Merah

merah thexandria seks

Merah

Oleh Hans Satriyo

Gelaran nada mewarna estetika

Nafsu teruk dalam patahan norma

Dansa dansi kita bak muara

Kau tak perduli wanti termakan buaya

Jantung kita bersiar kencang semakin kencang

Sang dewi mengatakan ini janardana, menggairahkan

Larutmu yang slalu menyemai senyum

Membuka teatrikal dengan terkaman cium

Beradu nihil perpecahan

Bersatu dalam sentuhan

Mustajab topografi tubuhmu bak hakiki

Ku rela jadi belalang sembahmu malam ini

Leher tergerus nampak memerah

Buah gairah yang mulai ku penggal

Persatu satu partikel berurai khas nafsu binatang

Akal sehat memuai

Malam kita, ialah malam kita

Bulan bak penonton setia sampai ia pulang

Tak perduli Armstrong dan Gagarin memanggil

Selamat datang di tingkat tertinggi

Kau duduk, kau berbaring, kau berdiri tetaplah menari

Tarian raya yang melantik daku sebagai raja malam

Hangat balutan keringat bak air kehidupan yang keluar

Tak terpikirkan apa cinta adalah sang sutradara

Terus memerah saja

Jika kelak kau menyesal

Gunakan saja air mataku, tuk bilas kaca di matamu

Tapi secukupnya saja

Baca Juga: Pernahkah Kita

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.