Puisi Trilogi Dirangkai Oleh Dyas BP

Puisi Trilogi Dirangkai Oleh Dyas BP

Pusi tak pernah berhenti berharap, walaupun bias melebur dalam harapan.

Oleh Dyas BP

Kagum Ku

Kamu

Sebuah nama yang selalu ingin ku hadirkan kala aku terpejam

Kala raga ini tlah kalah oleh semusim rasa lelah

Namun terkadang takdir berwatak kejam

Diterimanya kamu dalam nyataku hanya untuk sebatas rasa terpendam

Namun aku tak akan dendam

Karena itu sebatas pernah terjadi sebagai aku yang pengagum

Memang kamu hanyalah karya-Nya yang terpandang indah walau kasat mata

Namun aku selalu bersandiwara kelak akan berhadapan dengan pelukmu

Ah, bodoh bersanding dengan sebuah hasrat yang kusebut khayalan

Itulah yang sering aku kerjakan di sadarnya fikirku

Karena kamu tak hanya yang kuinginkan

Lebih juga kuimpikan

Hingga akhirnya

Izinkan aku menintakanmu sebagai sebuah puisi

Tak istimewa, namun kelak terlihat indah

Inilah karyaku, tentang kamu, karya-Nya

Kau Datang

Tiada dimensi yang lebih indah dari saat aku bernafas bersama mu

Hidup ku adalah sejarah terbaik saat berdiri tegak bersama mu

Menjadikan wanita paling aman di dunia tetap pada diri mu

Karena darah mengalir dengan indahnya saat berada di peluk mu

Kini, ufuk tetap menjadikan timur sebagai sisi indah sang mentari beranjak

Dan lautan tetap memainkan perannya sebagai pendominasi isi bumi ini

Insan dunia tetaplah pada takdir yang menjadi kitab rahasia-Nya

Pun kita dulu tercatat sebagai makhluk yang pernah memutar roda kebahagiaan bersama

Terima kasih, indah bersama mu tetap lah sejarah dan takdir terindah yang pernah Tuhan hembuskan ke dunia ini

Baca Juga: Aku dan November

Kau Pergi

Siapakah aku kala bersembunyi di balik semunya senyum

Kuharap itu bukan aku yang terenyah oleh sebuah pisah

Pisah yang menjauhkan aku dari indahnya kisah

Dan tepat juga senyum ku sering mementaskan sejuta drama

Lebih ingin mendongengkanmu sebagai doa sebelum pejamku

Namun, waktu dan takdir sangatlah mengerti betapa indahnya kita

Kita dikamuskan sebagai indahnya perpisahan

Aku selalu ingin mengenang semua

Semua yang melarutkan kita menjadi satu

Satu hati, satu senyum dan satu perpisahan

Mungkin tatkala itu semua tlah terhilang dari ingatan

Kuharap hidup ini tak bernisankan sebuah ke-sia-sia-an

Mungkin hanya tersendat oleh indahnya waktu kita yang biasa kusebut,

kenangan.

Sumber Foto: gurugurukehidupan.wordpress.com

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.