Kita, Katamu, dan Pesan Untuk Perasaan

Kita, Katamu, dan Pesan Untuk Perasaan

Kita, Katamu, dan Pesan Untuk Perasaan

Oleh Junita

Kita

Ada yang hilang meski telah terbilang.

Ada yang pergi meski sebenernya tak pernah ada di sisi.

Ada pula air mata yang gagal menyelamatkan dirinya sendiri.

Pernah bersatu tapi tidak padu.

Pernah saling rindu tapi kini cuma aku.

Pernah bersama tapi saling membuat luka.

Ini cerita singkat berjudul “Kita”.

——

Junita

Februari 2020

Katamu

“Jarak ini bikin aku mudah nyerah ternyata..” katamu waktu itu.

Aku cuma diam.

Namun ada suara retak yang tidak kau dengar tapi bising sekali di telingaku.

Sementara gemuruh di dada kini menjadi sunyi dan nyeri.

“Mengapa untukku kau selalu terlalu jauh?”

“Aku bodoh ya ketika mengira kalau aku ini mampu?”

Kalimat-kalimat itu jatuh berhamburan di kepalaku.

Mungkin sudah waktunya aku berlalu.

Mungkin dia sudah tidak perlu aku.

——

Junita

Maret 2020

Pesan Untuk Perasaan

Bersedihlah sayang, tapi jangan lama-lama.

Pun jangan mendendam.

Kamu pernah mencintai dia sebegitu nya, yah tak apa.

Bukan salahmu jika kamu punya hati yang begitu rupa.

Ikhlaskan, maafkan, dan hilangkan sakitnya.

Perihal melupakan, biarlah itu urusan ingatan.

Kita melewati ini bersama, ya?

Pelan-pelan saja tak apa, menyembuhkan memang tidak pernah mudah.

Biasa itu.

Tarik nafas dan hembuskan, relakan semua hal-hal menyakitkan.

Pelan-pelan.

——

Junita

Juni 2019

Baca Juga: Pemuda Picisan

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.