Panduan Memahami Mudik dan Pulang Kampung

Panduan Memahami Mudik dan Pulang Kampung

Panduan Memahami Mudik dan Pulang Kampung

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang selalu update informasi terbaru melalui medsos karena rasa-rasanya main medsos sangat cepat menguras kuota. Maklumlah mungkin karena efek pandemi ini saya jadi berusaha mengontrol pengeluaran sedikit lebih bijak hasyah ngaku aja miskin susah banget si. Tetapi sudah tentu yang namanya anak sholeh itu akan selalu saja mendapat rezeki tumpangan wify yang bisa dieksploitasi secara besar-besaran dengan gratis tanpa harus gaenakan dan rasa bertanggung kalo wifinya jadi lemot.

Hingga akhirnya saya sampai pada sebuah video tayangan acara Mata Najwa, dimana mba Nana yang sedang melaksanakan wawancara eksklusif dengan narasumber bapak Presiden RI dengan tajuk “Jokowi Diuji Pandemi”. Sampai sini ceritanya masih biasa, tetapi yang menjadi tak biasa adalah ketika mba Nana membahas salah satu topik yaitu tentang mudik. Apa yang menyebabkan ceritanya jadi gak biasa?

Jadi begini, di tengah pandemi corona yang telah membuat dunia jadi sepi, serta segala kebijakan maupun himbauan yang telah diberikan Pemerintah rasanya kekurangan satu hal. Kapan pemerintah mengeluarkan peraturan larangan mudik? Karena sudah terlanjur banyak orang yang “curi start” mudik duluan ke daerah-daerah. Karena hal tersebut ditakutkan akan menjadi penyebab peningkatan resiko penyebaran virus Corona menjadi semakin tinggi di Indonesia.

Kembali ke cerita di video–Lha, tapi pernyataan Bapak Presiden adalah kegiatan yang dilakukan masyarakat itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung. Jedar! Agak terhentak lebay Tetiba fokus pemikiran yang sedang terjalin mesra di dalam kepala saya buyar karena terdistrak oleh sesuatu yang entah apa itu.

Saya berusaha kembali fokus dan tanpa disadari telah tertarik mengikuti arus untuk menyimak dan mengelola informasi ini, istilah mudik dan pulang kampung apakah artinya yang selama ini saya anggap sama ternyata berbeda. Wow luar biasa sekali dalam hati kecil bergumam.

Mendengar pernyataan tersebut seketika langsung membuat hanphone saya bergetar (mon map gengs ada notif batre lowbat, charger hape dulu bentaran ya).

Sembari menjeda video tersebut dengan sigap saya mencari charger dan colokan yang tersedia sambil bertanya dalam hati, apa iya mudik dan pulang kampung itu memiliki perbedaan?

Karena saya bukanlah orang yang secara mendalam mempelajari sastra dan bahasa Indonesia pada khususnya pun dari dulu juga nilai mata pelajaran bahasa Indonesia saya biasa saja. Maka maklum browsing di internet adalah tujuan berikutnya untuk menemukan jawaban. Setelah handphone kembali terisi dayanya, tentu saja saya segera browsing ke situs KBBI daring, eh tapi kok malah tambah pusing karena ternyata tampilan KBBI daring cukup njlimet untuk saya pahami.

Tampilan pencarian Kata mudik dan pulang kampung di KBBI daring :

mu.dik

⇢ Tesaurus

  1. (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dari Palembang — sampai ke Sakayu
  2. v cak pulang ke kampung halaman: seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yang —

pulang » pulang kampung

⇢ Tesaurus

  • kembali ke kampung halaman; mudik: dia — kampung setelah tidak lagi bekerja di kota

IYKWIM (buat yang nyampe). Sebelum ada komentar, Mari kita lanjutin ceritanya dulu deh.

Lha terus bagaimana dengan pernyataan sebelumnya di video tersebut, artinya sama atau beda? Oke sebaiknya kita lanjut nonton videonya dulu.

Menurut beliau dalam wawancara eksklusif itu, mudik dilakukan oleh orang-orang saat lebaran, tujuannya untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung. Sedangkan pulang kampung, yaitu pulang ke kampung karena anak dan istri di kampung. Karena di kota perantauannya sudah tidak ada kerjaan makanya orang pulang kampung.

Baca Juga: Lucu-lucuan di Tengah Pandemi: Gerakan Anarko dan “Ketua”-nya yang Maling Helm

Nah akhirnya cukup jelas, kan? Ternyata yang jadi perbedaan adalah waktu pelaksanaannya. Jika dipikir-pikir lagi ya memang iya yah. Iya kan? Memang beda dong! Jadi masalahnya clear selesai titik.

Saya hampir bisa tidur pulas malam ini. Tapi kok rasanya masih ada yang ganjel sih. Apa ada yang salah ya?

Dan jika kita kembali melihat KBBI daring yang meskipun tampilannya sangat tidak bersahabat bagi mata sharinggan saya memang telah ada penjelasan pada masing-masing istilah tersebut. Baik itu istilah mudik dan pulang kampung. Akan tetapi karena saya bukan sastrawan ataupun ahli bahasa maka dari itu otak saya gak nyampe untuk jelasin perbedaannya secara jelas. Mon maap ya gengs..

Tapi nih ya buat kamu yang nyampe di artikel ini karena masih penasaran dan berusaha memahami persamaan atau perbedaan antara mudik dan pulang kampung mendingan gak usah ngeyel deh. Untuk apa sampai buka-buka kamus KBBI, buat apa tanya-tanya ahli bahasa sana-sini. Cara yang paling mudah adalah ikutin apa kata Bapak Presiden, udah gitu aja kok repot.

TITIK.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.