Jangan Tanya: Saya Sedang Puasa Hubungan dan Pernikahan

Puasa hubungan dan pernikahan

Jangan Tanya: Saya Sedang Puasa Hubungan dan Pernikahan

Bahagia atau tidaknya seseorang itu bukan ditentukan oleh sudah berpasangan atau belum kan?

Thexandria.com – Omongan yang keluar dari mulut tetangga ketika rumpi memang selalu tajam setajam pisau cukur, kenapa pisau cukur? Karena kalau setajam s i l e t kata-kata itu sudah diambil orang dan sedikitpun tidak membuat membuat jokes ini menjadi lucu. Namun, sayangnya budaya gosip pagi dan sore dari emak-emak negeri ini tumbuh subur dan menjamur.

Ketika para anak muda di kampung sudah nyaris menikah semua, akan tiba giliran dimana kamu si jomblo dihujani pertanyaan yang entah niatnya serius nanya atau kepingin ngejek doang. “Kamu kapan nikah? Kesusul Anto loh. Si Budi bentar lagi nikah dia”.

Akan sangat mudah jika semua orang bisa mengerti bahwa pada waktunya, saya dan para jomblo di seluruh dunia akan berpasangan dan menikah tepat pada waktunya. Namun tidak untuk sekarang. Maka dari itu jangan digituin ya mbak, ibu, tante, dan bude sekalian yang terhormat.

Baca Juga Serba-Serbi Among Us: Game yang Dianggap Overrated Hingga Meniru Werewolf

Menanggapi celotehan seperti itu, saya sih sebenarnya masih fine-fine saja kalau cuma diejek karena paling kemungkinan terburuknya hanya dipanggil bujang lapuk, apalagi kalau semua itu datang dari teman-teman a.k.a tongkrongan, meskipun kadang rasa kesal disertai ketika bercandanya memang kelewat batas dan bikin suasana jadi tak asyik. Namun itu semua hilang akan setelah kedipan mata.

Tapi rasanya berbeda kan kalau yang diomongi tetang seperti itu perempuan misalnya akan sangat kasihan, karena dipanggil perawan tua lah, gak laku lah, susah jodoh karena harus diruwat biar jodohnya datang. Yang bisa membuat seseorang stress, bahkan depresi karena masalah percintaan dalam hidupnya diikut campuri oleh orang lain dengan cara demikian.

Kalau saya sih tak akan membalas dengan cemoohan seperti itu meskipun sebenarnya para “bucin” senyum-senyum jorok manis liat chat hp sampai leher bengkok, antar jemput rumah pacar yang jauh sampai tua di jalan, rengekan pasangan yang ketahuan gak izin dulu kalau mau jalan sama teman, dan silakan dilanjut sesi ini sesuai dengan pengalaman masing-masing.

Namun perlu yang perlu ditekankan adalah saya sama sekali tidak masalah dengan urusan perbucinan itu semua, toh itu semua hanya bentuk ekpresi dari rasa cinta mungkin? Sebab dari jaman sebelum Naruto ikut perang dunia shinobi juga merupakan hal yang wajar jika tidak ingin pasangannya susah, kelaparan, apalagi sedih.

Bagi saya suatu hubungan pernikahan bukan hanya tentang akad lalu pesta resepsi mewah nan megah, ada hal yang jauh lebih penting dari sekadar menentukan tema pernikahan, baju pengatin, urusan gedung bahkan catering.

Yakni kesiapan antara kedua mempelai untuk menata masa depan nantinya. Tentu sangat konyol jika kamu memutuskan untuk menikah hanya karena umur atau ikut-ikutan tren pertemanan, bahkan karena lelah jadi bahan olok-olokan.

Jadi alasan saya puasa hubungan dan pernikahan memang karena memilih untuk mengesampingkan hal itu demi menabung lebih banyak pengalaman. Dan memang jika diurutkan dalam skala prioritas bagi saya hal-hal seperti itu berada di bawah peringkat tiga besar. Hasyah kek tes masuk kuliah aja pake peringkat segala.

Memang tidak akan bijak rasanya jika menjadikan karir dan kemapanan sebagai alasan untuk menunda pernikahan. Saya memilih untuk tetap sendiri karena merasa hidup ini masih haus akan pengalaman yang bebas, berjuang untuk menggapai mimpi tanpa dibatasi atau membatasi. Mari bangun kembali sikap saling menghargai antar generasi dan memandang suatu persoalan lebih luas lagi.

Saya tidak ingin balas mengejek kamu yang sudah berpasangan atau menikah, doa semoga langgeng terus menyertai hubungannya. Kamu yang baru putus ya kuapook semoga cepat mendapatkan pengganti, toh tak semua kisah percintaan di dunia ini berakhir dengan indah. Namanya juga takdir, mau gimana lagi ya kan?

Lagipula bahagia atau tidaknya seseorang itu bukan ditentukan oleh sudah berpasangan atau belum kan? Lebih baik jalani hari-hari dengan menikmati segala prosesnya.

Puasa sejenak dari hubungan dan pernikahan bagi saya bukan berarti memilih untuk menjomblo seumur hidup. Ini cuma sementara kok, nanti akan datang waktunya hubungan yang lebih dari sekadar itu semua. Menjadi hal yang benar-benar diusahakan dan persiapkan bersama dengan lebih baik.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.