke Mars untuk mengumpulkan sampel ini dari permukaan dan mengembalikannya ke Bumi untuk dilakukan analisis secara mendalam.

Rencana Ambisius Membangun Koloni di Planet Mars

Berpuluh tahun silam sejak saat paling bersejarah bagi NASA, di mana misi Apollo 11 berhasil mendaratkan manusia di Bulan untuk pertama kalinya. Kini, rencana NASA untuk mendaratkan manusia ke permukaan Bulan pada 2024 disebut dengan nama program Artemis.

NASA Administrator Jim Bridenstine mengungkapkan sepanjang sejarah kita, orang-orang selalu menjelajahi dunia di sekitar mereka untuk menemukan yang tidak diketahui, menemukan sumber daya baru, memperluas kehadiran mereka, dan meningkatkan keberadaan mereka.

Baca Juga Kilasan Sejarah Oeang Republik Indonesia: ORI Mata Uang Pertama Milik Negeri

Dorongan primordial ini, imbuhnya, terus berlanjut dalam diri kita hari ini, mendorong umat manusia untuk mengatasi apa yang sebelumnya kita anggap mustahil dan mendorong batas kita melampaui batas terestrial dan lebih jauh ke alam semesta.

Maka dari itu NASA memiliki agenda besar untuk kembali ke Bulan pada 2024 dan melakukannya secara berkelanjutan pada akhir dekade ini. Proyeksi mereka dengan program Artemis serta misi ambisius untuk mengirim manusia dan melakukan eksplorasi ke Mars yang dibuka dengan pemberangkatan Rover Perseverance. Semua itu nantinya akan memberikan manusia pengalaman hidup di dunia lain. Pengetahuan akan luar angkasa yang lebih luas dan mendalam.

Bisa saja suatu saat nanti pembangunan koloni manusia di mars dapat terjadi dengan semua lompatan sejarah pencapaian manusia dalam bidang antariksa hingga saat ini.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.