Kegeraman Pembuangan Skripsi dan Digitalisasi Karya Ilmiah yang Harus Dilakukan

Kegeraman Pembuangan Skripsi dan Digitalisasi Karya Ilmiah yang Harus Dilakukan

Kegeraman Pembuangan Skripsi dan Digitalisasi Karya Ilmiah yang Harus Dilakukan

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Pesatnya perubahan dunia yang tengah memasuki era revolusi industri 4.0

Thexandria.com – Sebuah video viral yang beredar di media sosial menunjukan skripsi dibuang di Kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Riau.

Dalam video berdurasi 21 detik tersebut tampak ratusan skripsi itu dibuang dari jendela lantai atas gedung perpustakaan oleh petugas kampus ke halaman yang ada di bawah.

Skripsi tersebut ada yang telah disusun rapi dan diikat menjadi bundel dan adapula yang satuan.

Sementara di lantai bawah ada seorang petugas laki-laki yang sedang mengumpulkan bundel skripsi yang bertumpuk sebelum akhirnya dimasukan kedalam karung berukuran besar.

Proses pembuangan itu mengakibatkan tak sedikit skripsi para mahasiswa berserakan dan rusak. Padahal skripsi tersebut merupakan suatu karya ilmiah yang telah ditulis mahasiswa dengan proses yang sangat panjang sebagai syarat kelulusan serta menjadi bukti kualitas seorang mahasiswa.

View this post on Instagram

Pejuang skripsi harap bersabar. 😁 #boneterkini

A post shared by #boneterkini (@boneterkini) on

Merespon video viral tersebut Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Dr Junaidi memberikan penjelasan terkait video viral itu, ia membenarkan tentang adanya video yang viral tersebut. Atas nama pihak kampus, ia meminta maaf atas sikap petugas pustaka Unilak yang dinilai tidak pantas.

Menurut Junaidi bundelan skripsi yang dibuang dari lantai dua kampus itu terjadi pada Jumat (3/7/2020) lalu. Dia menyebut skripsi tersebut adalah skripsi-skripsi yang sudah lama dan rusak, sehingga akan dipindahkan ke tempat lain. Ia mengatakan bahwa sejatinya staf berencana memindahkan skripsi ke sebuah tempat yang sudah disiapkan kampus.

Junaidi menegaskan cara yang dilakukan stafnya dengan cara dibuang dari lantai dua memang salah. Pihak Unilak pun sudah menindak tegas.

“Kami akui cara pemindahannya tidak benar. Dan itu tentu melukai kita, melukai insan akademis juga. Jadi, kepala perpustakaan sudah saya ganti, karena ada kelalaian dia. Sebenarnya dalam SOP kita tidak ada seperti itu. Ini lebih kepada human error dalam memindahkan skripsi,” pungkas Junaidi.

Namun pada saat pemindahan skripsi dengan cara dibuang, menurut Junaidi ada mahasiswa yang diduga merekam kerja tersebut sehingga beredar di media sosial.

“Kita gak tahu siapa yang merekamnya dan tiba-tiba sudah viral saja. Dan kami meminta maaf atas kejadian ini,” pungkas Junaidi.

Kemudian beberapa hal diklarifikasi oleh Dr Junaidi sebagai respon untuk meluruskan kejadian viral ini, dikutip dari kompas.com

Ia menjelaskan bahwa skripsi tersebut merupakan skripsi lama yang sudah rusak dan harus dipindahkan ke tempat lain. Pihaknya mengakui dan meminta maaf dengan cara pemindahan bundelan skripsi yang mestinya tidak dibuang seperti itu. Serta sebagai pertanggung jawaban, pihaknya telah mengganti Kepala Perpustakaan, karena ada kelalaian dari yang bersangkutan.

Dr Junaidi selaku rektor Unilak menjelaskan bahwa saat ini sebenarnya Unilak telah merintis program repository atau tempat penyimpanan karya ilmiah seperti skripsi dalam bentuk digital. Ia mengatakan Unilak untuk beberapa tahun ini telah melakukan program digitalisasi karya karya ilmiah dari dosen dan mahasiswa.

Modernisasi Era Industri 4.0

Pesatnya perubahan dunia yang tengah memasuki era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri dunia keempat dimana arus informasi bergerak sangat cepat dengan teknologi informasi begitu berpengaruh terhadap semua lini dan telah menjadi basis dalam kehidupan manusia.

Segala hal menjadi tanpa batas (borderless) dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas (unlimited), jarak bukan hambatan dalam berkomunikasi, sumber pengetahuan dapat diakses secara open source, semuanya karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin.

Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi.

Gambar hanya ilustrasi

Di dalam bidang pendidikan terutama pada tingkat perguruan tinggi harus melakukan perubahan mengikuti era digital mulai dari metode pengajaran, sistem pembelajaran, segala administrasi, hingga pengembangan cyber university.

Maka jika merespon kejadian pembuangan skripsi yang telah terjadi sebelumnya, alangkah baiknya jika dilakukan penyesuaian terhadap bentuk persyaratan skripsi di perguruan tinggi yang pada mulanya harus dicetak dalam bentuk (hard copy) diubah seluruhnya menjadi hanya berbentuk digital.

Baca Juga: Menyambut Tentara Super, Gladiator Militer Masa Depan

Guna mengatasi tumpukan skripsi memenuhi ruang yang usang rentan dimakan rayap lalu ujung-ujungnya dibuang begitu saja diubah menjadi file yang mudah dibaca melalui perpustakan online setiap perguruan tinggi.

Hal tersebut menjadi bagian dari semangat berinovasi sehingga perguruan tinggi mampu bertransformasi melalui model digitalisasi pendidikan dalam prosesnya.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.