KAARA (3)

Cerpen; KAARA

KAARA (3)

Penulis Suci Jayanti | Editor Rizaldi Dolly

“Kaara..”

Thexandria.com – “Aku sayang banget sama kamu, Ra. Kamu mau kan jadi pacar aku?”

“Tapi, Fal.. Aku belum mau pacaran.”

“Aku janji akan bahagiakan kamu, aku janji akan jaga kamu sebaik mungkin. Pegang janjiku..”

“Hmm.. Baiklah, kita coba jalanin dulu, ya. Aku juga sayang sama kamu, Fal.”

Hubungan Kaara dan Falen diawali dengan hangat dan manis, bagaikan dunia milik berdua. Bergandengan tangan di koridor sekolah merupakan pemandangan setiap pagi. Menebar kemesraan di tengah publik seperti orang yang tidak pernah pacaran.

Beberapa guru tak jarang menegur mereka, namun mereka tetap saja melakukan hal yang sama setiap hari. Tak jarang Falen menyewa seluruh kantin demi dirinya dan Kaara agar bisa makan berdua di kantin. Kaara hanya manut saja dengan apa yang dilakukan Falen. Sampai pada masa-masa 3 bulan pacaran, Falen mulai bersikap kasar. Suara bentakan mulai sering terucap dari bibir Falen.

Tak jarang tangan Falen pun ikut “meramaikan”. Kaara sudah memasuki masa tidak betah dengan sikap Falen padanya. Putus pun menjadi cara terakhir untuk melepaskan. Meskipun begitu, Falen tetap saja memohon dan mengejar-ngejar Kaara agar kembali ke pelukannya. Sampai saat ini, Kaara ogah memulai kisah baru dengan seorang cowok, sedikit trauma masih membekas di benaknya. Cukup sudah mengenal seseorang bernama Falen Bagaskara, sakitnya mewakili seluruh tubuh.


“@KaaraAlshanee: Rest In Peace, Mom. L”

“@KaaraAlshanee: Awal masuk SMA, gimme some good friends please!”

“@KaaraAlshanee: I got one new best friend. Yeay!:D”

“@KaaraAlshanee: I gave him my whole heart. I love him. J”

“@KaaraAlshanee: And he broke my heart..”

“Aku selalu memerhatikanmu, aku yang selalu khawatir tentangmu. Aku orangnya.”


Masa Minggu tenang telah usai. Seminggu penuh Kaara hanya bergelut dengan soal-soal latihan. Hangout pun dihapus sementara dari kamusnya. Dan saatnya menumpahkan hasil kerja keras seminggu penuh ke atas kertas-kertas ujian, demi nilai yang memuaskan dan Universitas yang di idamkan.

*Tinuut*

“Semangat ya! @KaaraAlshanee”

Hai, makasih ya.. 🙂 RT @lookatme : Semangat ya! @KaaraAlshanee

“She just replied..”

—-

Suasana kantin yang ramai menemani makan siang Kaara dan Zia, bakso dan mie pangsit di tambah es jeruk dan sekaleng Coca Cola cukup menambal perut yang kelaparan sehabis menghajar soal demi soal ujian. Falen yang dari jauh memerhatikan Kaara dengan senyum-beribu-arti, hanya mendapat pengabaian dari Kaara yang hanya fokus dengan bakso di depannya.

“Ra, Falen tuh..” Lirik Zia ke arah Falen.

“Peduli amat?”

“Yaelah, cuek banget sih. Gitu-gitu juga pernah sayang-sayangan, gandeng-gandengan berjam jam kan? Haha..” Ledek Zia.

“Oh, iya, Zi.. Gue heran banyak banget yang mention gue. Gue nggak kenal siapa mereka. Tapi ada satu akun yang tiap pagi nyapa gue, tiap malam ngucapin goodnight, terus ngasih semangat ke gue juga. Agak ngeri sih..” Kaara mengalihkan pembicaraan.

“Mungkin fans lo atau… Palingan juga si Falen ngisengin elo. Lo balas, Ra?”

“Sekian lama itu akun nge-mention gue, baru kali ini gue balas sih..”

Pembicaraan terputus karena bel masuk telah berbunyi. Semua murid berhamburan memasuki kelas masing-masing karena ujian terakhir akan segera dimulai. Panik pun melanda Kaara, karena ujian terakhir ini adalah ujian Matematika. Momok dari segala ujian. Bagaimanapun Kaara harus mendapatkan nilai tinggi di ujian akhir ini.


“Kaara..”

Teriak Falen memanggil Kaara dari jauh. Kaara hanya mengabaikan panggilan Falen dan langsung menuju parkiran dimana mobil mini cooper merahnya di parkir.

“Duh, Ra.. Gue manggil lo, lonya malah nggak ngiraukan gue.” Ucap Falen setengah berlari mengejar Kaara.

“Mau apasih?” Ucap Kaara ketus.

“Gue mau ngajak lo jalan, itung-itung refreshing habis ujian. Lo mau nggak? Nonton atau makan malam gitu..”

“Kenapa gue, Fal?” Kaki Kaara sejenak berhenti dari langkahnya dan memalingkan wajah kearah Falen.

“Karena.. gue pikIr-pikir kita udah lama nggak jalan bareng. Lo jomblo juga kan? Nggak masalah dong kalau kita jalan bareng. Yang masalah itu kalau elo udah punya pacar terus lo jalan sama cowok lain. Bahaya tuh..”

“Gue jemput jam 7 malam ya.” Sambung Falen.

“…”

“Okay, diam berarti iya. Gue jemput ntar jam 7 malam. Bye, Kaara..”

Belum sempat membalas pembicaraan, Falen menghilang bagai ditelan bumi. Entah apa yang membuat Kaara berpikir untuk menerima ajakan dari Falen. Kaara hanya berpikir apa salahnya menghabiskan waktu diluar setelah seminggu penuh menghadapi ujian Nasional yang membuat isi kepala berantakan simpang siur entah kemana.

Perlahan Kaara sedikit demi sedikit mulai lupa dengan ketidakhadiran Keenan. Tapi tetap saja tekad untuk kuliah di Amsterdam tak terbendung. Selain untuk menemui Mas Nathan, mencari kabar Keenan di Amsterdam adalah tujuan Kaara. Bagaimanapun juga sahabat tetaplah sahabat, sejauh apapun sahabat itu berada; kabar baik dan kesehatan sahabat adalah hadiah termanis dari seorang sahabat.


“@KaaraAlshanee: Setelah seminggu penuh berkutat dengan soal-soal.. (At Studio XXI with Falen)”

“@ziaziu: Kesambet apaan lo mau jalan sama Falen? Wkwk. RT @KaaraAlshanee: Setelah seminggu penuh berkutat dengan soal-soal.. (At Studio XXI with Falen)”

“@KaaraAlshanee: Itung-itung refreshing, Zi. Gue bosan di rumah.. @ziaziu”

“Aku harap aku bisa menemanimu saat kamu bosan, tapi kenyataannya aku nggak bisa..”

Bersambung

Baca Juga: Kaara (2)

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.