Perempuanku Tidak Bersalah

Perempuanku Tidak Bersalah

Perempuanku tidak bersalah

Oleh Zein Lich

Pinjam Tidur

Kuberikan kantukku, pinjamkan tidurmu

Sebentar saja,

agar dua mata yang menjadi mata-mata

Memeluk pulang satu cerita bahwa

Sesuatu yang tak kuketahui, telah membayar tidurmu—

sesuatu yang kuduga dekat denganku

Ia akan berkata bahwa kau telah lupa,

membereskan sisa napas yang kian menunjuk keberadaannya

Meski sesaat dan tak berarti apa-apa?

Aku tetap membenci itu

Sesuatu yang kuduga dekat denganku:

telah membeli tidurmu

Terulang, Berulang

Aku bermimpi di jam 6 pagi,

gemuruh hujan berbisik memanggil

Dentuman detik di tiap detik menata nada suram yang tersulam

Genting berteriak sakit namun tak cukup meredam suara langkah di sampingku

Itu kamu, perempuanku

Kau berjalan maju dan membuka jendela itu

Menjinjit kaki dan melompat turun

Jatuh dilambai ranting yang berayun

Aku terbangun di jam 6 pagi

Gelap menyelinap masuk ke kamar seperti hujan di mimpi

Hujan di luar, memanggil kembali

Dan seorang itu kamu, persis melakukan seperti di mimpi

Aku terbangun lagi, sayang

Tanpa tubuhmu di sisi ranjang

Dan jendela itu terbuka

Bersama hujan dan ranting yang mengirim duka

Pirau

Mati mendahului,

rasaku

Di hari jum’at

Sebelum salat

Dikubur diberkati,

kenangku

Di hari sabtu

Bersama famili

Ditinggal hutang tak dijawab,

perempuanku

Tidak bersalah

Kenapa ia mesti bersalah?

Disingkir waktu tak pandang bulu,

jalangku

Tersesal kemungkinan

Ia akan datang pada malam yang dijanjikan

Didatangkan jawab untuk menjelaskan musabab,

“Pada masa itu,”

Ia kehilangan akal

Akan biaya hidup, dibekal ketidakpuasan

Lalu mati tanpa ucapan, “Selamat tinggal.”

Mungkin akan jadi seperti itu,

perempuanku, benar-benar tidak bersalah.

Baca Juga: Rentetan Perasaan yang Dirasakan oleh Manusia yang Rentan Rindu

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.