Kumpulan Puisi Seorang Manusia

Kumpulan Puisi Seorang Manusia

Kumpulan Puisi Seorang Manusia

Oleh Adi Perdiana

Destvo

Apadaya bila tiba rasa yang seakan asing

Menjelma sebuah bayang besar yang memeluk ragamu dari belakang

Tanpa kata ia mendekap erat merangkul dan menghembus

Ragamu menghilang tinggal bayang kenangan indah

menyesap isi setiap sel dalam pikiran

Penghujung sore yang ditimpali kemilau sorotan warna

merah muda segera menghilang

– – –

Di sini

Di titik penghabisan waktu malam itu

Aku membatu berkawan kelam.

Emergensi Ego Hati

Menanti penanti

Tungguan pun tak sampai sini

Hidup sekali kah hanya tuk ini

Masuk itu ruang, kosong

Segala tak berarti

Sang tuan bertanya, adakah hak saudara kemari?

Si hati berkata, jujurnya aku tak kau punyai

Di kala sama bibir terdiam tak berucap

Sekali menggagap sepatah dua patah kata meluncur

Maaf tuan saya hanya ingin berbudi.

Salmara

Menatap bak anak panah melesat

Ringan, senda, senang, sedih dalam tak kira

Bertahta mahkota bak Ratu jagat raya

Tertegun kadang ku menatap

Si kuda poni kecil tertawa,

Walau beban sebesar dusta

Senyum berlari serbu segala

Riang memancar tiap penjuru

Apa hidup yang kau tuju

Apa hak ku memahamimu.

Baca Juga: Kumpulan Emosi Tahun Lalu

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.