Menawarkan Bunyi Musik yang Lebih Dreamy, Ikkubaru Melepas Album Kedua Berjudul Chords & Melodies

Menawarkan Bunyi Musik yang Lebih Dreamy, Ikkubaru Melepas Album Kedua Berjudul Chords & Melodies

Menawarkan Bunyi Musik yang Lebih Dreamy, Ikkubaru Melepas Album Kedua Berjudul Chords & Melodies

Penulis Suci Jayanti Tadjri | Editor Rizaldi Dolly

Setelah melepas album Amusement Park di tahun 2014, ikkubaru akhirnya merilis album kedua yang diberi judul Chords & Melodies tepat pada 14 Februari 2020 lalu. Band asal Bandung yang beranggotakan Muhammad Iqbal (vokal, keyboard dan gitar), Rizki Firdausahlan (vokal dan gitar), Muhammad Fauzi Rahman (bas) dan Banon Gilang (drum) ini mencoba mengesampingkan citra city-pop yang sudah melekat dan lebih bermain di ranah pop-dreamy di album terbarunya.

Seperti di album Amusement Park, rencananya album Chords & Melodies ini akan dirilis juga di Jepang dengan penambahan 12 tracks untuk format CD. Merujuk pada jarak yang bisa dibilang tidak sebentar dari debut Amusement Park, ikkubaru menghadiahi pendengarnya dengan pengembangan arah musikal dan lirikal yang tergolong signifikan. Termasuk lirik-lirik yang meliputi cinta dan kegelisahan manusia.

“Belakangan ini begitu banyak jenis lagu yang kami dengar. Hal ini juga menghasilkan dorongan yang membuat kami ingin menciptakan sesuatu yang belum pernah kami buat sebelumnya.

Termasuk menulis lagu dengan pendekatan lirik Bahasa Indonesia yang jauh lebih banyak dibanding rilisan-rilisan kami terdahulu,” beber Muhammad Iqbal selaku motor sekaligus penulis lagu dan produser album tentang alasannya mengapa ikkubaru mengubah gaya bermusik.

Secara lirikal, musik yang kini diarungi ikkubaru sangat cocok untuk dibalut dengan tema manusia dan kegelisahan, lanjutnya. “Bisa dibilang kami terinspirasi untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh para pendahulu dari tanah Britania.

Usungan genre macam “Dream Pop”, “Shoegaze” dan sebagainya sangat sering mereka leburkan dengan tema manusia, kegelisahannya dan lainnya, dan tidak ada salahnya kami bermain di pusaran itu,” ujar Muhammad Iqbal.

Berisikan 10 lagu, Chords & Melodies bisa dibilang kumpulan karya dengan serapan banyak latar belakang musik; manifestasi bebunyian dreamy bergaya vibe, funk, sophisticated-pop hingga layer-layer synthesizer yang mengiris kadar new jack swing dengan pijakan lantai dansa khas 80-an.

Musik-musik tersebut digarisluruskan dengan benang merah dari ciri khas irama musik ikkubaru itu sendiri. Tentu saja dengan konsepsi tekstual yang lebih luas sekaligus bisa menjawab kenapa album kedua ikkubaru diberi nama Chords & Melodies.

“Pada intinya, dengan album ini kami mencoba lebih menyampaikan makna kekaryaan yang kontemplatif dan spiritual, setali tiga uang dengan judulnya “Chords & Melodies” yang bila diartikan bagaikan Jiwa dan Raga. Bagi kami, keduanya tidak bisa dipisahkan, karena kita adalah manusia,” tukas Muhammad Iqbal.

Sama seperti 4 single terdahulunya, album Chords & Melodies ini pun dirilis secara digital oleh net-label asal California, Amerika, Circulate Music. Sedangkan untuk divisi cover artwork “Chords & Melodies” ini dibuat oleh M.M Hadi (STRGZ), salah satu illustrator asal Bandung yang juga mengerjakan cover album pertama ikkubaru, “Amusement Park”.

Mereka berharap, album kedua ikkubaru ini bisa lebih diterima oleh penikmat musik Indonesia, tentunya dengan jumlah lagu berbahasa Indonesia yang jauh lebih banyak daripada album sebelumnya.

Tracklisting

1. 1986

2. Tik Tok

3. Street Walkin’

4. Hilang

5. Memories

6. Evelyn

7. Pesona

8. Silent

9. Let The Love

10. Light

Profile

ikkubaru (イックバル) memulai karir bermusiknya pada tahun 2011 di Bandung. Awalnya bermula dari sebuah bedroom project milik Muhammad Iqbal yang kemudian berkembang bersama Rizki Firdausahlan, Banon Gilang, dan Fauzi Rahman.

Kebersamaan mereka lantas menghasilkan racikan materi-materi easy listening penuh melodi catchy dengan pendekatan lirik ragam bahasa (Indonesia, Inggris dan Jepang).

Musik yang ditampilkan ikkubaru, merupakan hasil kegemaran mereka kepada solois Jepang seperti Tatsuro Yamashita, Kadomatsu Toshiki serta band-band Inggris macam Tears For Fears, Prefab Sprout, dan Pet Shop Boys. Nama ikkubaru sendiri diambil dari nama belakang Muhammad Iqbal yang diterjemahkan ke bentuk Katakana.

Sejak berdiri, ikkubaru telah merilis album penuh, album mini dan single-single lepasan, sebut saja; Hope You Smile [EP] – Maltine Records (2013), Amusement Park [Album] – Hope You Smile Records (2014), Brighter [EP] – Hope You Smile Records (2015) dan Amusement Park [Exclusively in Indonesia] – Monolite Records dan Misashi Records (2017).


Baca Juga: I’m a Lucky Girl Knowing They Are Exist

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.