Mengetahui Alasan Mengapa Brand (Merk) Itu Begitu Penting

alasan brand merk itu penting thexandria

Mengetahui Alasan Mengapa Brand (Merk) Itu Begitu Penting

Penulis M. Alfajri | Editor Dyas BP

Brand yang terkenal dan lebih menarik banyak orang akan menjadi pusat perhatian

Thexandria.com – Berbicara tentang brand (merk), pasti yang terlintas di kepala kita adalah bermacam jenis logo ataupun nama yang menarik. Mulai dari hal pokok kita sebagai manusia seperti sandang, pangan, dan papan, pasti setiap produk memiliki ke-arifannya masing-masing. Bahkan saat ini mulai banyak diluar sana yang menjual produk atau jasa yang sama, tetapi beda merk. Duh, makin pusing milihnya!

Oleh karena itu, artikel ini bakal mengulik apa sih sebenernya brand (merk) itu sendiri? Mengapa brand itu penting dan perlu dilakuin oleh banyak peran di luar sana? Mulai dari company, UMKM, online shop, bahkan diri kita sendiri pun juga bisa menciptakan personal branding.

Pengertian Brand (Merk)

Banyak pelaku pasar telah belajar bahwa brand bukan hanya merupakan merk dagang, produk, logo, desain, atau nama. Mereka menyakini bahwa brand (merk) adalah lebih dari itu, yaitu sebuah kepercayaan yang telah melekat pada konsumen. American Marketing Association memberikan definisi brand sebagai pengalaman konsumen secara keseluruhan yang membedakan suatu organisasi atau produk dari para pesaingnya yang dilihat dari sisi konsumen.

Branding yang kuat cenderung memiliki kepercayaan akan dikenalnya nama mereka secara luas, dikembangkan karena memiliki karakter dan sifat yang unik, konsisten, dan yang pasti memberikan pengalaman yang berkualitas kepada konsumen. Bahkan saat ini sudah banyak pelaku pasar mulai berbondong-bondong membuat dan menciptakan identitas brand dari produk mereka. Iyalah, siapa yang gak mau produk usahanya dikenal oleh masyarakat? —yang mana setelahnya akan melahirkan minat beli masyarakat dan berdampak kepada omset usaha.

Lalu, selain membangun kepercayaan, apalagi sih alasan branding begitu sangat penting saat ini?

1. Brand mampu memberikan pilihan

Brand dapat memberikan kita pilihan, memungkinkan konsumen untuk membedakan berbagai macam hal yang ditawarkan. Jika produk A sedang kosong, maka ada produk B sebagai opsi kedua, begitu seterusnya untuk produk C yang sejenis.

Mana yang kalian pilih? Kalian pasti punya kriteria masing-masing, kan?

Misalnya, saya secara pribadi lebih menyukai ayam goreng-nya KFC, es krim McD, dan burger-nya BurgerKing. Padahal semuanya memiliki menu dan service yang hampir sama. Lalu kenapa seperti itu? Dan juga, pada sebuah kasus semisal saya sedang ingin sekali makan ayam goreng dan kebetulan KFC sedang tutup, maka saya akan beralih ke ayam goreng milik McD. Begitu juga saat burger di McD sedang habis, saya tentu akan mengambil BurgerKing sebagai alternatif dari ke-BM-an saya (re: banyak mau).  

Tentu kembali lagi ke konsumen, rasa khas masing-masing terakumulasi  lewat branding mereka. Pada akhirnya memberikan kita pilihan dan hal tersebut membuat proses pembuatan keputusan menjadi lebih mudah, dengan tinggal memilih: “ah pengen KFC!”, “pengen beli McD deh..”—tidak perlu repot-repot “ah pengen ayam goreng yang di gang buntu itu, yang rasanya pedes manis!”.

2. Brand memudahkan pengambilan keputusan

Seperti hal sebelumnya, bahwa dengan adanya brand membuat keputusan untuk memilih menjadi lebih mudah. Seseorang mungkin tidak tahu banyak mengenai suatu produk yang membuatnya tertarik, tetapi dengan adanya brand dapat membuatnya lebih mudah untuk memilih.

Jika ada seseorang yang ingin naik ojok online (ojol) tapi tidak mengetahui aplikasi ojol yang ada di Indonesia, lalu kalian membantunya dan memberikan saran untuk menggunakan keempat aplikasi di atas. Mana yang kalian rekomendasikan? Kalo saya pribadi sih, bakal ngasih rekomendasi Gojek atau Grab, karena sudah begitu banyak konsumennya di Indonesia. Loh kok gitu? Padahal kan dari 4 aplikasi di atas memiliki service yang sama.

Nah di era inilah, dengan meningkatnya kesamaan produk atau jasa, merk memudahkan orang untuk memutuskan pilihan. Brand yang terkenal dan lebih menarik banyak orang akan menjadi pusat perhatian, dibanding yang tidak. Karena pada umumnya mereka lebih dikenal dan dipercaya.

3. Brand memberikan jaminan berkualitas

Para konsumen akan memilih produk atau jasa yang berkualitas dimanapun dan kapanpun mereka mampu penuhi. Oleh sebab itu, konsumen akan condong pada sebuah brand yang mereka ketahui akan memberikan standar kualitas masing-masing yang tinggi.

Hmmm…Kalo berbicara kualitas, pasti tidak akan ada habisnya, ya. Semakin berkembangnya teknologi, setiap tahun pasti ada saja penawaran fitur baru yang sangat futuristik.

Contoh: Dulu mana pernah kita terpikirkan bahwa gadget A yang kita gunakan, saat ini ternyata sudah bisa anti air. Bahkan gadget B mampu dibekukan beberapa hari dalam kulkas dan tidak rusak. Hmm, sangat menarik bukan? Kepercayaan pengalaman terhadap brand yang berbeda membantu konsumen untuk membedakan standar kualitas dan untuk mengetahui value apa yang merka peroleh. Mungkin suatu saat nanti bisa saja HP kita bisa terbang mengikuti kita pergi kemanapun. Who knows?

4. Brand memberikan pencegahan resiko

Sebagian besar konsumen sebisa mungkin menghindari resiko atau kerusakan. Mereka tidak akan membeli suatu produk yang kalitasnya meragukan. Pengalaman terhadap suatu merk, memberikan keyakinan serta kenyamanan untuk membelinya, sekalipun harganya mahal.

Jika ada 2 produk dengan brand yang berbeda serta memiliki kualitas dan harga yang sama mahalnya, mana yang kalian pilih dari garansi yang diberikan? Sudah pasti yang memiliki garansi lebih lama bukan? Kepercayaan adalah salah satu faktor paling penting mengapa seseorang memilih. Brand membangun dan dapat membentuk kepercayaan tersebut lewat garansi atau jaminan yang mereka berikan.

5. Brand memberikan wadah untuk mengekspresikan diri

Brand menghasilkan kesempatan kepada manusia untuk mengekspresikan diri dalam berbagai cara. Salah satunya membantu untuk mengekspresikan kebutuhan sosial-psikologi manusia, seperti keberhasilan, aspirasi, cinta dan persahabatan, dan sifat. Hal tersebut sebenarnya sudah terjadi pada diri kita masing-masing. Misalnya, saya sendiri menyukai hal-hal yang klasik. Sampai saat ini saya masih cukup sering menggunakan produk kodak atau fuji dalam berfoto analog.

Tanpa kita sadari ternyata brand telah memungkinkan manusia untuk mengekspresikan diri, hal-hal yang mereka pikirkan, hal-hal yang mereka cintai, pola hidup mereka, dan mimpi-mimpi mereka. Wah, hebat juga impact-nya brand ini..

Baca Juga Mengenal Apa itu Sun, Moon, dan Rising Sign. Kalau Kamu Apa?

Branding sendiri tidak hanya sebatas ‘simbolisasi’ bagi sebuah produk komersil. Lihatlah betapa mengakarnya logo ‘palu-arit’ dengan Partai Komunis Indonesia atau logo Swastika yang melekat abadi pada Nazi. Oleh karenanya organisasi, komunitas, publik figur hingga instansi pun berlomba-lomba menciptakan branding yang tak akan lekang di ingatan masyarakat.

Berbicara tentang brand mungkin tidak akan ada habisnya. Semakin berkembangnya jaman, teknologi, dan kebutuhan manusia yang terus berubah, menjadikan branding sangat penting untuk dilakukan. Apalagi saat ini mulai banyak kesamaan-kesamaan yang muncul dari setiap produk ataupun jasa.

Jadi, kalian lebih suka odading Mang Oleh atau odading Mang Udut?

Image Source: Afif Kusuma

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.