Panduan Memahami Orang yang Gak Mau Jadi Karyawan

Panduan Memahami Orang yang Gak Mau Jadi Karyawan

Panduan Memahami Orang yang Gak Mau Jadi Karyawan

Penulis Adi Perdiana | Editor Dyas BP

Ada banyak sekali jenis pekerjaan yang bisa kita lakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi tidak semua pekerjaan cocok dilakukan oleh setiap orang. Sebuah contoh adalah ketika sedang bekerja di kantor, sebagai seorang karyawan yang dibawahi oleh pimpinan yaitu seorang bos maka secara otomatis kita harus mamatuhi setiap peraturan maupun ketentuan yang berlaku di kantormu.

Termasuk jam kerja, jadwal cuti, pakaian yang dikenakan, dan banyak lagi deretan peraturan lainnya; tergantung lagi kepada si bos atau empunya perusahaan tempat kamu bekerja. Lalu, jika bicara tentang cocok atau enggaknya, passion atau tidaknya, maka sebagian orang lebih memilih alternatif lain. Untuk menjembatani itu semua, dapat dilakukan dengan membangun usahanya sendiri alias pengusaha, atau adapula yang menjadi freelancer.

Orang-orang ini memilih bekerja seperti demikian karena mereka bisa meregulasi pekerjaan mereka sendiri daripada diatur-atur oleh orang lain. Mungkin saja di antara kalian ada pula yang merasa tidak cocok dengan pola kerja kantoran, lalu mencari tahu penyebabnya dan bertanta-tanya tentang mengapa orang-orang di luar sana banyak memilih untuk tidak bekerja di kantor sebagai karyawan pada umumnya.

Berikut saya merangkum alasan-alasan yang biasanya diungkapkan mereka :

1. Mengejar Kebahagiaan dengan Cara Sendiri

Mungkin saja kamu memiliki definisi sukses yang berbeda dengan apa yang biasanya difikirkan oleh orang lain. Bukanlah jenjang karir maupun gaji tinggi yang dapat menjadikanmu merasa puas dan bahagia, tapi sebuah proses dimana kamu dapat berjuang membangun sesuatu yang kamu banggakan.

Katakanlah seorang pengusaha, mereka akan merasa sangat puas saat produk yang mereka jual dapat menarik minat pasar. Artinya, banyak orang yang kebutuhannya terpenuhi karena usaha yang telah ia lakukan. Menjadi bermanfaat dan keuntungan materi di saat yang bersamaan. Win Win Solution. Kebahagiaan memang meliputi banyak hal dan banyak orang memiliki caranya tersendiri untuk mencapainya.

2. Menolak Jam Kerja Nine to Five

Pada umumnya jam kerja di kantor telah ditentukan dengan pola “nine to five” artinya dari jam 9 pagi sampai  dengan jam 5 sore, atau lebih tepatnya 8 jam sehari. Itupun belum ditambah lembur yang kalau ditotal bisa sampai 12 jam. Selama itu pula seorang karyawan harus menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan sebaik mungkin.

Nah, masalahnya adalah ada tipe orang yang tidak cocok dengan sistem kerja demikian, karena menurutnya lebih cepat untuk menyelesaikan pekerjaan malam hari karena lebih tenang dan bisa lebih fokus. Sementara regulasi yang dibuat oleh kantor justru bertentanggan dengan waktu produktifnya. Maka tak heran banyak orang yang memilih menjadi freelancer karena mereka dapat memilih jenis proyek maupun jam kerja mereka sendiri.

3. Mudah Bosan

Bagi mereka, rutinitas kerja bukanlah hal yang bisa dilakukan seumur hidup, berangkat ke kantor pagi hari lalu pulang sore hari bahkan menjelang malam, belum lagi ditambah harus bertarung dengan kemacetan jalan. Hitung saja minimal 8 jam sehari dan 5 hari dalam seminggu adalah sebuah hal yang harus terus menerus dijalani.

Maka tak heran banyak orang merasa bosan dan jenuh karena telah melakukan hal yang sama dalam kurun waktu yang lama. Apalagi jika seseorang dengan tipe yang mudah bosan. Wah, rutinitas kerja kantoran memang gak cocok buatnya. Maka menjadi pengusaha ataupun freelancer adalah solusi berdamai dengan rasa bosan.

4. Tidak Suka Diperintah

Bagi mereka yang merupakan tipikal orang memiliki caranya sendiri dalam mengeksekusi ide-ide di dalam kepalanya. Kerapkali saran-saran dan terobosan tidak diterima bahkan ditolak mentah-mentah. Dan akhirnya karena cuma bawahan maka harus mematuhi apa kata atasan. Bos maunya begini, kamu maunya begitu, ya gak ketemu cocoknya. Pikiranmu merasa seperti dikekang, si bos puas dengan hasil kerjamu, tapi tidak berbanding lurus dengan kepuasanmu.

Baca Juga: Panduan Memahami Apa itu Pria Sejati

Mereka yang tipikalnya seperti ini memang sebaiknya bikin usaha sendiri, jadi seorang bos sendiri karena bisa melakukan apapun yang ia inginkan, ide-idenya dapat dieksekusi dengan cara yang menurutnya benar. Dan tentunya karena dapat melakukan sesuatu dengan caranya sendiri tanpa diperintah merupakan kepuasan tersendiri.

5. Tipe Individual

Manusia memang merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Tetapi dalam hal pekerjaan ada orang yang menurutnya bisa lebih bebas berekspresi dan mengerjakan sesuatu yang luar biasa dengan cara sendirian. Bekerja secara individu berarti pekerjaan yang ia hasilkan tidak mempengaruhi atau dipengaruhi pekerjaan orang lain.

Kebebasan mengembangkan ide-ide out of the box yang ada di dalam kepala tanpa harus mempertimbangkan pendapat orang lain adalah suatu hal yang benar-benar ia inginkan. Bukan berart ia tidak bisa teamwork, melainkan hanya tidak ingin saja.

Dan itulah sekian yang berhasil saya rangkum tentang mengapa seseorang tidak ingin kerja kantoran sebagai karyawan pada umumnya. Bukan berarti orang yang kerja kantoran itu seperti dipenjara ataupun tidak bisa berekspresi, tetapi ini adalah tentang visi-misi yang bersesuaian dengan perusahaan tempatmu bekerja atau tidak. Kalau tidak sesuai ya mengapa tidak membuat visi misi sendiri dan mewujudkannya?

Toh semua ada plus-minusnya, di satu sisi bekerja sebagai karyawan kantor dapat memberimu pendapatan yang terjamin, sebaliknya untuk hidup sebagai pengusaha atau fleelancer membutuhkan perjuangan yang tidak instan. Dan percayalah ruh dari setiap perjuangan adalah konsistensi. Maka dimana dan apapun pekerjaanmu sekarang tetaplah berjuang dengan rasa nyaman, dan kesempatan untuk berkembang.

Semoga saja rasa penasaranmu terjawab.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.