Kumpulan Puisi; Trivia Dalam Semalam

Kumpulan Puisi; Trivia Dalam Semalam

Kumpulan Puisi; Trivia Dalam Semalam

Oleh Rizaldi Dolly

Sederas Desember

Semalam, diwaktu desember sederas hujan, aku bangun dengan payah. Peluhku yang membasah, hatiku yang patah, dan dirimu yang merekah.

Trivia dalam semalam, tiga bentuk majas bersembunyi dalam kepalaku yang sudah penuh, ada satu peluru yang melesat, cepat, menembus kepalaku, tumpah darah mengalir dari dahi, sampai ke tanganmu yang mendekap penuh arti.

Satu persatu ku pilah buku tua, foto dirimu dikala TK, tersimpan rapi di selipan kertas ke enam puluh delapan.

Setapak Lagi

Dua kali aku melangkah maju, seribu kali aku tertiup menjauh. Seberapa dekat aku nyaris mati, secepat itu aku dihidupkan kembali.

Trivia dalam semalam, tiga bentuk majas bersembunyi dalam kepalaku yang sudah penuh, ada satu peluru yang melesat, cepat, menembus kepalaku, tumpah darah mengalir dari dahi, sampai ke tanganmu yang mendekap penuh arti.

Lalu jam dinding diam, tak lagi ada detik yang berjalan. Menit pergi tanpa pamit. Hari kubunuh sebelum ia meludahiku lagi.

Setapak lagi, setapak lagi.

Amnesia

Belum pernah sebelumnya, tanganmu sedingin malam. Tatkala bulan akan tumbang, matahari tak lantas memberimu hangat yang kubutuhkan.

Trivia dalam semalam, tiga bentuk majas bersembunyi dalam kepalaku yang sudah penuh, ada satu peluru yang melesat, cepat, menembus kepalaku, tumpah darah mengalir dari dahi, sampai ke tanganmu yang mendekap penuh arti.

Kutanya ada apa?

Kau jawab semua baik-baik saja.

Kutanya salahku apa?

Kau jawab dunia memang berdosa.

Kurengkuh tubuhmu tiba-tiba…

Kau diam lupa seperti amnesia.

Rupanya bukan malam yang terlalu dingin, atau matahari yang tak lagi hangat. Ragamu disini, sikapmu memintaku pergi.

Baca Juga: Perempuanku Tidak Bersalah

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.