PPU Sambut IKN dengan Mega Proyek dan Golongan Muda yang Harus Adaptif

PPU Sambut IKN dengan Mega Proyek

PPU Sambut IKN dengan Mega Proyek dan Golongan Muda yang Harus Adaptif

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

Yang Muda Harus Ikut Memantaskan Diri

Thexandria.com – Selayaknya sebuah wilayah yang ditunjuk menjadi calon Ibu Kota Negara, Kabupaten Penajam Paser Utara pasti tengah dan akan terus menjadi spotlight tidak hanya daerah-daerah lain di Indonesia, namun juga negara-negara sahabat.

Dan sebagaimana pula bila kita menjadi pusat perhatian, menampilkan look yang terbaik sudah semestinya menjadi keharusan.

Therefore, Kabupaten Penajam Paser Utara, kini tengah mempersiapkan mega proyek untuk menyambut ihwal pemindahan Ibu Kota Negara.

Secara jujur, Kabupaten PPU sejauh ini belum memiliki ikon atau landmark wilayah yang kuat. Meskipun, disisi lain, wilayah yang dulunya adalah hasil dari pemekaran ini, telah menunjukan progresifitas yang cukup baik di bidang pembangunan maupun SDM-nya.

Baca Juga Mau Jadi Bos SPBU Mini Pertashop? Pertamina Terus Buka Peluang Mitra

Berbicara mengenai ikon atau landmark, selain daripada arah untuk the best preparation for new era—-nantinya, landmark juga akan menjadi daya tarik bagi pengunjung dari luar.

Melalui pemimpinnya, yang juga diketahui sebagai Bupati termuda di Indonesia, Abdul Gafur Mas’ud tengah menyiapkan “kepantasan” tersebut dengan mencanangkan tiga mega proyek.

Melansir dari nomorsatukaltim.com, adapun ketiga mega proyek tersebut adalah: Pertama, pembangunan Anjungan Pelabuhan Penyeberangan Speedboat dan kapal klotok. Kedua, Pembangunan Tower Setinggi 150 meter dan yang terakhir, pembangunan terowongan bawah laut.

“Kami akan membangun anjungan di kawasan pelabuhan penyeberangan dan sekitarnya untuk mempercantik wajah kabupaten,” ujar Bupati termuda itu mengutip dari nomorsatukaltim.com.

Sementara untuk areal pembangunannya, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara akan menggunakan lahan bekas kebakaran.

Untuk Kawasan pelabuhan penyeberangan speedboat dan klotok akan dibangun anjungan termasuk fasilitas umum seperti tempat parkir dan fasilitas umum lainnya.

Kawasan pelabuhan tersebut selama ini memang adalah pintu gerbang utama PPU, bagi masyarakat yang akan menuju ke Kabupaten Paser atau Kota Balikpapan, sehingga harus ditata dan dipercantik, agar elok dipandang serta yang terpenting menambah kenyamanan.

“Untuk pembangunan Anjungan ini sudah kita masukan di anggaran multiyears 2021 nanti,” ungkapnya, masih mengutip dari nomorsatukaltim.com.

Mega proyek lainnya yaitu pembangunan Tower setinggi 150 meter, dirancang akan di bangun di sekitar area islamic Center kabupaten PPU. “Ini sekaligus untuk menandakan bahwa IKN Baru berlokasi di PPU. Ini lebih tinggi dari Tugu Monumen Nasional (Monas) di Jakarta,” bebernya, Kamis (19/11/2020) malam.

Kemudian kabar yang tak kalah menariknya lagi, Yaitu rencana pembangunan terowongan bawah laut, yang akan menghubungkan pulau Balang ke Penajam. Diperkirakan kedalamannya 10 meter dan panjangnya mencapai 1 kilometer.

“Kalau terowongan bawah laut ini kita rencanakan pada 2022 mendatang. Pokoknya, Menyambut IKN Kita siapkan yang terbaik,” tambahnya.

Yang Muda Harus Ikut Memantaskan Diri

Gedung DPRD PPU
Gedung DPRD PPU

Bila nanti ketiga mega proyek ini berhasil dilaksanakan dengan baik. Dipastikan hal ini tidak hanya sekedar menjadi pride bagi warga PPU semata, namun Kaltim pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Sementara bagi sang Bupati sendiri, dalam kacamata Thexandria, langkah yang akan diambilnya ini akan menjadi sebuah legacy pembangunan yang berarti. Pun menambah pencapaian-pencapaiannya sebagai pengabdi masyarakat, belum lagi surplus track record positif di bidang politik.

Semoga saja, dengan adanya mega proyek ini, PPU tidak hanya membuat daerahnya menjadi modern city. Namun juga menjadi smart city yang tentu—harus dibarengi dengan konstruktivasi SDM masyarakatnya lebih jauh lagi. Khususnya kaum mudanya.

Jakarta, khususnya daerah selatan—yang sudah kental dengan budaya urbannya, memiliki karakteristik masyarakat golongan muda yang open minded, argumentatif, dan tidak lagi masgyul terhadap kritik.

Hal ini juga menjadi penting untuk masyarakat muda IKN baru dan Kaltim nantinya. Janganlah sampai, karakteristik urban tersebut tidak terlihat dan malah membuat kita (golongan muda Kaltim) merasa inferior terhadap golongan muda dari daerah lain.

Pemuda-pemudi IKN dan Kaltim, juga harus berbenah, memantaskan diri, dan mulai terbiasa dengan gelombang keterbukaan dunia—yang maaf—seringkali sangat sporadis.

Tinggalah kemudian seluruh elemen mengkonsolidasikan diri. Bila pemerintah daerahnya akan memantaskan dan memperelok wilayahnya, maka seyogyanya, masyarakatnya juga mulai menata pola pikir yang baru. Golongan muda daerah haruslah berani untuk menjadi adaptif. Sehingga meminimalisir manakala ada yang coba-coba memanipulatif. Someday, we can’t just be spectators. We must be “kings” in our own place.

Menjadi daerah urban, niscaya adalah sebuah konsekuensi logis dari terpilihnya PPU sebagai IKN. Suka atau tidak, hal tersebut akan terjadi, cepat atau lambat.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.