Menilik Langkah Mitigasi Covid-19 oleh Kabupaten dan Kota di Kaltim

Langkah Mitigasi Covid-19 di Kaltim

Menilik Langkah Mitigasi Covid-19 oleh Kabupaten dan Kota di Kaltim

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Dyas BP

Kabupaten dan Kota di Kaltim me-mitigasi pandemi

Thexandria.com – Data penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 harian di seluruh Indonesia terus mencatat angka penambahan kasus. Terkini, pada Minggu (2/8/2020), penambahan pasien positif corona mencapai 1.519 kasus baru.

Di Kalimantan Timur, data kasus menunjukkan penambahan sebanyak 83 pasien positif.

Berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 yang kami lansir dari laman covid19.go.id, jumlah tersebut sesuai dengan data yang masuk ke pemerintah pusat secara bertahap hingga Minggu siang, baik tes real time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) maupun Tes Cepat Molekuler (TCM).

Jumlah pasien terkonfirmasi positif corona di seluruh Indonesia menjadi 111.455 orang. Sedangkan di Kaltim hingga hari ini berjumlah 1.307 kasus.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, menunjukan, telah terjadi penambahan puluhan kasus Covid-19 di Kaltim. Wilayah penyebaran terjadi di 4 daerah, yakni: 2 kasus di Kabupaten Kutai Barat, 9 kasus di Kutai Kartanegara (Kukar), Kota Samarinda sebanyak 11 kasus, dan penambahan terbanyak ada di Kota Balikpapan sebanyak 27 kasus.

Berikut data Kasus Covid-19 Kaltim, Rabu, 29 Juli 2020:

1. 1.307 Positif

2. 2.476 Menunggu Hasil Lab

3. 857 Sembuh

4. 28 Meninggal

5. 422 Dirawat

6. 5 Probable

Dan berikut langkah-langkah yang diambil pemerintah Kabupaten dan Kota di Kaltim demi me-mitigasi pandemi yang kami rangkum dalam kurun waktu setidaknya dari Maret sampai Juni 2020.

Kota Bontang

Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19 dilakukan pemerintah Kota Bontang, beberapa diantaranya adalah dengan memberi Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan menggratiskan PDAM selama 3 bulan.

Pemkot Bontang juga mendapat masukan dari legislatif dengan meminta pemkot Bontang agar berfokus pada penanggulangan covid-19, bukan hanya efeknya ekonominya. DPRD Kota Bontang menyoroti belum maksimalnya penggunaan anggaran penanganan covid-19 yang cukup besar, yakni sekira 149 miliar rupiah.

Selain itu, DPRD Kota Bontang juga meng-advice serta mendorong pemkot Bontang untuk mengadakan alat  tes PCR (polymerase chain reaction) agar lebih mudah mendeteksi orang yang mungkin terpapar covid-19 dan optimal dalam menekan penyebaran virus corona di Kota Bontang.

Kabupaten Kutai Kartanegara

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam langkah mitigasinya, telah membagikan sekitar 2.585 paket sembako bagi warga di 18 desa se Kecamatan Tenggarong Seberang yang terdampak COVID-19.

Selain itu pemkab Kukar juga menyerahkan beberapa buah Knapsack Sprayer Elektrik, alat penyemprot Disinfektan, serta ribuan masker dari pengrajin UMKM Tenggarong Seberang.

Pemkab Kukar juga membentuk tim gabungan dari Satpol PP, Pramuka, BPBD Kukar, dan relawan yang terus bergerak melakukan sosialisasi dan penyemprotan sarana umum untuk mencegah penyebaran virus.

Tim relawan melakukan tugasnya mulai pagi 10.00 wita s/d pukul 12.00 wita. dan sore dari pukul 15.00 wita sampai selesai.

Kota Samarinda

Pemerintah Kota Samarinda yang juga sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Timur, melakukan koordinasi dan langkah mitigasi dengan segenap elemen di Kota Samarinda dengan cukup baik. Seperti pembagian bantuan, sosialisasi protokol kesehatan, dan juga mobilisasi aparat baik dari TNI dan Polri.

Walau dalam perjalanannya sempat diwarnai tarik ulur kebijakan terkait relaksasi. Relaksasi yang kala itu baru saja dicanangkan oleh Pemkot Samarinda mulai 1 Juni lalu, mendadak beredar kabar Surat Keputusan Wali Kota Samarinda bernomor 360/222/HK-KS/V/2020, mengenai perpanjangan ketiga masa tanggap darurat wabah pandemik virus corona alias COVID-19 dari 30 Mei lalu hingga 30 Juli.

Yang dimana, hal ini membuat DPRD Kota  Samarinda meminta penjelasan dan melakukan rapim dengan Pemkot Samarinda.

Kota Balikpapan

Pemerintah Kota Balikpapan, yang juga sebagai gerbang Kalimantan Timur, bertindak responsif dengan menutup tujuh ruas jalan kota guna menekan penyebaran virus corona.

Ketujuh ruas jalan utama yang ditutup meliputi Jalan MT Haryono, Jalan Ruhui Rahayu, Jalan Asnawi Arbain, Jalan Jenderal Achmad Yani, Jalan Mayjen Soetoyo, Jalan Tjutjup Suparna atau Boulevard Balikpapan Baru dan Jalan Imat Saili.

Anjuran dan himbauan mengenai protokol kesehatan marak diedarkan baik langsung maupun kampanye digital. Warga juga terlihat cukup tertib dengan menggunakan masker di tempat umum.

Selain itu, Pemkot Balikpapan juga menghemat anggaran penanganan Covid-19 untuk mengantisipasi lonjakan kasus di tengah pelonggaran aktivitas. Dari dana Rp 136 miliar, baru terpakai 32 persen dengan porsi terbesar untuk bantuan sosial.

Ibukota Negara Baru Penajam Paser Utara

Pemerintah Ibukota Negara Baru Penajam Paser Utara, bergerak cepat dengan membagikan bantuan sosial kepada 49.088 rumah tangga yang tersebar merata ke seluruh wilayahnya.

Paket bantuan sosial yang dibagikan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara itu, berisi 10 kilogram beras, dua kardus mi instan, satu rak telur ayam (30 butir), dua kilogram gula pasir dan satu liter minyak goreng.

Sementara dari aspek mitigasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara memasang puluhan bilik sterilisasi di sejumlah fasilitas umum dan pintu masuk kabupaten baik pelabuhan maupun lintas batas demi encegah penyebaran Covid-19 di wilayah IKN PPU.

Terdapat dua jenis bilik yang dipasang pihak Pemkab PPU, yakni bilik untuk orang dan bilik untuk kendaraan. Pemasangan bilik sterilisasi diprioritaskan pada jalur pintu masuk pelabuhan dan wilayah perbatasan seperti di Pelabuhan Feri Penajam, Pelabuhan Klotok Penajam, perbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara dan kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Paser.

Berikut laporan diambil dari kanal Berita Satu

Harus Semakin Optimis

Langkah mitigasi yang dilakukan oleh Kabupaten-Kota di Kaltim, menyiratkan kesadaran para pemimpin daerah di Kaltim terutamanya pada dua aspek dasar; keselamatan masyarakat dan economic wheels.

Baca Juga: Ngomongin Soal Potensi: SDM Kaltim Jangan Merasa Inferior!

Yang diterapkan dalam satu frekuensi yang sama, bencana kemanusiaan. Sehingga, para pemimpin daerah di Kaltim, secara natural dan penuh dengan kesadaran kritis saling bertautan secara spirit-dimensional, yang tentunya juga dalam koordinasi yang dilaksanakan oleh Pemprov dan Pemerintah Pusat.

Kekurangan tentu ada, namun, mengingat frekuensi yang sama daripada yang dialami Pemkab-pemkot, Kaltim tentunya harus semakin optimis dapat melewati wabah Covid-19 bersama-sama. Bergandengan tangan.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.