Kumpulan Puisi Tentang Drama Dunia

Kumpulan Puisi Tentang Drama Dunia

Kumpulan Puisi Tentang Drama Dunia

Oleh Adi Perdiana

Puisi Tiga Lembar Enam Halaman

Begini Bunyinya

Halaman Pertama

Kisah janda tua mengandung anak siapa?

Calon bujang lahir dari sang mantan dara muda.

Halaman Kedua

Si botak tua masih buntu pikirannya, bercumbu di dalam keremangan

Sadar dari kemabukan ia kabur, baru tau rasa bercinta sama pria.

Halaman Ketiga

Si bujang yang sudah lapuk dan botak tua yang suka mabuk

Kemana perginya?

Baru saja janda balik rumah sakit jiwa.

Halaman Keempat

Astaga masih lanjut rupanya

Sudahlah biar sisanya nanti saja

Aku mau cari botak tua

Belum bayar kabur dia.

Dua Cangkir

Bagai kopi dan susu yang kupesan

Dua cangkir berbeda dua rasa berbeda

Datang bersama silih berganti kurasa

Asam, pahit, manis mengecap lidah

Hidup hanya tentang duka dan bahagia

Apa kau rasa pertama, apa sesudahnya

Seruput pahit dunia, lalu teguk manisnya

Jeda berapa lama terulang dan berulang

Perihal suka dan duka aku mengingatnya

Mereka itu dua realita

Nikmati apa kini kau rasa

Percayalah hanya itu saja, sampai tulang tiba di muka.

Keping yang Hilang

Penipuan kecil nan sangat merugikanku ialah di saat ia datang, mengambil sebuah keping lalu pergi dan menghilang.

Meninggalkan sebuah ruang kosong, menjadikannya lubang yang perlahan buat aku menghilang.

Teruntuk siapapun yang masih punya energi di luar sana, yang bersedia melakukan satu kebaikan.

Bantulah aku, temukan satu keping terakhir yang menghilang disembunyikan dunia, dan lengkapilah aku.

Maka bertualanglah hingga tiba suatu saat kita bertemu dalam satu tempat yang tak terduga oleh siapapun ada kita di sana.

Baca Juga: Sepertinya Luka, Menghampirinya

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.