Menjelma Kesepian Selena

Menjelma Kesepian Selena

Oleh Adi Perdiana

Mengapa puisi tentang malam kelabu begitu menyentuh perasaan

Ia meresap begitu jauhnya hingga relung paling dalam

Bukanlah belati ataupun gada terbesar

Pikiranmu membunuhmu katanya, ia benar

Tubuhku membatu dalam ingatan

Selena, kau sendirian di sana

Tanpa siapa dan apa,

Sementara yang dikelilingi siapa dan apa saja

Masih menyepikan rasa

Di sini ada yang sungguh singgah

Namun kau sementara memijak, barang sejengkal waktu

Dihukum karma karena lakunya

Melepaskan pijak dengan hati tertambat ditinggal

Melayang di atas awang-awang

Seribu tahun karmamu lepas genggam aku

Tanpa melupa jejak itu

Sementara aku

Kilasan kita menghambur hanya bayang-bayang

Menduduki kursi kayu melelehkan air mat
a

Baca Juga Asmaradana

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.