Kamala Harris, Wakil Presiden Perempuan Kulit Hitam Pertama Amerika Serikat

Kamala Harris Wakil Presiden Amerika Serikat

Kamala Harris, Wakil Presiden Perempuan Kulit Hitam Pertama Amerika Serikat

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

Kamala adalah bahasa Sansekerta untuk “bunga teratai”

Thexandria.com – Jika ada sekelompok orang yang paling berbahagia di bumi ini, boleh jadi itu adalah Partai Demokrat Amerika Serikat. Setelah memenangkan suara rakyat AS, pasangan Joe Biden dan Kamala Harris, berhasil mengalahkan Donald Trump beserta Partai Republik-nya.

Amerika Serikat yang lebih “sopan”, dipastikan akan kembali menjadi wajah AS di kebijakan-kebijakan internasional.

Partai Demokrat adalah harapan yang nyata bagi persamaan ras dan hak yang setara, setidaknya, hal itu yang sangat diyakini serta dibanggakan oleh politikus-politikus Partai Demokrat. Barrack Obama—-yang pernah mengenyam pendidikan Sekolah Dasar di bilangan Menteng, Jakarta Pusat itu, adalah Presiden berkulit hitam pertama dalam sejarah politik AS—-yang juga adalah politikus Partai Demokrat.

Baca Juga Pemilu AS yang “Ala Indonesia”

Setelah Donald Trump hadir seperti bola api yang liar, kemudian Biden yang seolah pemadam kebakaran dan sukses tampil bak pahlawan, nyatanya, fenomena unik tentang Kamala Harris terlalu menarik untuk dilupakan begitu saja.

Pasalnya, Kamala Harris mau tidak mau akan mengingatkan kita pada Barrack Obama, dan mengiyakan kita “lagi-lagi” pada kebanggaan Partai Demokrat.

Kamala Harris adalah perempuan kulit hitam pertama yang menjadi Wakil Presiden AS.

Kamala Harris sebagai Sebuah Simbol Politik

Kamala Harris Sebagai Simbol Politik
Bendera Amerika Serikat

Mengutip APNews, Minggu (8/11/2020) Senator California berusia 56 tahun ini merupakan orang pertama keturunan Asia Selatan yang terpilih sebagai wakil presiden.

Terpilihnya Haris sebagai Wapres mendampingi Joe Biden, mewakili multikulturalisme yang mendefinisikan Amerika, tetapi sebagian besar tidak ada di pusat-pusat kekuasaan Washington.

Identitas kulit hitamnya dinilai memberikan kebebasan baginya untuk bersuara secara pribadi di tengah pertiwa sebetulnya soal kebrutalan polisi dan rasisme yang begitu sistemik di AS.

Sebagai wanita dengan peringkat tertinggi yang pernah terpilih dalam pemerintahan Amerika, kemenangannya memberikan harapan bagi wanita yang terpukul oleh kekalahan calon wanita sebelumnya yaitu Hillary Clinton, 4 tahun lalu, melawan Donald Trump.

Harris telah menjadi bintang baru dalam politik Demokrat selama hampir dua dekade terakhir, menjabat sebagai jaksa wilayah di San Francisco dan jaksa agung California sebelum menjadi senator AS.

Setelah Harris mengakhiri kampanye presiden Demokrat 2020, Joe Biden menunjuk Harris sebagai wakilnya. Mereka akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Januari 2021.

Pemilihan pasangan Biden menambah signifikansi karena Biden akan menjadi presiden tertua yang pernah dilantik, pada usia 78, dan belum berkomitmen untuk mengupayakan masa jabatan kedua pada 2024.

APNews menilai, Harris sering membingkai pencalonannya sebagai bagian dari warisan, dari perempuan kulit hitam perintis yang datang sebelum dia, termasuk Mary McLeod Bethune, aktivis hak sipil Fannie Lou Hamer dan Shirley Chisholm, kandidat kulit hitam pertama yang mencari partai besar pencalonan presiden, pada tahun 1972.

“Kami jarang mengajarkan cerita mereka. Tapi sebagai orang Amerika, kita semua berdiri di atas bahu mereka,” ujar Harris, Agustus lalu, saat dia menerima nominasi wakil presiden partainya.

Kamala Harris lahir pada tahun 1964 dari dua orang tua yang aktif dalam gerakan hak-hak sipil. Shyamala Gopalan, dari India dan Donald Harris dari Jamaika, bertemu di University of California, Berkeley, yang kemudian menjadi sarang aktivisme tahun 1960-an.

Mereka bercerai, Harris dan saudara perempuannya dibesarkan oleh mendiang ibunya yang dianggapnya paling berpengaruh dalam hidupnya.

Kamala adalah bahasa Sansekerta untuk “bunga teratai”, dan Harris mengiyakan soal warisan India-nya ini selama kampanye, termasuk dengan panggilan kepadanya.

Namanya menjadi ejekan oleh Partai Republik, termasuk Trump. Ini hanyalah salah satu serangan yang dihadapi Harris. Trump dan sekutunya berusaha mencapnya sebagai radikal dan sosialis terlepas dari catatannya yang lebih sentris, upaya yang bertujuan untuk membuat orang tidak nyaman tentang prospek perempuan kulit hitam dalam kepemimpinan.

Dia menjadi sasaran disinformasi online yang dicampur dengan rasisme dan seksisme tentang kualifikasinya untuk melayani sebagai wakil presiden.

Anggota Kongres Pramila Jayapal dari Washington mengatakan kekuatan Harris tidak hanya berasal dari pengalaman hidupnya tetapi juga dari orang-orang yang sudah dia wakili.

California adalah negara dengan populasi terpadat dan salah satu negara bagian yang paling beragam; hampir 40% orang adalah Latino dan 15% adalah Asia.

Di Kongres, Harris dan Jayapal bekerjasama dalam rancangan undang-undang untuk memastikan perwakilan hukum bagi Muslim yang menjadi target larangan perjalanan Trump tahun 2017 dan untuk memberikan hak kepada pekerja rumah tangga.

Ibu Harris membesarkan putrinya dengan pemahaman bahwa dunia akan melihat mereka sebagai wanita kulit hitam, dan begitulah cara dia menggambarkan dirinya saat ini.

Dia kuliah di Howard University, salah satu perguruan tinggi dan universitas kulit hitam historis bangsa, dan pernah tergabung dalam Alpha Kappa Alpha, perkumpulan mahasiswa pertama bangsa yang dibuat untuk perempuan kulit hitam.

Dia berkampanye secara teratur di HBCUs dan mencoba untuk mengatasi kekhawatiran pria dan wanita kulit hitam muda yang bersemangat untuk upaya yang kuat guna membongkar rasisme sistemik.

Lagi, APNews menilai, kemenangannya bisa mengantarkan lebih banyak perempuan kulit hitam dan orang kulit berwarna ke dalam politik.

“Orang Afrika-Amerika tidak jauh dari perbudakan dan kengerian rasisme di negara ini, dan kami masih merasakan dampaknya dengan cara kami diperlakukan dan apa yang terjadi di sekitar pemberontakan rasial ini,” katanya.

Pencalonan Harris menanamkan banyak kebanggaan dan beserta harapan, kegembiraan. Harris menikah dengan seorang pria Yahudi, Doug Emhoff, seorang lawyer, yang anak-anaknya dari pernikahan sebelumnya memanggilnya “Momala”.

Kegembiraan tentang pencalonannya meluas kepada wanita dari berbagai ras.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.