Kata Pakar Soal Kebijakan Baru WhatsApp, Menolak Artinya Siap Tutup Akun

Kata Pakar, Menolak Kebijakan Baru WhatsApp

Kata Pakar Soal Kebijakan Baru WhatsApp, Menolak Artinya Siap Tutup Akun

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

“Setuju atau Tutup Akun”

Thexandria.com – Sejak tanggal 5 Januari 2021 lalu, jika kamu membuka WhatsApp maka akan muncul pemberitahuan dalam aplikasi tersebut tentang persyaratan layanan dan kebijakan privasi yang baru. WhatsApp sebagai salah satu platform pesan instant terpopuler dunia yang merupakan bagian dari Facebook akan melakukan update dalam terms and pricacy policy-nya yang isinya terkait dengan cara WhatsApp dan Facebook memproses data pengguna mereka.

Layanan WhatsApp tengah memperkenalkan persyaratan yang diperbarui tahun 2021, dan hal ini dipengaruhi oleh integrasi media sosial milik Facebook yang banyak memberi dampak. Salah satunya soal kebijakan privasi baru pada WhatsApp dan tidak bisa menolak a.k.a HARUS dipatuhi.

Sebagian pengguna aplikasi WhatsApp telah menerima notifikasi berjudul ‘WhatsApp sedang memperbarui ketentuan dan kebijakan privasi’. Pengguna diberi opsi untuk menerima pembaruan dengan mengklik tab “Setuju” atau “Agree” yang tersedia di pop-up notifikasi. Menurut pop-up, pengguna harus menerima persyaratan atau kehilangan akses ke aplikasi mulai 8 Februari 2021.

Baca Juga Ribut-ribut Soal Menghilangnya Jack Ma

“Dengan mengetuk setuju, Anda menerima persyaratan dan kebijakan privasi baru … Anda harus menerima pembaruan ini untuk terus menggunakan WhatsApp. Anda juga dapat mengunjungi Pusat Bantuan jika Anda ingin menghapus akun dan ingin informasi lebih lanjut,” tulis notifikasi.

S i k a p banget gaya WhatsApp kali ini, seperti mau-mau engga-engga. Bila pengguna menolak kebijakan baru whatsapp, maka tidak akan bisa menikmati layanan chat atau panggilan telepon dan video dari aplikasi itu per tanggal 8 Februari 2021, dijelaskan lebih lanjut bahwa sebenarnya tetap bisa membuka atau mengakses WhatsApp, misalnya lihat chat history (pun kalau ada back up device juga, tapi buat apa???).

Data Apa yang Akan ‘Dikumpulkan’ WhatsApp

Berdasar kebijakan privasi baru WhatsApp 2021 disebutkan bahwa mereka akan mengumpulkan data meliputi data hardware termasuk level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler.

Kemudian, informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator seluler atau ISP), bahasa dan zona waktu, alamat IP, informasi operasi perangkat, dan pengenal (termasuk pengidentifikasi unik terhadap Produk Perusahaan Facebook yang dikaitkan dengan perangkat atau akun yang sama.

Hampir semua data yang dikumpulkan WhatsApp akan dibagikan ke Facebook. Kebijakan Privasi menyampaikan akan membagikan mulai nomor ponsel, alamat IP, hingga informasi perangkat.

“Informasi yang kami bagikan dengan Facebook Companies termasuk informasi registrasi aku (seperti nomor ponsel), data transaksi, informasi yang terkait dengan layanan, informasi mengenai cara berinteraksi dengan pengguna lain (termasuk bisnis) ketika menggunakan layanan termasuk informasi lain yang kami kumpulkan berdasarkan persetujuan pengguna”.

notifikasi update kebijakan baru whatsapp
Notif WA

Arogansi Karena Dominasi

Langkah-langkah tersebut, menurut aktivis hak digital, akan melemahkan privasi pengguna dan memaksimalkan pengumpulan data.

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menilai instruksi pembaruan dari WhatsApp dan opsi yang diberikan itu buntut dari aplikasi yang terlalu mendominasi. “Sehingga dengan posisinya yang dominan ini mereka berani mulai menekan penggunanya,” ujar Alfons dilansir dari tempo.co

Ia berpendapat bahwa Facebook Group seharusnya memberikan pilihan, jika pengguna WhatsApp tidak mau share datanya ke Facebook diperbolehkan untuk memilih fitur berbayar. Sedangkan jika ingin tetap gratis, maka datanya boleh dibagikan ke Facebook.

Namun, Alfons menilai, perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu justru dengan arogan tidak memberikan pilihan tersebut. Sebaliknya, kata Alfons, memaksa penggunanya untuk menerima bahwa jika ingin menggunakan WhatsApp harus bersedia dikorbankan sebagai ‘produk’.

“Pengguna WhatsApp perlu memikirkan hal ini juga dan menurut saya perlu mencari alternatif messenger selain Whatsapp. Bisa Telegram, bisa Line dan lain sebagainya,” lanjut Alfons.

Sementara melansir dari tirto.id pakar keamanan dunia maya Jiten Jain mengatakan kepada Times of India, meskipun WhatsApp telah memberi penggunanya opsi “setujui atau tinggalkan”, syarat dan ketentuan yang diperbarui dengan jelas menunjukkan, ini adalah “akhir dari apa yang disebut privasi di aplikasi”.

Menurut Jain, persyaratan yang diperbarui menyatakan, WhatsApp akan berbagi data pengguna dengan “bisnis”, ekstensi, pemerintah, dan lembaga penegak hukum. “Data yang tersedia dan dibagikan oleh WhatsApp akan mulai menyerupai Facebook. Facebook membagikan data dengan pemerintah berdasarkan permintaan. Sepertinya WhatsApp akan mulai melakukan hal yang sama,” kata Jain.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.