Jogja-Malang; Singkat Saja Menjadi Avonturir

Jogja yang (akan) selalu istimewa.

Penulis: Dyas BP

Liburan akhir tahun telah tiba, saya hanya berfikir untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk pekerjaan dengan bersantai bersama keluarga dan sahabat. Namun, salah satu rekan mengajak untuk memanfaatkan masa muda dengan “mencicil” satu-persatu daerah yang indah di negeri ini untuk dikunjungi—karena ada sebuah pandangan yang mengatakan semakin tua kita, semakin sulit juga untuk berlibur.

Tanpa basa-basi kamipun merencanakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk berlibur, mulai transportasi, konsumsi hingga akomodasi. Sampai minggu berikutnya tiba, hari dimana saya dan rekan saya siap untuk berangkat. Dari stasiun Gambir, Jakarta, kami menuju ke Stasiun Yogyakarta.

Mengunjungi Prambanan dan Taman Sari di Jogja

Setibanya di Jogja dan ke penginapan, kamipun begitu excited dengan beberapa destinasi yang telah kami catat di list perjalanan kami. Namun lelah menjadi alasan kami untuk beristirahat menyiapkan tenaga untuk keesokan harinya.

Keesokan hari kami bergegas untuk pergi ke Candi Prambanan, sebuah situs budaya yang sangat-sangat membuat saya kagum dengan keindahannya. Candi Prambanan merupakan mahakarya kebudayaan Hindu dari abad ke-9 yang memiliki ketinggian bangunan sekitar 47 meter. Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang merupakan Candi Hindu tercantik didunia dan juga Candi Hindu terbesar di Indonesia.

Waktu yang kami habiskan di Candi Prambanan tidak sampai setengah hari. Karena memang tujuan kami kesana bukan sebagai arkeolog namun sebagai turis lokal — ya yang paling penting adalah foto-foto. Untuk menghabiskan hari agar tidak sia-sia, kami menuju ke Taman Sari yang merupakan salah satu bangunan milik kesultanan Yogyakarta yang difungsikan sebagai destinasi wisata. Namun selain sebagai destinasi wisata, taman sari pada saat tertentu juga masih digunakan sebagai tempat ritual oleh keluarga raja.

Menapaki Sebagian Sudut Bumi Arema

Karena keterbatasan waktu yang dimiliki, kami memutuskan untuk melanjutkan petualangan abal-abal ini ke timur pula Jawa, tepatnya kota Malang dan sekitarnya. Padahari pertama di Bumi Arema inim kami memfokuskan diri untuk berkeliling di kota wisata Batu yang memang banyak sekali spot-spot yang sangat ramah dengan mata untuk dipandang dan membuat jiwa segar. Mulai dari kawasan belakang Gunung Arjuna, Air Terjun Coban Rondo hingga jalan poros Cangar yang memang memiliki ciri khasnya sendiri walaupun hanya jalan penghubung antar kota.

Pada hari kedua kami rencananya kami hanya fokus di sekitaran Malang kota saja. Lagi-lagi, agar tak hanya menghabiskan waktu di satu tempat maka kami nekat untuk pergi ke arah selatan, tepatnya ke Pantai Sendiki. Dan perjalanan kami berakhir di hari ketiga dengan cukup mengelilingi Malang kota tepatnya ke objek wisata yang banyak jadi perbincangan masyarakat, yaitu kampung warna-warni Jodipan.

Singkat sekali, namun cukup menyenangkan bisa memanfaatkan masa muda dengan cara seperti ini..

Sumber Foto: Dyas BP

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.