Ngomongin Soal Potensi: SDM Kaltim Jangan Merasa Inferior!

SDM Kaltim Jangan Merasa Inferior!

Ngomongin Soal Potensi: SDM Kaltim Jangan Merasa Inferior!

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Besaran angka dan peringkat IPM Kalimantan Timur berada pada posisi ketiga (3) di Indonesia

Thexandria.com – Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu pintu gerbang pembangunan di wilayah Indonesia Bagian Timur. Daerah ini memiliki banyak sumber daya alam (SDA) dengan luas total wilayah Kaltim adalah 129.066,64 km² dan populasi sebesar 3,6 juta jiwa.

Kalimantan Timur memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti emas, batubara, minyak dan gas bumi yang penyebarannya terdapat di beberapa Kabupaten atau Kota yang ada di Kaltim.

Sektor kedua yang dominan peranannya dalam kegiatan ekonomi di Kalimantan Timur setelah Sektor Pertambangan, yaitu Sektor Industri Pengolahan, terutama subsektor Industri Pengolahan Migas yang terdiri dari Industri Pengilangan Minyak Bumi di Balikpapan oleh PT Pertamina RU V dan Industri Gas Alam Cair (LNG) PT Badak di Bontang.

Selain daripada itu, iklim dan geografi kaltim menjadikannya unggul dalam usaha perkebunan, mulai dari karet, kelapa, sawit, dan masih banyak lainnya. Kaltim juga merupakan penghasil kayu yang pemanfaatannya lebih diarahkan ke sektor industri.

Tak sampai disitu, potensi industri di Kaltim baik yang memanfaatkan sumber daya alam, khususnya industri pengolahan hasil hutan, perkebunan, dan hasil laut, maupun yang berbasis iptek, seperti petrokimia, peralatan pengeboran lepas pantai, metanol, dan galangan kapal, masih memiliki peluang dan potensi yang besar untuk dikembangkan secara lebih modern.

SDM yang Tak Kalah Saing (Seharusnya)

Selaras dengan kekayaan SDA yang dianugerahkan Tuhan, maka dari itu, diperlukan juga sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sebagai manpower untuk menjalankan roda-roda gigi perekonomian tersebut. Namun cukup disayangkan, atau lebih tepat dikatakan ‘sebuah ironi’, selama ini SDM di daerah kerap kali dianggap kurang mampu bersaing dengan SDM yang berada di pulau Jawa.

Ilustrasi Roda Perekonomian
Gambar hanya ilustrasi

Meskipun demikian berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim diketahui bahwa indeks pembangunan manusia di Kaltim relatif tinggi dibanding rata-rata provinsi lain di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim selama 2019 mencapai angka 76,61 atau di atas rata-rata IPM Indonesia 2019 yang memiliki angka sebesar 71,92. Harapan Lama Sekolah (HLS) di Provinsi Kaltim mempunyai angka sebesar 13,69 tahun atau setara dengan masa pendidikan untuk menamatkan jenjang Diploma 1.

Besaran angka dan peringkat IPM Kaltim berada pada posisi ketiga (3) di Indonesia, setelah DKI Jakarta di posisi pertama dan DI Jogjakarta pada posisi kedua. Sementara jika dibandingkan dengan empat provinsi lainnya di Kalimantan, maka capaian IPM di Kaltim adalah yang tertinggi.

Indeks Pembangunan Manusia atau (IPM) sendiri menjelaskan tentang bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya yang terdiri dari 3 (tiga) dimensi dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

Berdasarkan data BPS Kaltim per februari 2020 Perlu diketahui bersama bahwa Tingkat pengangguran terbuka di kaltim adalah 6,88% sementara mengingat bahwa Presiden telah mengumumkan Kaltim sebagai lokasi pembangunan ibu kota negara yang wilayahnya menempati sebagian dari Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara sebagai lokasi ibu kota negara yang baru.

Menjadi sebuah keharusan untuk kita mensikapi dengan semangat untuk meningkatkan serta menyeimbangkan SDM Kaltim yang berkualitas dan memiliki daya saing selain berbagai hal penting lainnya guna menghindari surplus SDM yang berasal dari luar atau pendatang karena efek domino pemindahan ibu kota yang bisa jadi mengakibatkan warga kaltim menjadi penonton di tanah sendiri dikarenakan kualitas sumber daya manusianya kalah saing. Sekali lagi, bila itu terjadi, SDM asli Kaltim sekedar menjadi penonton, maka ini adalah wajah lain dari bentuk ketidakadilan.

Baca Juga Ibukota Negara Baru, Diantara Kepentingan Politik Nasional dan Tokoh-tokoh Kaltim yang “Ter-marjinal-kan”

Melihat angka-angka yang telah disebutkan sebelumnya tentu sudah semestinya Pemda setempat mendukung potensi SDM yang baik untuk dikembangkan. Sudah seharusnya berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempersiapkan pendidikan baik swasta maupun negeri dengan lebih baik. Pun dari generasi millennial juga sudah harus menyiapkan soft skill-nya dengan belajar baik formal maupun informal. Agar tak hanya cerdas secara akademik tetapi juga cekatan dalam membaca peluang-peluang di sekitar.

Serta memberdayakan dan mendorong para generasi muda untuk mengaplikasikan pengetahuan dan teknis yang dimilikinya. Karena itu, perguruan tinggi di Kalimantan Timur harus mampu mencetak lulusan yang mempunyai daya saing dan berpikir kritis, sehingga bisa bersaing tidak hanya di level nasional tetapi juga internasional.

Namun satu hal lain yang juga harus dilihat tanpa boleh terlewat adalah; keseimbangan kualitas SDM pada daerah-daerah di Provinsi Kalimantan Timur juga harus diperhatikan.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.