Introvert? Seperti Indira Itu? Eh, Iya, Bukan?

Indira Introvert

Introvert? Seperti Indira Itu? Eh, Iya, Bukan?

Penulis Suci Jayanti Tadjri | Editor Rizaldi Dolly

“ngga beb, kamu purely ekstrovert. dari deskripsi kamu “ngomong dulu nyablak baru mikir” “aku mikir pendek”  itu hal yang ekstrovert banget. aku sebagai ekstrovert sangat relate. jangan bawa-bawa karakter lain “introvert” yang bukan kamu hanya untuk membela diri. yang introvert beneran ngga gitu soalnya wkkwkwkwk” tulis warganet.

Thexandria.com – Tiga hari belakangan ini trending di Twitter tampaknya tidak jauh-jauh dari nama Indira, sang suami Utap, Yudi SMP, dan introvert.. tunggu, introvert? Ada apa dengan introvert dan Indira Kalistha? Setelah ditelusuri lebih dalam; hubungan introvert dan Indira sendiri bersumber dari podcast Deddy Corbuzier yang mengundang Indira dan Aa Utap untuk melakukan klarifikasi atas ucapan Indira di video Gritte Agatha perihal corona. Anyways, di sini Anda tidak akan  menemukan apa yang diucapkan Indira dalam video Gritte—melainkan korelasi introvert itu sendiri dan ucapan-ucapan klarifikasi Indira di podcast Deddy Corbuzier. Introvert itu sebenarnya seperti apa, sih? Seperti Indira itu?

Orang-orang introvert sering dianggap sebagai individu yang pendiam dan thoughtful. Mereka biasanya tidak mencari perhatian khusus atau keterlibatan sosial karena dapat membuat introvert merasa lelah dan energinya terkuras. Berbanding terbalik dengan extrovert yang sering digambarkan dengan life of party—mereka mencari interaksi dan percakapan yang lebih dan berkembang dalam hiruk pikuk kehidupan yang sibuk.     

Psikolog Carl Jung adalah orang pertama yang menggambarkan dua kepribadian ini di tahun 1960-an. Dia menulis bahwa introvert dan extrovert dapat dipisahkan berdasarkan bagaimana mereka mendapatkan kembali energi. Definisi dasar seorang introvert untuk mengembalikan energinya adalah lebih memilih lingkungan yang merangsang keminimalan seperti berdiam di rumah, pergi ke taman sendiri, dan hal lainnya yang tidak melibatkan banyak orang—sedangkan orang extrovert mengisi energinya dengan bertemu banyak orang. Namun, tidak semua orang introvert adalah introvert sepenuhnya—maksud saya, mereka juga memiliki unsur extrovert di dalam diri mereka; mungkin suka berpesta dan berkelibatan dengan orang banyak juga. Begitu juga dengan extrovert; mungkin beberapa extrovert lebih suka menyendiri dari waktu ke waktu dan lebih suka bekerja sendiri ketika mereka benar-benar perlu fokus.

Ciri-Ciri Kepribadian Seorang Introvert

Berikut adalah beberapa ciri kepribadian umum yang terkait dengan seorang introvert:

  • Lebih memilih bekerja sendiri: Jika sebuah grup proyek membuatmu overwhelmed, mungkin Anda seorang introvert. Introvert sering mendapati dirinya bekerja jauh lebih baik ketika sendirian—memungkinkan introvert untuk fokus dalam menghasilkan karya berkualitas tinggi. Tapi, bukan berarti para introvert tidak bekerja lebih baik dengan orang lain lho, ya.. hanya saja mereka lebih suka mundur dan fokus pada tugas yang dihadapi, daripada menavigasi aspek sosial dari bekerja dalam pengaturan kelompok.
  • Tenaga terkuras oleh interaksi  sosial: Para extrovert bisa saja tidak akan ketinggalan jika diajak pergi ke pesta sepanjang malam tiap akhir pekan, namun tidak dengan para introvert—mereka tahu kapan sudah maksimal dan memutuskan untuk mengisi ulang energi mereka.
  • Memiliki lingkaran pertemanan yang cenderung sedikit: Jangan salahkan lingkaran kecil pertemanan introvert sebagai tanda bahwa mereka tidak dapat berteman atau tidak suka bersosialisasi, lho. Mereka hanya senang dengan kualitas daripada kuantitas, seperti ngobrol dengan satu atau dua orang namun memiliki isi yang dalam.
  • Introspektif dan ingin tahu: Mungkin Anda lebih sering melamun dan memikirkan jauh lebih matang-matang sebelum mengolah sesuatu? Ya, introvert memiliki proses pemikiran batin yang sangat aktif. Itu juga mengarahkan mereka pada refleksi diri dan cara mereka meneliti.
  • Lebih memilih untuk menulis daripada berbicara: Introvert biasanya lebih nyaman menuliskan pikirannya daripada berbicara. Bisa-bisa saja para introvert membicarakan isi pikirannya, namun, jika keputusan diperlukan—mereka mungkin akan butuh lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan pilihan sehingga merasa yakin dengan keputusan tersebut.

[selengkapnya, ciri-ciri seorang introvert dapat diakses melalui healthline.com]

Rasanya boleh-boleh saja melabeli diri sendiri ini dan itu, introvert atau extrovert—ya, selama tidak merugikan orang lain. Mau jungkir balik, mau kayang, mau bagaimana juga asalkan tetap menghormati pihak-pihak yang sedang berjuang satu langkah lebih depan DAN tidak sembarangan dalam bertutur kata ya sah-sah saja. Apa yang saya tulis di atas hanyalah sebagai pencerahan mengenai apa itu sebenarnya introvert seperti yang Indira katakan dalam penggalan podcast Deddy Corbuzier; “Ngomong dulu baru mikir..”

Oh, iya, ada tambahan nih dari dr. Jiemi Ardian!

Catatan: Enggak semua yang katanya influencer bisa menginfluence, jadi ambil yang baik-baiknya aja, ya. Yang buruk atau bisa merugikan diri sendiri dan orang lain buang ke laut aja.

Baca Juga: Mendambakan Mas-mas Berseragam yang Membumi dan yang Terpenting: Gak Cringe!

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.