iPhone 12 yang Sebenarnya Bukan Manifestasi Kerja Keras Kita

iPhone 12 yang Sebenarnya Bukan Manifestasi Kerja Keras Kita

iPhone 12 yang Sebenarnya Bukan Manifestasi Kerja Keras Kita

Penulis Dyas BP | Editor Rizaldi Dolly

Betapa manusia selalu mencari-cari cela, kebutuhan kini dapat kita sebut aktualisasi diri.

N.N.

Thexandria.com – Apple, selaku produsen penghasil gadget nomor wahid di dunia kembali merilis produk terbaru mereka. Jejeran mahakarya teknologi yang disebut dengan “iPhone 12 Series” ini terdiri dari empat produk berbeda, yaitu iPhone 12, iPhone 12 Mini, iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Max Pro. Melalui sebuah event yang diselenggarakan secara virtual bertajuk “Hi Speed”, pihak Apple sekaligus menggelar lapak dengan menyebutkan banderol resmi gawai dengan sistem operasi iOS tersebut.

Disebutkan bahwa harga iPhone 12 Mini dimulai dari harga 699 Dollar AS atau sekitar 10,3 Juta Rupiah, sedangkan seri iPhone 12 dijual dengan harga yang agak lebih mahal, yakni 799 Dollar AS  atau sekitar 11,8 Juta Rupiah. Namun, harga tersebut tidak mutlak yang berlaku di pasar penjualan. Beragamnya kebijakan retribusi barang-barang elektronik di berbagai negara dan sistem monopoli pasar oleh para distributor menyebabkan harga jual di beberapa wilayah bermacam-macam.

Bedah Singkat iPhone 12 Series

Melansir dari Tirto, fitur-fitur baru yang coba disuguhkan oleh Apple dalam produk terbaru mereka adalah banyaknya improvisasi. Hal pertama yang coba dideklarasikan oleh petinggi Apple dalam event virtual “Hi Speed” pembekalan seri ini dengan teknologi 5G. Jaringan 5G sendiri banyak dinanti-nanti oleh masyarakat dunia untuk penyampaian dan penerimaan informasi yang lebih cepat. Diprediksi jaringan 5G secara signifikan akan tiga kali lebih cepat dari jaringan 4G. Kecepatan data dalam koneksinya akan menghantarkan paling rendah setidaknya 20 Gigabit per-detik dan memiliki kecepatan rata-rata 100 Megabit per-detik. Meskipun ‘tetangga sebelah’ sudah menjajal teknologi 5G sejak 2019, namun para pengguna menganggap akan lebih paten lagi apabila Apple yang melakukan pabrikasi.

iPhone 12 Image

Kurang rasanya jika tidak melihat iPhone 12 Series ini dalam segi tampilan—karena dari segi ini yang membuat setiap produk Apple terasa begitu eksklusif. Kali ini cukup banyak yang agak kurang ‘sreg’ dengan desain eksterior dari semua iPhone 12 Series ini. Cibiran pun datang karena desain yang diproduksi hampir mirip dengan produk pendahulunya, iPhone 5 atau 5S. Disebutkan dalam review situs The Verge jika desain iPhone 12 memiliki konstruksi dan ‘lekuk tubuh’ yang mirip dengan iPhone 4 yang dirilis 10 tahun lalu. Sektor kamera dibekali dua kamera 12 Megapixel baik kamera depan dan belakang.

Baca Juga: Serba-Serbi Among Us: Game yang Dianggap Overrated Hingga Meniru Werewolf

Pada sisi penggerak atau ‘otak’ yang digunakan dalam seri ini memakai chipset SoC Apple A14 Bionic dengan proses pabrikasi 5 nanometer (nm) dan dengan 11,8 miliar transistor. Kinerjanya diklaim bisa unggul hingga 40 persen dibanding chipset generasi sebelumnya. A14 Bionic ini ditopang dengan GPU empat inti yang meningkatkan peningkatan grafis. Prosesor Neural Engine turut ‘ditanam’ di dalamnya guna mendukung beberapa fitur kecerdasan buatan (artifical intelligence). Apple mengklaim bahwa performa CPU dan GPU-nya lebih tangguh dari produk ‘sebelah’ sebesar 50 persen. Sehingga dirasa tak akan menimbulkan masalah bagi pengguna yang suka gaming.

Sejauh artikel ini ditulis belum diketahui perihal keluhan pengguna soal daya baterai iPhone yang cepat panas dan lekas berkurang dalam iPhone 12 Series ini. Mari kita tunggu ulasannya dari para reviewers gadget di YouTube.

Ribut Ribut Soal iPhone

Perdebatan yang terjadi di linimasa soal iPhone 12 Series justru bukan pada spesifikasi produk ini, melainkan pada spektrum yang lebih struktural (sosial-ekonomi). Hilir-mudik asumsi berputar pada antusiasme yang justru muncul pada mereka dengan gaji UMR dan bukan pada kelas ekonomi menengah ke atas. Karena secara fenomena, produk-produk Apple memang banyak diidam-idamkan dan membuat para penggunanya terlihat eksklusif saat memilikinya. Konformitas perilaku konsumen dalam sikap konsumtif ini yang menimbulkan dampak pada aspek kultural, psikologis hingga lingkup komunal.

Seorang sosiolog ternama Perancis, Jean Baudrillard pernah mengungkap sebuah teori dalam tatanan sosial, yaitu hipperelaitas. Teori tersebut menjelaskan bahwa kondisi masyarakat saat ini begitu konsumtif dan tidak hanya atas dasar kebutuhan tetapi juga mengkonsumsi ‘tanda’, dimana ‘tanda’ tersebut berasal dari diri mereka sendiri. Dan, entah kenapa secara tidak langsung stratifikasi sosial terbentuk hanya karena kepemilikan iPhone, padahal banyak produk Android yang eksklusif juga. Jika ingin menyelam lebih dalam, sebuah produk dihasilkan karena adanya ‘nilai’ yang ditawarkan bagi para konsumen: nilai fungsional, selain ekpresi diri (gengsi) yang harus terpenuhi.

Baca Juga: Syabab eSports, Bukan Sekedar eSport Biasa

Karena pada dasarnya, persepsi nilai (perceived value) konsumen adalah keseluruhan penilaian konsumen terhadap kegunaan suatu produk atas apa yang diterima dan yang diberikan oleh produk tersebut. Dengan pasar produk iPhone yang banyak digandrungi anak muda, seolah menguatkan asumsi para pengamat yang percaya bahwa generasi muda lebih bersifat materialistis daripada generasi lainnya. Materialisme memainkan faktor penting dalam keputusan mereka untuk berniat membeli suatu produk. Sehingga materialisme merupakan sebuah nilai yang dipertimbangkan sebagai determinan penting dari perilaku konsumsi seseorang.

Mindset dan tren dengan orientasi ‘berlomba-lomba’ untuk terlihat kaya memang perlahan menjadi paranoid—mengapa tidak menjadi kaya yang sebenarnya sekalian? Sah-sah saja jika ingin membeli iPhone 12, asal tidak memberatkan diri sendiri dan orang terdekat hanya karena ego dan kepuasaan sesaat. Sebuah iPhone 12 bukanlah perwujudan dan puncak tunggal dari pencapaian kerja keras kita. Beberapa kebutuhan yang lebih primer (pangan, sandang, dan papan) harus konsisten dalam puncak skala prioritas.

Hindarilah cicilan atau pinjaman yang sekiranya memberatkan, menabunglah sejak sekarang untuk membeli iPhone 30.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.