Kehidupan Itu Seperti Tulisan Si Penulis

Kehidupan Itu Seperti Tulisan Si Penulis

Kehidupan Itu Seperti Tulisan Si Penulis

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Gak jelas!!!

Thexandria.com – Lagi ngapain? Sebuah kalimat dengan nada bertanya menyesap masuk ke telinga saya.

“Biasa mas, lagi bakar sampah” dengan spontan saya merespon pertanyaan itu.

Ditarohin ayam sama olesin bumbu kecap enak loh.

“Hahaha si mas bisa aja sih idenya, seandainya bukan bulan puasa mungkin sudah saya lakukan.”

Kira-kira begitulah sebuah obrolan yang terjadi dengan seseorang, atau mungkin  sesuatu? Ketika saya dengan senang hati sedang membakar sampah di belakang rumah yang dekat dengan kebun pisang pada kamis pagi jam 10.20 ketika cuaca mendung. Tanpa terlalu perduli tentang darimana arah suara berasal, yang jelas saya cukup familiar dengan suara tersebut.

Sementara memilah-milah sampah manalagi yang akan dibakar, saya berusaha untuk melanjutkan obrolan. Lumayan hitung-hitung ada temen sambil jagain bakaran sampah daripada ngelamun gak jelas, iya kan?  

“Apa itu pembaca?” sontak keluar secara otomatis dari kerongkongan yang kemudian melewati  bibir saya.

Lha kalo ini seharusnya gak usah dijelaskan lagi toh kamu tinggal berkaca di depan cermin dan lihat seperti apa rupa dari seorang pembaca. Atau kalau males lihat cermin tinggal buka fitur kamera depan di smartphpone kamu terus atur posisi seperti akan selfie. Nah kira-kira seperti itulah bagaimana seharusnya bentuk pembaca, atau masih mau tau cara lain lagi untuk tau apa itu pembaca?

Jawabannya gak menjawab pertanyaanmu? Lha lagipula kan juga aku yang bikin itu pertanyaan bukan kamu toh?

“Tunggu sebentar mas, kok saya agak bingung ya?”

Lha buat apa bingung toh, kamu itu kan sudah tau kalau hidup ini sudah jelas ada panduannya, ada yang mengatur, ada yang mengarahkan, kamu ini tinggal jalanin begitu aja kok repot.

“iya ya mas, bener juga. Tapi saya punya pertanyaan lain mas”

“iyo-iyo apalagi, cepet sini mana. Tapi  inget, kalau bisa pertanyaan yang berkelas dan berbobot lah seperti pertanyaan emak-emak yang baru belajar main medsos. Sepertinya aku gagal melucu disini.

Sudah tau gak jelas masih aja dibaca, mangkanya langsung aja lompat ke paragraph berikutnya dari tulisan ini biar jelas!

“Apa itu penulis?” dengan cepat pertanyaan saya menyerbu si mas yang sedang lengah.

Penulis itu siapapun yang memiliki pekerjaan menulis, mau nulis jawaban tugas sekolahnya, atau tugas sekolah temennya yang penting kegiatannya menulis.

Kehidupan Penulis

Sama juga dengan penulis caption, penulis nashkah film, penulis puisi, cerpen, penulis novel, penulis buku pelajaran, penulis yang lain-lain yang kerjaannya menulis itu ya penulis. Tapi, ada tapinya lho ini. Kamu harus tau mana yang penulis dan mana yang penulis professional.

Sudah paham? Atau kamu malah tambah berpusing-pusing ria dengan tulisan minim edukasi  seperti bagaimana cerita ini dimulai?

Saya kok rasa-rasanya masih ada yang mengganjal ya mas dengerin penjelasannya.

Lha itu salahmu karena terlalu banyak bertanya sama aku.

Jadi seharusnya saya bertanya sama siapa mas? Kan disini hanya ada si mas sendirian. Sampai sini jiwa saya yang masih sadar dan belum terguncang mencoba meluruskan semuanya.

“Gini loh mas, sebenernya saya itu mau bertanya mengenai perbedaan pembaca dan penulis”.

Lha terus apa pentingnya buatku?

Ini penting mas, soalnya saya ini kan dulunya hanya seorang pembaca amatir, nah sekarang saya ingin menjadi penulis professional, tapi setelah baca-baca dan katanya kalau mau menjadi penulis professional harus jadi lebih dari pembaca amatir dulu mas.

Baca Juga: Kenapa Kita Harus Bersyukur Superhero DC & Marvel Bukan dari Indonesia

Oo itu artinya kamu harus menjadi  pembaca professional terlebih dahulu. Jadi urutannya membaca untuk menulis, menjadi pembaca kemudian menjadi penulis.

“Yang professional mas” saya memotong.

Iya benar mas, jadi katanya saya harus jadi pembaca professional dulu, setelah itu baru bisa menjadi penulis professional. Nah masalahnya, dari dulu pun saya sudah sering berkaca di depan cermin  dan juga sudah sering-sering selfie, tapi kenapa kok saya gak paham-paham ya bagaimana caranya menjadi pembaca yang professional.

Lha sepertinya umurku bakal semakin pendek kalau terus-terusan ngeladenin orang ini. Pikir-pikir dulu deh biar cepet kelar.

Jadi begini ya aku akan kasih tau jawabannya, dengerin saran ini baik-baik. Karena kalau mau menjadi penulis professional apapun itu kamu harus catat kata-kataku ini lalu baca setiap hari sampai hafal.

Inget ya, kalau tulisan yang kamu buat itu untuk dibaca bukan dibakar.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.