Kumpulan Emosi Tahun Lalu

Kumpulan Emosi Tahun Lalu

Kumpulan Emosi Tahun Lalu

Oleh Adi Perdiana

Menunda Kalah

Tenggelam di gelap, Aku tak tidur

Bernafas di air, Aku tertawa

Hancur, tak hilang asa

Percaya, kau masih ada

Namun

Lagi – lagi keliru

Lagi – lagi kualah

Lagi dan lagi kalah

Tapi,

Ah Sudahlah

Bahkan kau yang bilang ingin hidup seribu tahun lagi pun dibuatnya kecewa

Dan artinya kata-kata hidup hanya menunda kalah itu

Aku sedikit mengerti apa maksudnya

Januari, 2018

Sang Perindu Waktu

Terperangkap dalam penjara ruang

Diikat ketidakpastian masa depan ia bertanya pada Tuhan akankah tiba masanya

ia berkesempatan memeluk waktu untuk kedua kalinya

Sebab yang pertama kali menjadikannya dipenjara

Maret, 2018

Merah Muda

Apakah kau ingat tempat itu

Tempat di mana kau lihat

putih buih deru ombak yang menghapus ukiran nama di tepi pantai saat cahaya senja berkilauan

Dan sejengkal waktu setelahnya kau akan melihat manisnya awan berwarna merah muda

Hingga pasir yang basah terkena serpihan ombak pun terpantul cahayanya

Dan dua jengkal waktu sesudahnya semua hilang sirna ditelan gulita

Menyisakan lampu-lampu kapal besar pengangkut minyak yang menyala seirama

Kusapa hai bulan separuh yang tiba-tiba muncul di atas kepala

Astaga lucu sekali

Lagi-lagi aku lupa membungkus senja karena terpana

Aku akan pulang dengan hanya membawa kenang dan cerita

Terimakasih kawan lama

Oktober, 2018

Sang Pemilik Pedang

Barangkali kau ingat dulu kurangkul kubopong juga agar bisa jalan

Barangkali kau ingat dulu kugenggam kutarik juga agar bisa berdiri

Barangkali kau ingat dulu kudorong kulepas juga agar bisa maju

Barangkali kau ingat dulu apa yang tak dariku untukmu bahkan secangkir mimpi itu

Barangkali kau ingat siapa yang mati ini

Barangkali kau ingat siapa pemilik pedang yang menancap ini

Oktober, 2018

Baca Juga: Rangkaian Puisi dari Suci Jayanti Tadjri; Tentang Sepi

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.