Rangkaian Puisi; Tentang Kilasanku di Dunia

Rangkaian Puisi; Tentang Kilasanku di Dunia

Oleh Adi Perdiana

Kepada Puan

Di atas garis mata lihat busur tujuh warna

Putih dalam putih lebih-lebih melati

Tiba Angin sepoi meniup hidup roh aksara

Sampai pena tua bisa bertemu tinta lagi

Pertemuan dan Nostalgia di 1 jam bersama

Tak banyak kata, tak sedikit estetikanya

Di bawah sang purnama, Coba gores satu kata

Gali lagi tiap kilap kenang kita

Ternyata rasa itu muncul juga

Tak kau tapi dia

Lalu ingat dia hanya keping sandiwara

Sedang ingat juga kau realita

Kini kau penghidup mimpi

Berjalan tak kenal mundur roda

Sedang roda naik turun juga

Entah aku lupa cara hidup diatasnya

Kini kau realita

Sedang aku realita

Bersama di bawah langit yang ini

Bersama di atas tanah yang ini

Tanggung jawab kau yang telah bawa pergi hati ini.

10 Malam

Kaki mungil si Musang jalannya rintih

Di atas kabel listrik tegangan tinggi

Di bawah sinar bulan purnama kala itu

Si sepantaran kumenatap

Bayangnya lihai manari-nari

Menyusuri lilitan tembaga dibungkus rapi

Berjinjit-jinjit ia menapaki

Pohon indah berkalung lilit tembaga

Hal indah kini berselimut durja

Ini salahku ku menerka

Musang berkata tak soal kau jua dia, ini salahku lahir ke dunia.

Setengah Mimpi

Cerita hidupku, aku mengharu

Rasa di rasa, tak pernah baiknya

Sekali lagi aku menduga

Intuisi hati telah pergi

Meninggalkan hati serta raga

Aku menjerit di alam mimpi

Aku takut di hidup nyata

Mengira lebih baik itu mati

Di tengah keheningan malam jeritanku tak bersuara

Betapa kagetnya melihat sayap-sayap bersua.

Baca Juga: Perempuan Berdarah Bali

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.