Menghendaki Ego dengan Menjadi “Si Ratu Garuda-nya” Seorang Dirut

Menghendaki Ego dengan Menjadi "Si Ratu Garuda-nya" Seorang Dirut

Menghendaki Ego dengan Menjadi “Si Ratu Garuda-nya” Seorang Dirut

Penulis Dyas BP | Editor Al Fikrie

Harta, Tahta, dan Ah Sudahlah..

Thexandria.com – Sorotan publik akhir-akhir ini mengarah kepada berhasilnya Kementerian BUMN menguak kasus penyelundupan barang mewah yang menyeret nama Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara. Jajaran direksi lainya seperti Iwan Joeniarto (Direktur Teknik dan Layanan Garuda), Mohammad Iqbal (Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha), dan Heri Akhyar (Direktur Capital Human) juga terlibat dalam kasus ini.

Keempat direksi ini dinilai melanggar aturan yang telah ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri BUMN SE 08/MBU/12/2015 tentang Perjalanan Dinas ke Luar Negeri Bagi Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN.

Ada empat direksi yang ikut perjalanan dinas ke Toulouse, untuk mengambil pesawat baru Airbus pesanan Garuda tersebut. Empat direksi yang ikut perjalanan dinas ini dinilai belum mendapatkan izin perjalanan dinas dari Kementerian BUMN.

Selain itu, direksi ini juga dinilai melanggar aturan dengan membawa muatan kargo di pesawat baru yang belum terbang secara komersil. Di dalam pesawat ternyata ada motor Harley Davidson dan sejumlah sepeda merek Brompton.

Dalam jumpa pers, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, Harley tersebut adalah pesanan AA atau Ari Askhara. Temuan ini membuat Erick langsung menyatakan pemberhentian Ari Askhara dari posisi Dirut Garuda.

Tak berhenti sampai di situ, kasus itu merembet ke isu lain terkait Ari Askhara, baik soal kinerja selama menjadi bos Garuda maupun ke harta kekayaan dan sosok istrinya. Bukan itu saja, isu demi isu terkait Ari Askhara mulai merembet ke seorang pramugari yang menjadi wanita simpanan sang dirut.

Adalah postingan di Twitter yang diunggah akun @digeeembok, yang mencuatkan isu perselingkuhan tersebut. Sejauh ini belum ada kebenaran tentang isu tersebut. Dari postingan tersebut, sosok pramugari Garuda Indonesia berinsial PNR disebut sebagai wanita selingkuhan Ari Askhara.

Mari kita samakan persepsi dulu, bahwa di sini segalanya adalah masih dugaan..

Mampu Menyetir Kepentingan Orang Banyak

Hal ini seperti di dongeng-legenda, seorang ratu dengan semena-mena menghendaki sesuatu dengan memanfaatkan kedudukan sang raja dan kemudian merugikan banyak pihak. Sama seperti pada kasus ini, berbagai penuturan mengatakan bahwa ‘sang simpanan’ sang dirut dicap sebagai orang yang congkak.

Menurut postingan akun Twitter @digeeembok, dijelaskan bahwa sang simpanan kerap memaksakan kehendaknya dan apabila permintaannya tersebut tak dituruti maka dia akan mengadukannya kepada sang dirut.

Berdasarkan cerita yang diungkapkan akun tersebut, sang selir yang diduga berinisal PNR, pernah meminta seorang manajer dimutasi menjadi office Boy (OB) gara-gara menolak keinginannya.

Kejadian tersebut berawal saat sang selir tengah berada di Osaka Jepang. Saat itu, ia meminta Manager Area untuk membantunya ke Rumah Sakit dengan dalih untuk berobat. Namun tak hanya berobat, sang selingkuhan rupanya ingin melakukan operasi plastik juga dan memermak hidungnya.

Tak mau menyalahi aturan, sang Manager Area menolak dan tak bisa memberikan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi sang selir. Akibatnya, sang selir selingkuhan Ari murka dan mengadukan insiden tersebut. Setelahnya, sang Manager Area langsung dipulangkan ke Jakarta dan disuruh menjadi Office Boy (OB) di Terminal 3 crew centre.

Padahal, menurut penuturan akun Twitter tersebut, saat sang selir sakit, sang Manajer Area belum bisa melayani langsung karena pekerjaannya di bandara yang belum tuntas.

“Trus si gundik ngancem bilang gini. NANTI SAYA PAPUAKAN. Berulang kali itu diucapkan sampai Manager Area-nya urus dia secara langsung dan minta maaf karena kesibukannya,” tulis akun Twitter @digeeembok.

Tak sampai di situ, tingkah lakunya kerap merugikan awak kabin garuda Indonesia lainnya, hal itu dibenarkan oleh salah seorang pramugari garuda. Pramugari bernama Jacqualine yang tergabung bersama Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) memberi keterangan.

Dalam keterangannya di salah satu stasiun televisi swasta, Jacqualine pun menceritakan jika sang oknum ‘wanita simpanan’ Ari itu pernah menghilangkan jadwal terbang dari Zaenal Muttaqin, Ketua IKAGI.

“Kemudian tiba-tiba, salah satu dari atasan kami, Chief, mengatakan oknum itu tidak suka pada Zaenal karena ada satu masalah ketika Zaenal mengkritik tindakan dia.” tambah wanita berambut panjang ini.

Benar saja Zaenal dihapus schedule terbang hanya karena perasaan pribadi.

Baca Juga: Kemarin Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Di Indonesia, Menteri-menteri Bermain DRAMA Anti-Korupsi; Drama Oh Drama

Kita bisa melihat betapa superiornya wanita simpanan dirut di dalam korporasi plat merah ini. Beberapa hal yang sebenarnya bukan ranah urusannya pun bisa dia belokkan dengan memanfaatkan kekuasaan sang dirut. Ya, imbasnya besar sekali.

Sungguh benar, kata pepatah, bagi seorang laki-laki godaan terberat adalah..

Harta,

Tahta,

dan

‘Ratu Garuda’.

Sumber Foto: Eksklusif

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.