Mencari Sebuah Ide Tulisan

Mencari Sebuah Ide Tulisan

Mencari bukan hal yang mudah, apalagi untuk sebuah tulisan yang menarik.

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Dipenuhi dengan daya kreativitas dan ide-ide cemerlang adalah dambaan banyak orang dalam berbagai rentang pekerjaan, mulai dari pelaku bisnis, penulis, jurnalis, hingga para pekerja seni pertunjukkan. Namun hal tersebut tidak didapatkan dengan begitu mudahnya. Meskipun kadang ada yang mendapatkan sebuah ide cemerlangnya seperti rejeki durian runtuh di siang bolong. Perlu diperhatian ada kata “Kadang” ya.

Sering kali diperoleh setelah melalui berbagai macam percobaan dan kegagalan, “jangan lupakan tentang bangkit dari dari kegagalan,” ingat itu juga ya.

Jika ditanya mengapa percobaan dan kegagalan? Karena kalau hanya menunggu ide mampir rasa-rasanya seperti berharap kelapa muda jatuh tiba-tiba dari atas pohon di siang hari yang panas terik ketika kamu sedang merasa sangat kehausan. Mau sampai kapan? hehehe.

Karena waktu bagi kita adalah sebuah sumber daya yang terbatas dan kita kehilangannya setiap detik, setiap hari, dan seterusnya. Hingga tanpa disadari kita kehabisan “jatah” waktu kita sendiri. Memang sebuah kebenaran yang cukup pahit.

Maka dari itu cukup bijak jika kita panjat pohonnya dan ambil buah kelapa yang kita butuhkan.

Maksud saya mulai aja dulu, gitu loh. “Ayo kejar bolanya!”

Karena jika ingin menulis tapi menunggu sampai jadi orang yang kreatif dan dipenuhi dengan ide-ide luar biasa ya, kapan mulainya. Nunggu aja terus-terusan.

Pernah denger quote ini? “Setiap bongkah batu terdapat patung di dalamnya dan itu adalah tugas seorang pemahat untuk menemukannya.” – Michelangelo.

Lalu bagaimana cara prakteknya?

Dalam hal ini saya mengambil contoh tentang bagaimana saya ingin belajar mendapatkan ide menulis, karena ternyata bagi saya menemukan ide untuk menulis sebuah artikel minimal 600 kata terasa masih cukup sulit, hehehe.

Terinspirasi dari kata-kata Dee Lestari dalam websitenya. Ia menjawab pertanyaan tentang bagimana cara menulis sebuah buku yang bagus dan mengembangkan ide yang menarik. Dee menjelaskan bagi kita agar menjawab beberapa pertanyaan diantaranya:

Temukan apa yang kamu suka, dan yang tak kalah pentingnya, apa yang kamu tidak suka dari sebuah buku. Di situlah kamu akan menemukan jawabanmu.

Cukup singkat, padat, dan jelas, ya.

Saya berpikir jika Dee berhasil menulis cerita luar biasa untuk bukunya dengan cara tersebut, mengapa tidak dengan artikel yang akan saya tulis?

Karena saya sedang sangat kehausan di siang bolong, maka saya segera coba mempraktekkan kata-kata Dee.

Mari kita mulai ini dengan kegiatan yang sekarang sedang saya geluti, yaitu menulis konten artikel. Cobalah ajukan pertanyaan-pertanyaan diatas. Apa yang saya suka dari suatu artikel, dan yang tak kalah pentingnya, apa yang saya tidak suka dari suatu artikel. Setelah merenungi pandangan saya dan membuat listnya akhirnya saya berhasil menemukan jawabannya.

Baca Juga: Cara Mengurangi Kebiasaan Boros

Ternyata saya memiliki ketertarikan pada artikel yang berisi tentang cara pengembangan diri. Tentang menjadi seorang pribadi yang penuh dengan motivasi dan semangat juang untuk bisa berubah menjadi lebih baik lagi, agar menjadi semakin bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Sebuah artikel dengan contoh nyata dan yang dapat segera dilakukan.

Itulah asal muasal lahirnya artikel ini yang sekarang telah mengudara bersama Thexandria.com dan berharap agar dapat dibaca oleh siapa saja. Meskipun saya menyadari bahwa tulisan saya masihlah sangat biasa, tetapi saya akan berusaha dengan menjadikan pengalaman untuk mengubahnya menjadi luar biasa.

Kembali ke topik pembahasan. Pun saya rasa hal ini dapat dilakukan bagi setiap orang yang ingin berkarya di bidang manapun.

Tak salah kan jika kita yang seorang “pejuang” ini untuk mencobanya. “Ayolah sobat pejuang!”

Jadi siapkah kamu menemukan ide luar biasa untuk tulisanmu?

Note: Terakhir saya sebagai penulis ingin cerita sedikit, boleh kan curcol (curhat colongan) dikit-dikit lah karena saya sudah kebelet banget ingin mengatakan ini. Tenang saja ini bukan curhat tentang cinta yang ditolak mulu kok, sumpah saya juga tau kok kalo curhat begituan itu dosa. Ini tentang betapa bersyukurnya saya.

Tentang kami yang berkumpul untuk tidak terisolasi; mencoba untuk membuka diri. Kami di sini untuk saling ketergantungan. Kebutuhan untuk saling menguatkan. Dan juga karena beberapa kesamaan.

Mau tau apa kesamaan kami?

“Kami adalah para pejuang yang berani untuk memperjuangkan mimpi-mimpi kami!”

Seperti untaian benang yang terjalin dengan rapi sehingga bersama-sama menjadi lebih kokoh, lebih ulet, lebih cepat, dan mampu menciptakan sesuatu yang baru dan segar berisi.

Terima kasih untuk masing-masing pribadi kita karena telah bersedia untuk berbagi. Terima kasih banyak telah mengajari saya hal ini.

Sumber Foto: Zain Sinjay

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.