Oh (Mungkin) Ini Alasan Pak Terawan Tak Berkenan Hadir ke Mata Najwa

Oh (Mungkin) Ini Alasan Pak Terawan Tak Berkenan Hadir ke Mata Najwa

Penulis Dyas BP | Editor Rizaldi Dolly

“Pandemi belum mereda dan terkendali, karenanya kami mengundang Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto!”

Najwa Shihab

Thexandria.com – Beberapa waktu lalu program Mata Najwa kembali menjadi perbincangan hangat publik. Panggung gelar wicara yang dipandu oleh jurnalis senior Najwa Shihab itu berhasilkan menciptakan sebuah ‘lakon’ yang bisa dikatakan sebagai sebuah satire. Di atas singgasana utamanya, jurnalis yang kerap dipanggil mbak Nana itu melakukan sebuah monolog. Pertanyaan dalam monolog tersebut dilontarkan kepada sebuah ‘kursi kosong’ yang secara imajiner itu adalah representasi Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto.

“Pandemi belum mereda dan terkendali, karenanya kami mengundang Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto!” sebuah prolog yang dibuka oleh mbak Nana dalam video Mata Najwa yang bertajuk “Menanti Terawan”. Secara berkelanjutan Najwa menghamparkan beberapa keresahan masyarakat yang sudah jarang melihat sang Menkes di media pada saat kondisi angka positif di Indonesia terus menanjak

Terlepas dari beberapa pernyataan kontroversial yang dinilai sebagai sebuah ‘blunder’ terkait penanganan pandemi, keterangan dari menteri berpangkat Letnan Jenderal itu memang ditunggu-tunggu. Karena menurut masyarakat, tak ada sosok yang paling tepat untuk memberikan penjelasan terkait situasi pandemi di Indonesia selain pak Terawan sendiri.

Baca Juga Dukun-dukun Peru Coba Intervensi Pilpres AS, Dukun Indonesia Enggak Join?

Meskipun tak sedikit juga yang menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh Mata Najwa merupakan wujud dekadensi dunia jurnalistik. Monolog yang dilakukan dianggap mengolok-olok, menyudutkan, memperkeruh suasana hingga ada yang menganggap itu adalah perbuatan ‘bullying’ terhadap sang Menteri Kesehatan. Namun yang penting untuk disikapi adalah setiap karya (termasuk jurnalistik) adalah perspektif ‘bola liar’ dan sangat subjektif—siapapun bebas untuk menilai tergantung sudut pandang kepentingan masing-masing. Terdengar juga alasan tak ada kewajiban bagi seorang menteri untuk hadir ke sebuah program televisi yang notabene bukan saluran formal pemerintah. Bagaimanapun, program Mata Najwa kerap menjadi ‘delegasi’ keresahan masyarakat untuk meng-klarifikasi beberapa kebijakan publik yang berpolemik.

Sejauh ini, pak Terawan sendiri masih bungkam dan hanya menyayangkan apa yang dilakukan oleh Najwa Shihab. Terawan mencontohkan beberapa media di negara yang mampu menekan laju pandemi begitu partisipatif membangun kepercayaan masyarakat dengan suguhan informasi yang tidak peyoratif. Untuk alasan mengapa beliau tidak sempat bahkan tidak mau hadir ke Mata Najwa masih misteri. Padahal jika beliau hadir untuk sekadar membangun dialog, maka masyarakat akan harap maklum dan akan lebih kooperatif lagi dalam melawan pandemi ini.

Dikarenakan pak Terawan secara pribadi belum menjelaskan secara eksplisit perihal alasan mengapa ia tak hadir ke Mata Najwa, maka Thexandria coba ‘menerawang’ beberapa kesibukan pak Terawan yang (mungkin) kita tidak ketahui.

1. Sibuk Main Among Us

Ya, game ini sedang naik daun dan peminatnya pun setiap hari semakin meningkat. Dari sekian juta ‘pemain baru’ mungkin terselip salah satunya adalah pak Terawan. Sebegitu serunya game ini mungkin membuat pak Terawan menemukan kesibukan baru untuk menghilangkan jenuhnya melihat angka pasien positif yang semakin menanjak. Barangkali pak Terawan sudah menemukan jati diri-nya atau mungkin sudah siap menjadi Youtuber gaming? Lebih enak jadi crewmates atau impostor, pak?

2. Merancang Desain Masker Transparan

Dulu pak Terawan pernah mengatakan bahwa hanya orang yang sakit saja yang seharusnya memakai masker, orang yang sehat tidaklah perlu—dengan sangat yakin beliau mengatakannya. Namun saat ini, hampir setiap orang sehat mengenakan masker untuk menjalankan rutinitas sehari-hari. Untuk membayar kesalahannya dalam ucapan tersebut yang sampai ini belum ter-klarifikasi, diam-diam pak Terawan sedang menyiapkan sebuah desain masker transparan. Apabila masker transparan tersebut nantinya jadi diedarkan, maka orang sehat sekalipun tak akan terlihat seperti memakai masker. Persis sekaligus membayar tuntas himbauan awal yang diyakini oleh pak Terawan.

3. Persiapan Merilis Lagu

Pemerintah Indonesia seolah tak ingin kalah dengan beberapa musisi yang tetap berkarya dan mampu melahirkan single atau bahkan album di masa pandemi. Hal ini tercermin melalui sayembara bertajuk Lomba Cipta Lagu Corona (LCLC) yang diinisiasi oleh Brigjen TNI Akhmad Tamim Mustofa yang didukung oleh Kementerian Kesehatan—dimana terlihat jelas logo Kementerian Kesehatan di flyer sayembara tersebut. Tujuan diadakannya sayembara tersebut secara garis besar adalah menumbuhkan rasa optimisme di tengah pandemi. Mungkin untuk menghilangkan rasa insecure atas buruknya langkah mitigasi pandemi ini, pak Terawan diam-diam sedang menciptakan sebuah lagu untuk mengembalikan rasa optimis beliau. Mantap pak, balas dengan karya!

Lomba Lagu Cipta Corona
Lomba Lagu Cipta Corona

4. Merangkai Kata-Kata Perpisahan yang Indah

Sejauh ini tercatat 11 Menteri Kesehatan di berbagai negara mundur karena sebagian besar menganggap diri mereka cukup gagal dalam penanganan pandemi Covid-19. Sikap ‘tahu diri’ ini nampaknya yang ingin dicontoh oleh pak Terawan. Sembari mengajukan surat pengunduran diri, mungkin pak Terawan juga mempersiapkan sebuah kata-kata perpisahan yang sangat indah. Kata-kata permintaan maaf yang bernuansa puitis dan dramatis akan memakan waktu yang tidak singkat bagi pak Terawan untuk menyusunnya. Hal ini seyogyanya tidak boleh dibantu oleh para sastrawan, copywriter, creative writer hingga anak indie yang pandai merangkai kata, karena ini harus berangkat dari relung hati pak Terawan sendiri. Keluarlah dari zona nyaman,sembilu yang dulu biarlah berlalu~

Poin-poin di atas hanyalah sebuah ‘tebak-tebak buah manggis’ atau ‘analisa gembel’ alias asas praduga tak bersalah atas ketidakjelasan alasan dari pak Terawan. Sekali lagi, pak Terawan adalah seorang Menteri Kesehatan yang sedang sibuk menekan laju angka pasien positif yang semakin tak terbendung. Mohon pengertiannya ya, mbak Nana..

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.