Perubahan Untuk Bergerak dan Berjuang

Perubahan Untuk Bergerak dan Berjuang

Perubahan Untuk Bergerak dan Berjuang

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Perubahan yang tak cukup sampai di sini.

Halo sobat pejuang.

Apakah saat ini kamu sedang tiduran, main hape, jomblo 🙁

Bangun siang nonton youtube 1 video, eh muncul 10 rekomendasi video baru. Keasikan dan lupa waktu.

Liat whatsapp. Chattingan. Gk nyadar sudah sejam lebih

Buka instagram, liat story, bales dm, dua jam gak kerasa

Main game. Sampe sore gak kenal batas.

Kapan kerjanya?

Katanya mau produktif?

Itu baru tiga sosmed loh, belum termasuk sosmed lainnya. Ditambah lagi santuy nya, ngopi, senderan, garuk-garuk, eh ketiduran lagi. Waktu terus berjalan, maka mau sampai kapan seperti ini. Rencana pagi ini lepas keteteran semuanya.

Kita semua hampir pernah mengalami cerita diatas, atau bahkan masih melakukannya?

Tetapi bermimpi ingin sukses, hidup bahagia, jodoh cakep, tajir melintir.

Ada kata mutiara yang ingin saya bisikkan dengan lembut ke telinga orang tersebut. Kira-kira beginilah bunyinya:

“SADAR DONG.”

Itu super duper burjo namanya jika berhasil mendapatkan semua itu tanpa melakukan apapun.

Semua itu harus didapatkan dengan berusaha. Jangan takut terjatuh, belajar lagi dan coba lagi meskipun harus jatuh bangun berkali-kali.

Jangan pernah takut. Anak muda harus “ngeyel”, harus “kelaparan” akan mimpi-mimpinya. Sehingga berani untuk memperjuangkannya.

Jangan takut untuk mengutarakan ide yang ada di dalam kepala, karena menyimpannya sampai kapanpun tak akan berarti apa-apa. Alangkah baiknya jike ide-ide itu disampaikan dan jauh lebih baik lagi bila dapat direalisasikan.

Lawan zona nyamanmu, karena zona nyaman kerap kali membuai kita di dalam kenikmatannya.

Coba mulailah rutinitas baru, kerjakan projek baru, percayalah bahwa disana dengan cara tersebut dapat membantumu mempelajari banyak hal baru dan bertemu dengan cyrcle pertemanan yang baru pula.

Tak perlu minder, meskipun diluar sana banyak orang yang terlihat lebih berhasil darimu saat ini. Jadikan mereka sebagai target dimana kita harus melampauinya. Fokuskan saja pada hal-hal baik yang dapat kita lakukan.

Karena jika kita hanya terus-terusan memikirkan kelemahan yang ada di diri kita tanpa mencari solusinya. Maka bersiaplah bertemu dengan “jurang” keterpurukan yang meneggelamkanmu.

Berani memperjuangkan mimpi bukanlah sebuah kalimat kosong tak berarti. Karena keberanian itu dapat dimulai hal-hal kecil yang dapat membawamu menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Mulailah dari memberanikan dirimu beraktifitas di pagi hari dengan rutin. Karena bangun pagi menurut saya adalah gerbang menuju semangat beraktifitas.

Intinya bergeraklah. Dan jangan hanya diam membiarkan waktu berjalan berlalu-lalang tanpa melakukan sesuatu.

Ingat juga agar jangan takut untuk bertanya, bertanya tidak akan menjadikanmu bodoh. Bertanya akan membawamu untuk mengetahui hal-hal yang ingin kamu ketahui. Mambantu kita agar dapat melihat perspektif dari orang yang ditanyai. Dan pastinya bertanya akan melatih critical thinking yang sangat berguna bagimu.

Masih ingat kan dengan pepatah “malu bertanya, sesat di jalan” (tapi kan sekarang ada google maps) eh 🙂

Menyongsong era industri 4.0 kita akan dipertemukan dengan dua pilihan yaitu, berkembang atau tertinggal.

Bukanlah keputusan yang bijak untuk menunggu kita disadarkan oleh orang lain untuk segera bergerak dan mengupgrade dirimu.

Memangnya sampai kapan mau menunggu orang lain mengajak kita untuk bergerak. Bisa-bisa hal tersebut terjadi ketika kita telah terginggal oleh ke-dinamis-an zaman.

Atau bahkan saat ini kita sedang tidak sadar bahwa kita sedang tertinggal?

Baca Juga: 7 Kebiasaan dari Stephen R. Covey untuk Self Improvement Kita Semua

Mengikuti workshop pelatihan guna mengupgrade dan menambah skill baru jauh lebih berguna dibanding menyesali kesalahan-kesalahan yang terjadi di masa lalu, jadi biarlah itu berlalu menjadi kenangan dan pembelajaran.

Fokuskan saja diri pada tujuan yang akan dituju, dan kerahkan setiap tenaga yang dapat kamu keluarkan.

Berjuanglah hingga titik darah penghabisan. Atur waktu bermain dan waktu kerja . jangan biarkan mereka saling mengganggu satu sama lain. Berikanlah porsi yang seimbang dengan waktu-waktu lainnya.

Jangan biarkan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk menjadi produktif malah teralihkan kepada hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan ya pejuang.

Mulailah bergerak dan berjuang untuk mimpimu. Karena kalau bukan kamu, siapa lagi?

(note: tulisan ini dibuat sebagai bahan pengingat dan mengajak para “pejuang” lainnya untuk senantiasa bersemangat dan berani untuk memperjuangkan mimpi-mimpinya. Hidup pejuang!

Sumber Foto: Zain Sinjay

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.