Perempuan Berdarah Bali

Perempuan Berdarah Bali

Oleh Rizaldi Dolly

Rangda

Aku membayangkan kau mengenakan pakaian adat, membawa beberapa persembahan untuk bumi

Di sebuah pura di kaki gunung rinjani, dengan sebuah titik putih di dahi dari sang resi

Dan aku menjelma Rangda, dengan mata terbelalak, lidah yang menjulur seperti api

Jatuh cinta karna rupa, sedang wujudku adalah api dalam samsara

Aku bersedih kepada Wishnu dan Siwa

Lalu datang kepadaku wujudmu meluluhlantakan benderang purnama

Bayangmu yang berdoa kepada semua makhluk, bahkan kepadaku, seorang Rangda

Pada Syang Hyang Widi

Belum sampai kasihku kepadamu, seorang perempuan berdarahkan tanah para dewa

Di sekelujur taringku, perlahan mengecil, mataku tak lagi membelalak seram, lidahku menyusut tak lagi menjulur

Aku paripurna malam ini, menjadi manusia, yang sebelumnya ialah Rangda

Kuhaturkan sesembahan kepada Sang Hyang Widi, agar diterima berkat syukurku ini

Di pura yang sama, di kaki gunung rinjani

Kini aku bisa merasakan tetesan embun di daun, sengat dan hangat matahari, dan ternyata, menjadi manusia begitu tersiksa

Sebab apabila malam tiba, kita merindu pada pujaan jiwa, perihnya menusuk dalam ke sudut-sudut relung hati yang dingin, begitu sakit, ditengah hening

Atas izin para dewata, beberapa malam selanjutnya, aku melihatnya dalam keadaan yang begitu memukau

Pendaran wajahnya menarikku kedalam pusara-pusara

Dan diteteskan keanugerahan kepada tubuhnya, dari Sang Hyang Widi

Aku bersedekap cepat, tanganku berdoa atas karunia dan rasa cinta, karsa yang serasa

Dan adinda…

Arya Loka

Dikakimu padi tumbuh menyeruak menghijaukan apa-apa yang gersang

Dari tanganmu terpancar kepatuhan kepada dharma, kisi-kisi karma yang patah

Dari dahimu, terpatri kasih dari Sarasvati

Lantas apa yang bisa menghambatku dari memilikimu?

Namun sayang, di purnama berikutnya, aku bertahan sembahyang, kau tak kunjung datang di pura kaki gunung rinjani

Aku menunggumu dalam tabah

Sebab perasaanku, disaksikan oleh Syang Hyang Widi

Dijadikaanya aku pertapa, bersemedi didalam pura dan dibawah purnama

Menunggunya, Arya Loka

Baca Juga: Rangkaian Puisi; La Vie En Rose

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.