Kisah Cinta dalam Diam Indonesia-Israel dan Wacana Hubungan Diplomatik

Hubungan Diplomatik Israel Indonesia

Kisah Cinta dalam Diam Indonesia-Israel dan Wacana Hubungan Diplomatik

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

Hubungan Indonesia dan Israel memang dari luar nampak ‘saling cuek’

Thexandria.com – Sebuah negara di timur tengah yang secara wilayah tidak begitu besar namun secara politik dan keamanan internasional—yang kalau kita sebut namanya di Indonesia—pasti menimbulkan sentimen, kini membuat terobosan dalam hal hubungan diplomatiknya dengan negara-negara muslim di timur tengah. Ya, Israel.

Bahkan ‘terobosan’ tersebut juga menyasar Indonesia.

Bukan kepalang, ‘terobosan’ untuk Indonesia dari Israel tersebut dikemukakan oleh, Kepala lembaga investasi Amerika Serikat (AS) untuk luar negeri, International Development Finance Corporation (DFC) Adam Boehler. Ia mengatakan Indonesia dapat menerima investasi finansial senilai miliaran dolar AS. Syaratnya, apabila Indonesia membangun hubungan dengan Israel.

Di Hotel King David, Yerusalem, Senin (21/12) kemarin, Boehler mengatakan Indonesia dapat membuka keran investasi AS dua kali lebih besar dibandingkan saat ini yang sebesar 1 miliar dolar. Boehler mengaku sudah membahas hal ini dengan Indonesia.

“Bila mereka siap, dananya akan siap dan bila mereka siap maka kami akan senang bahkan memberi dukungan finansial yang lebih besar dibandingkan yang telah kami lakukan,” katanya melansir Bloomberg.

Ia mengatakan tidak terkejut bila Indonesia, negara jumlah muslim terbesar di dunia, bersedia membuka hubungan dengan Israel lalu DFC menggelontorkan banyak investasi ke negara itu. “Satu atau dua miliar dolar lebih,” tambah dia.

Pemimpin-pemimpin AS dan Israel berharap semakin banyak negara yang bersedia melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Setelah Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan dan Maroko melakukannya dalam beberapa bulan terakhir.

Dan sejauh ini, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri secara resmi membalas ‘terobosan’ Israel dengan tak bergeming.

Indonesia mengklaim pembebasan Palestina adalah syarat mutlak untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Namun, apakah sepenuhnya benar?

Hubungan Indonesia dan Israel memang dari luar nampak ‘saling cuek’, atau mungkin lebih tepat dikatakan, Indonesia-nya yang cuek. Sementara Israel, terus merayu bak seorang yang dimabuk cinta.

Padahal, mereka (Indonesia & Israel),  nyatanya, pernah menjalin ‘asmara’ secara diam-diam.

Kisah ‘cinta dalam diam’ itu terkenang rapi dalam judul: Operasi Alpha—yang dilakukan oleh intelijen militer Indonesia semasa orde baru, untuk membeli 32 unit pesawat tempur Douglas A-4 Skyhawk dari militer Israel, melatih pilot Indonesia di Israel dan menyamarkan pesawat tempur itu agar bisa dibawa pulang pada 1980. So sweet!

Indonesia Dimata Israel

Sagi Karni - Source: Arsip Kedubes Israel untuk Singapura
Sagi Karni – Source: Arsip Kedubes Israel untuk Singapura

Dalam wawancara virtual bersama CNNIndonesia.com, Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi Karni, mencoba terbuka terkait hubungan kedua negara.

Berikut petikan wawancara yang kami lansir:

Apa tujuan utama Israel membangun hubungan formal dengan negara Arab dan mayoritas Muslim?

Bagi Israel ini sangat netral bahwa dalam sejarahnya, kami selalu mencoba menjalin hubungan normal dan bersahabat dengan seluruh negara, terutama tetangga kami. Ada beberapa yang tengah kita bidik untuk menyepakati normalisasi hubungan

Saya juga meyakini ketika Anda membangun hubungan bersahabat dengan negara lain itu adalah win-win solution. Dengan itu, Anda bisa memiliki kemajuan lebih baik, meningkatkan stabilitas di kawasan, dan berkontribusi terhadap ekonomi.

Kami sangat senang dengan Persetujuan Abraham—esepakatan normalisasi hubungan antara Israel-Uni Emirat Arab dan Bahrain. Ini adalah bukti bahwa negara-negara (Arab) mau mulai bersama-sama mengutamakan kepentingan bersama.

Selama ini Israel terlihat sangat berminat menjalin hubungan resmi dengan Indonesia hingga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakannya sendiri secara langsung pada Oktober 2018. Apakah Israel menargetkan hal serupa untuk menyepakati normalisasi hubungan dengan Indonesia?

Itu fakta-soal minat Israel menjalin hubungan dengan RI-dan saya hanya bisa mengatakan Israel pada dasarnya memang berminat membangun hubungan resmi itu dengan Indonesia sama seperti dengan seluruh negara damai lainnya.

Saya berpikir menjalin hubungan resmi merupakan solusi win-win bagi kedua negara. Banyak sekali sektor dan area yang memiliki potensi untuk menjadi dasar kerja sama antara Israel-Indonesia demi keuntungan masyarakat kedua negara.

Sektor mana saja yang memiliki potensi kerja sama tersebut?

Mulai dari sektor medis dan farmasi, kesehatan publik, agrikultur, berbagai jenis teknologi, kerja sama di sektor energi terbarukan (renewable energy), pendidikan serta inovasi, dan tentunya dalam bidang pariwisata.

Pemerintah Indonesia mungkin mengetahui bahwa sekitar puluhan ribu warganya mengunjungi Israel setiap tahun, mulai dari peziarah umat Muslim dan Kristiani. Pelajar Indonesia yang datang ke Israel untuk belajar agrikultur dan sektor lainnya juga cukup banyak.

Kami sangat senang berbagi pengetahuan terkait agrikultur modern dengan pelajar Indonesia sehingga ketika mereka pulang, mereka bisa menerapkan ilmu tersebut.

Saya juga berpikir banyak hak yang dapat kami pelajari dari keberagaman budaya Indonesia yang indah dan sangat kaya ini. Menurut saya, akan sangat baik bagi warga Israel untuk mengetahui lebih banyak lagi soal Indonesia.

Dan pada dasarnya, kami sebagai pemerintah Israel selalu berusaha untuk membuat kesejahteraan warga kami lebih baik lagi, terutama dalam menjalin kerja sama dengan negara lain untuk perkembangan ekonomi lebih baik lagi.

Apakah Israel melakukan pendekatan dan berupaya berdialog dengan Indonesia untuk menjalin hubungan diplomatik?

Posisi kami jelas dan terbuka. Kami tidak menyembunyikan posisi kami bahwa kami tertarik menjalin hubungan yang normal dengan Indonesia. Dan kami sangat berharap ini bisa terjadi lebih cepat akan lebih baik lagi.

Tapi, itu semua lagi-lagi bergantung pada keputusan pemerintah Indonesia terkait kepentingannya. Yang pasti, posisi kami jelas bahwa kami sangat berharap Indonesia-Israel bisa memiliki hubungan normal dan bersahabat.

Saya mau menegaskan lagi bahwa normalisasi hubungan dengan Israel tidak ada hubungannya dengan dukungan terhadap Palestina. Pada akhirnya, Israel percaya, normalisasi hubungan dengan Indonesia bisa membantu Palestina juga.

Pada era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Indonesia pernah mengumumkan niat untuk menjalin hubungan ekonomi dan dagang dengan Israel. Namun mendapat penolakan dari masyarakat dan organisasi Islam. Apakah pernah ada dialog dan pertemuan antara pejabat pemerintah kedua negara selama ini terkait wacana normalisasi hubungan?

Saya tidak bisa membenarkan atau membantah jika pernah ada pertemuan antara pejabat kedua negara. Saya tidak mengetahuinya. Tapi bisa saya katakan kebijakan pemerintah Israel sangat jelas dan terbuka kepada Indonesia.

Saya juga mengingatkan bahwa perdana menteri Israel pernah berkunjung ke Jakarta di masa lalu, sekitar tahun 1990-an. Dengan kenyataan itu, kedua negara memang pernah menjalin kontak selama ini.

Bagaimana Israel menggambarkan hubungan kedua negara?

Seperti yang sudah saya katakan, Israel sangat terbuka. Kebijakan dasar kami adalah menjaga agar pintu tetap terbuka. Itu lah dasar kenapa kami masih saja memberi izin visa bagi puluhan ribu WNI yang ingin mengunjungi Israel.

Itu pula yang jadi alasan mengapa kami masih mengundang pelajar Indonesia melanjutkan studi pertanian dan subjek lainnya di Israel.

Besar peluang warga Indonesia mau berbisnis dengan pengusaha Israel, ini hal lumrah. Kami mendukung pasar bebas, percepatan perekonomian, jadi tentunya ada beberapa hubungan dagang Indonesia-Israel selama ini.

Soal hubungan bisnis, tentu saja ada, namun lagi-lagi volume perdagangan sangat rendah karena banyaknya larangan. Saya mengetahui banyak pengusaha Indonesia yang sangat berminat menjalin hubungan bisnis dengan Israel.

Untuk hubungan perorangan, puluhan ribu WNI kunjungi Israel setiap tahun. Mereka butuh Israel dan Israel butuh mereka. Mahasiswa Indonesia yang belajar di Israel juga selama studi tinggal di antara warga kami.

Sementara itu, sampai saat ini masih sangat sulit bagi warga Israel untuk mengunjungi Indonesia karena kebijakan visa yang tidak mendukung bagi warga kami. Ini menjadi salah satu hal yang ingin kami perbaiki, demi memperbesar peluang para pengusaha kedua negara terutama untuk bepergian.

Baca Juga UNESCO Tetapkan Pantun Sebagai Warisan Budaya Indonesia dan Malaysia: Cakeppppp!!!

Sebab, ketika Indonesia mengunjungi Israel, berarti mereka juga mengunjungi wilayah Palestina. Itu berarti puluhan ribu turis Indonesia yang datang ke Israel setiap tahun berkontribusi terhadap perekonomian Palestina. Indonesia harus menyadari ini.

Presiden Jokowi menekankan bahwa Indonesia tidak berniat buka hubungan bilateral dengan Israel karena dukungan dan posisi Indonesia yang tetap sama terhadap Palestina. Bagaimana Israel menyikapi respons itu?

Saya berpikir Indonesia masih bisa mendukung Palestina dan di saat bersamaan menjalin hubungan yang baik dengan Israel. Banyak negara Arab melakukan ini.

Banyak negara Arab memiliki hubungan normal dengan Israel, kerja sama perdagangan dan ekonomi terutama, di sisi lain masih mendukung Palestina. Saya tidak melihat ada kontradiksi antara normalisasi hubungan dengan Israel dan dukungan terhadap Palestina.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.