Malam Sekopi Sunyi

Puisi Malam

Malam Sekopi Sunyi

Oleh Ekohm Abiyasa

Sajak Kematian Matahari

pagi

angin berhembus dingin

gemuruh mesin kendaraan memanggil bising

matahari mencuat menerkam mata yang masih pekat, mimpi-mimpi sunyi

siang

angin berhembus sepoi

mencari teduh bayang-bayang

nyanyian kehidupan mengalun di pelataran

sekerat tekat dan keberanian

matahari mencabik, mengkristalkan keringat

sore

angin berhembus menentramkan

jejak-jejak kaki menapak di pantai

menjelang kematian, matahari mengantarkan kita sampai di sini
pulang ke rumah abadi

malam

angin berhembus muram membaca tanda-tanda temaram

tiba-tiba kita berhenti tertawa

kita lupa jalan pulang

Pencuci Malam

: pencari sunyi yang berkawan dengan aroma kopi

berapakah malam yang kau pinta

hujan yang turun adalah penyeduh ilusi

berapakah sunyi yang kau rupakan

gerimis adalah penggoda malam-malam kesepian

sebuah tempat dan sunyi kau rebus demi dahaga yang menahun

dalam kotak-kotak kamar

hitam dan putih membelah halaman rumah tua

berderet tebal halaman buku

di atas rak meja masih tertata juga

belum sempat menguliti isi dari pada daging

kita, segumpal daging

seonggok dosa dan doa mencekam

sesudah menyeduh teh panas atau kopi yang membarakan jantung

sebatang demi sebatang jadi asap lenyap di udara begitu saja

kamu kumandangkan larik-larik resah dan bungah

berharap pada tangkai-tangkai yang bertumbuh

jadi buah-buah rindu

pada siapa kau akan menjaga dan meminangnya?

Baca Juga Perjamuan Makan Malam

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.