Kompetisi Sobat Bumi Pertamina untuk Indonesia Mandiri Energi

Kompetisi Sobat Bumi

Kompetisi Sobat Bumi Pertamina untuk Indonesia Mandiri Energi

Penulis Adi Perdiana | Editor Dyas BP

Pertumbuhan penduduk serta pertumbuhan ekonomi akan berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan akan energi. Indonesia masih terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan sumber energi yang kian meningkat tersebut. Dengan sumber energi utama berasal dari minyak bumi, gas alam, batubara dan energi terbarukan.

Dikutip dari outlook energi indonesia 2019 oleh Dewan Energi Nasional menyebutkan bahwa produksi minyak bumi selama 10 tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun, dari 346 juta barel (949 ribu bph) pada tahun 2009 menjadi sekitar 283 juta barel (778 ribu bph) di tahun 2018.

Penurunan produksi tersebut disebabkan oleh sumur-sumur produksi utama minyak bumi yang umumnya sudah tua, sementara produksi sumur baru relatif masih terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan kilang, Indonesia mengimpor minyak bumi terutama dari Timur Tengah sehingga ketergantungan terhadap impor mencapai sekitar 35%.

Berkurangnya produksi energi fosil terutama minyak bumi serta komitmen global dalam pengurangan emisi gas rumah kaca, mendorong Pemerintah untuk meningkatkan peran energi baru dan terbarukan secara terus menerus sebagai bagian dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi. Sesuai PP No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, target bauran energi baru dan terbarukan pada tahun 2025 paling sedikit 23% dan 31% pada tahun 2050.

Sejatinya Indonesia mempunyai potensi energi baru terbarukan yang cukup besar dengan kondisi alamnya. Potensi tersebut berasal dari tenaga air, panas bumi, surya, angin, dan bioenergi.

Minimnya pemanfaatan EBT disebut karena teknologi produksi yang masih membutuhkan biaya besar sehingga kalah saing dengan energi fosil.

Namun belakangan ini pemanfaatan EBT pada sektor transportasi terutama biodiesel mulai berkembang cepat sejalan dengan mengamanatkan campuran BBN ke BBM sebesar 30% (B30) pada sektor transportasi.

Memanggil Pejuang Energi

Kompetisi Sobat Bumi Pertamina

Kontribusi Pertamina terkait potensi energi ini salah satunya diwujudkan dengan menyelenggarakan Kompetisi Sobat Bumi, sebuah kompetisi untuk mencari dan mempersiapkan putra putri bangsa yang berdaya saing dan berkemampuan untuk mengembangankan dan menciptakan inovasi energi di Indonesia.

Kompetisi ini ditujukan untuk mengembangkan ide kreatif dan inovatif untuk memaksimalkan potensi energi di Indonesia, sehingga mampu memenuhi kebutuhan energi di daerah terpencil, pelosok, dan terisolir lainnya.

PT Pertamina (Persero) mendukung penuh upaya pengembangan serta pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Sebagai perusahaan yang berfokus pada EBT, Pertamina menyelenggarakan Kompetisi Sobat Bumi yang bertujuan untuk mengembangkan bibit unggul Indonesia dalam menciptakan inovasi energi terbarukan.

Kompetisi sobat bumi kali ini dilaksanakan secara virtual dengan target meliputi seluruh lapisan masyarakat mulai dari mahasiswa jenjang S1 maupun S2, pengajar/akademisi, peneliti, pelaku usaha di bidang energi baru dan terbarukan, maupun penggiat di bidang energi; sehingga tetap mampu berinovasi dan berkontribusi untuk keberlangsungan bumi sekalipun dalam kondisi yang terbatas.

Melalui Kompetisi Sobat Bumi, Pertamina ingin menginspirasi masyarakat luas dalam mengembangkan ide kreatif dan inovatif, dengan tujuan untuk memecahkan isu kelangkaan energi di daerah terpencil, pelosok dan/atau terisolisir lainnya, yang mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat serta lingkungan.

Dilansir dari laman web sobatbumi, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan, Kompetisi Sobat Bumi tahun 2020 memiliki dua kategori lomba dengan hadiah total mencapai Rp 900 juta.

Baca Juga Melihat POP, Program Organisasi Penggerak yang Menuai Polemik

Kompetisi Sobat Bumi memiliki 2 (dua) kategori kompetisi, yaitu kategori Proyek Inovasi EBT dan kategori Teori Sains.

Sebelumnya kompetisi ini popular dengan sebutan Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN-PERTAMINA), yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2008. Pada tahun ke-10 ini diadakan pada tahun 2020 dengan pelaksanaan bernama OSN-PERTAMINA diganti menjadi Kompetisi Sobat Bumi.

Kategori Teori Sains diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta dari semua program studi atau jurusan, dan dapat berasal dari Universitas, Institut, Sekolah Tinggi ataupun Politeknik. Kategori ini merupakan kompetisi Olimpiade Sains yang meliputi bidang Matematika, Fisika, Biologi dan Kimia.

Sementara Kategori Proyek Inovasi Energi Baru Terbarukan diperuntukkan bagi peneliti, dosen, praktisi, penggiat energi serta masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap energi baru terbarukan di Indonesia.

Kategori ini berfokus pada penemuan atau praktik-praktik pengembangan energi baru dan terbarukan, guna memecahkan solusi permasalahan kelangkaan energi di daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan), serta mendorong inovasi energi menuju Indonesia Mandiri Energi 2035.

Fajriyah menambahkan, mengingat masih pandemi Covid-19, pelaksanaan Kompetisi Sobat Bumi dilakukan secara virtual melalui website www.sobatbumi.id.

“Pertamina ingin memfasilitasi seluruh masyarakat agar mampu melawan kondisi keterbatasan dan tetap leluasa mengeksplorasi daya pikir dan logisnya untuk menampilkan inovasi karya cipta yang diharapkan mampu memberikan solusi bagi kebutuhan energi,” imbuh Fajriyah.

Para mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi sobat bumi (KSB) kategori Teori Sains bisa mendaftar mulai tanggal 3 Agustus hingga 30 Oktober 2020. Peserta yang masuk akan diseleksi dalam dua tahap yakni  seleksi daerah dan seleksi nasional.

Seleksi daerah merupakan babak penyisihan yang dilakukan dengan metode Computer Based Test dan diselenggarakan secara online dengan jaringan internet yang baik di tempat peserta berada. Selanjutnya seleksi nasional merupakan babak final yang dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap semifinal dan grand final.

Peserta yang lolos Seleksi Provinsi (Daerah) akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti Seleksi Nasional, namun dijelaskan bahwa hal tersebut akan melihat perkembangan dari kondisi Pandemi yang telah terjadi.

Program Kompetisi Sobat Bumi akan diselenggarakan mulai tanggal 1 Juli 2020 sampai dengan tanggal 9 Desember 2020. Penganugerahan pemenang Kompetisi Sobat Bumi akan diselenggarakan pada tanggal 10 Desember 2020, yang bertepatan dengan HUT Pertamina ke-63.

Sudah waktunya Indonesia mandiri energi dengan memaksimalkan pemanfaatan domestiknya, melihat segala potensi yang ada baik sda maupun sdm.

Sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energi dalam negeri dengan memanfaatkan sumber daya energi tersebut.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.