Raelianisme, Sebuah Agama yang Wajib Masuk ke dalam List Pengetahuanmu

Raelianesme, Agama Raelian

Raelianisme, Sebuah Agama yang Wajib Masuk ke dalam List Pengetahuanmu

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

Agama ini dipimpin oleh Claude Vorilhon (Rael)

Thexandria.com – Agama merupakan salah satu alasan peradaban manusia tercipta. Meskipun ada kemungkinan yang paling mungkin, yaitu, agama merupakan satu-satunya alasan peradaban dunia tercipta.

Agama menghadirkan keteraturan didalam ketidakteraturan, dengan sumbangsih besar moralitas untuk laku hidup manusia. Apapun itu, agama sejatinya selalu menganjurkan kebaikan-kebaikan.

Menurut sebuah perhitungan, terdapat kurang lebih 4.200 agama di dunia ini. Dan seperti yang kita ketahui, agama Kristen dan Islam merupakan agama dengan jumlah pemeluk terbesar di dunia, disusul kemudian oleh Hindu, Buddha, Yahudi, Majusi, dan lain-lain.

Baca Juga Tradisi Ritual di Indonesia: Dari Unik Sampai Menyeramkan

Karena sebetulnya jumlah agama di dunia ini sangat banyak, tentu tak semua agama cukup familiar di telinga kita, tak terkecuali—Raelianisme.

Agama Raelian

Raelian mengakui para nabi agama Abrahamik seperti, Musa, Buddha, Yesus, dan Muhammad. Para raelian mengikuti ajaran ini tanpa campur tangan orang lain (dalam agama pada umummya disebut sebagai pendakwah, pengkotbah, dll), para pengikut Raelian, mengaku mencari kebenaran melalui pembelajaran sejarah-sejarah umat manusia, bukti-bukti artefak, filosofi-filosofi kuno, kebanyakan dari pengikut ini mendapatkan informasi tentang kebenaran masa lalu melalui media Internet, dan mengikuti agama ini melalui kesadaran mereka sendiri.

Raelian diisukan sebagai freemansory dalam bentuk buddhisme, juga sering disebut sekte UFO, para skeptisme kelompok ini menyebut agama ini sebagai sekte zaman akhir. Tetapi merujuk pada buku “Intelegent Design”, Raelian adalah pencerah bagi agama-agama primitif yang mempercayai hal-hal gaib atau hal-hal supranatural secara buta tanpa proses saintifikasi.

Raelian juga percaya bahwa Rael adalah nabi terakhir di bumi yang menerangkan tentang identitas Tuhan Yahudi, membangun kehidupan suci maitreya, membangun surga di bumi.

Raelian mengklaim bahwa agamanya mengajarkan cinta kasih universal (amanat maitreya), pemerintahan berdasarkan intelegensi dan kehidupan masa depan dengan teknologi (genocracy), serta mencintai diri sendiri. Larangan dalam kelompok ini adalah dilarang minum-minuman yang mengandung alkohol, kafeina, juga dilarang menggunakan/memakai rokok dan obat-obatan karena bisa merusak struktur DNA dalam tubuh.

Kepercayaan Raelian

Claude Vorilhon
Claude Vorilhon

Agama Raelian dipimpin oleh Claude Vorilhon (Rael), seorang mantan jurnalis mobil balap, dan mantan penyanyi Prancis. Raelians mempercayai adanya Elohim (Para ilmuwan dari planet lain), yaitu sekelompok extraterrestrials (makhluk cerdas dari luar angkasa) yang membuat kehidupan di bumi. Raelians adalah para individualis yang percaya pada penentuan nasib sendiri dan tidak mempercayai takdir.

Raelian menganjurkan etika universal dan dunia yang damai, raelian percaya bahwa nasib dunia akan lebih baik jika para orang-orang genius mendapatkan hak paling istimewa dalam pemerintahan.

Sebagai penganut paham “Ada kehidupan di angkasa luar”, raelian berharap para ilmuwan dari umat manusia akan mengikuti jejak “Elohim”, yaitu menjelajah angkasa sampai pada level kosmos dan membuat kehidupan di planet lain. Raelian yakin dan percaya bahwa Kebangkitan Jesus Christ adalah melalui proses sains kloning (dengan teknik memory transfer) oleh “Elohim” versi mereka.

Elohim Versi Raelian dan Asal-usul Peradaban

Claude Vorilhon (Rael) pada 13 Desember 1973, dalam buku ‘Intelligent Design’, mengisahkan bahwa dirinya bertemu dengan pesawat UFO di Puy de Lassolas, di pegunungan volcano di ibu kota Auvergne, Prancis. Seseorang di dalam pesawat luar angkasa tersebut bernama Yahweh yang berumur 25,000 tahun, yang menyerupai tubuh dan berwajah manusia dengan tinggi seperti orang Asia mengatakan bahwa Elohim adalah nama yang diberikan oleh masyarakat bumi pada zaman dulu, saat masyarakat bumi masih primitif, yang arti aslinya adalah “Mereka yang datang dari langit”, Yahweh (Pemimpin Elohim) menjelaskan bahwa bumi sebenarnya tidak mempunyai kehidupan, hanya dengan kabut dan laut saja, tetapi kemudian Elohim datang, memudarkan kabut dan membiarkan laut tersinari matahari, lalu mereka membuat benua dan membuat global ekosistem.

Solar astronomy, terraformation, nanoteknologi, dan rekayasa genetika digunakan oleh Elohim untuk membuat segala macam bentuk kehidupan di bumi. Dinosaurus, manusia purba, dan spesies masa lampau adalah proyek percobaan yang dibuat Elohim, lalu dihancurkan kembali oleh super-nuklir dan membuat benua terbelah dan spesies punah.

Yahweh (Pemimpin Elohim) kemudian merencanakan pembuatan Taman Eden, sebuah laboratorium raksasa berbasis tatanan benua. Elohim merencanakan penciptaan manusia sempurna pertama menurut citra mereka dan menyempurnakan ciptaan prototype sebelumnya (manusia-manusia purba) juga spesies-spesies sebelum penghancuran.

Rekayasa manusia pertama adalah Adam dan Eve (Hawa), setelah proses penciptaan, kemudian manusia pada zamannya telah diajari oleh Elohim berbagai ilmu.

Karena Elohim terlalu sayang dengan ciptaannya, akibatnya manusia menjadi cerdas tetapi tidak mempunyai etika dan para Elohim lainnya takut jika manusia yang tidak mempunyai etika dan telah mengetahui segala pengetahuan, nantinya akan merusak kehidupan dan tatanan alam semesta.

Kemudian Yahweh merencanakan penghancuran massal, kejadian ini berlangsung ketika Noah (Nuh) ditunjuk untuk membuat kapal, yaitu sebuah pesawat luar angkasa yang menyimpan bermacam-macam DNA yang nantinya akan digunakan untuk menciptakan kembali semua makhluk hidup dibumi.

Yahweh juga memberi tahu kepada rael bahwa Menara Babel (menara era Kerajaan Babilonia) adalah sebuah roket yang akan digunakan manusia untuk melakukan perjalanan ke planet Elohim.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.